Ad Placeholder Image

Cara Mudah Parsial Tes Buta Warna: Pahami Penglihatanmu

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Parsial Tes Buta Warna: Pahami Caranya, Kenali Kondisimu

Cara Mudah Parsial Tes Buta Warna: Pahami PenglihatanmuCara Mudah Parsial Tes Buta Warna: Pahami Penglihatanmu

DAFTAR ISI


Melihat indahnya warna-warni dunia adalah anugerah yang luar biasa. Namun, tahukah kamu bahwa tidak semua orang menangkap spektrum warna dengan cara yang sama? Kondisi ini dikenal sebagai buta warna (color vision deficiency), sebuah kelainan pada mata yang membuat seseorang kesulitan untuk membedakan gradasi warna tertentu, terutama merah, hijau, biru, atau campuran dari warna-warna tersebut.

Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka mengidap buta warna sejak lahir. Hal ini dikarenakan mereka terbiasa melihat dunia dengan palet warna mereka sendiri dan menganggapnya sebagai suatu hal yang normal. Keterlambatan diagnosis seringkali baru disadari ketika seseorang mendaftar pendidikan, masuk ke dunia militer, atau melamar pekerjaan di bidang tertentu yang membutuhkan ketajaman warna yang presisi.

Untuk memastikan kondisi ini, langkah awal yang paling umum dan standar dilakukan secara medis adalah melalui serangkaian tes angka buta warna. Pemeriksaan ini sangat efektif untuk memetakan jenis dan tingkat keparahan defisiensi warna yang dialami oleh mata seseorang.

Walaupun saat ini belum ada rekomendasi obat bebas atau suplemen yang bisa menyembuhkan buta warna secara genetik, diagnosis yang tepat sangat penting agar kamu bisa melakukan adaptasi gaya hidup. Lantas, bagaimana sebenarnya tes ini bekerja? Mari kita bahas selengkapnya di bawah ini!

Mengenal Tes Angka Buta Warna dan Sejarahnya

Dalam dunia medis, metode yang paling populer untuk menguji defisiensi warna disebut dengan Tes Ishihara. Sesuai dengan namanya, tes ini pertama kali ditemukan dan dipublikasikan pada tahun 1917 oleh Dr. Shinobu Ishihara, seorang profesor oftalmologi dari Universitas Tokyo, Jepang. Hingga saat ini, metode tersebut masih menjadi standar emas di seluruh dunia.

Metode ini menggunakan buku yang berisi kumpulan pelat atau lembaran pseudoisochromatic. Setiap pelat terdiri dari ratusan titik (dots) dengan berbagai ukuran, warna, dan tingkat kecerahan yang tersusun secara acak. Di tengah lautan titik-titik tersebut, terdapat pola tersembunyi yang membentuk angka atau garis melengkung.

Bagi orang dengan penglihatan warna normal, angka tersebut akan terlihat sangat jelas dan kontras terhadap latar belakangnya. Namun, bagi mereka yang mengidap defisiensi warna merah-hijau, angka tersebut akan terlihat samar, membentuk angka lain yang berbeda, atau bahkan tidak terlihat sama sekali.

Jenis Buta Warna yang Dapat Dideteksi

Kondisi buta warna terjadi akibat adanya kelainan pada sel kerucut (cone cells) di dalam retina mata. Secara umum, tes Ishihara didesain secara khusus untuk mendeteksi gangguan warna merah dan hijau, yang merupakan kasus paling sering terjadi (sekitar 8% pada pria dan 0.5% pada wanita akibat pewarisan kromosom X). Berikut adalah jenis buta warna yang dievaluasi:

1. Protanopia dan Protanomaly (Defisiensi Merah)

Protanopia adalah kondisi hilangnya sel kerucut merah secara total, sedangkan protanomaly adalah mutasi yang menggeser sensitivitas sel kerucut merah. Orang dengan kondisi ini akan melihat warna merah tampak seperti abu-abu gelap atau kecokelatan. Pada pelat tes tertentu, mereka akan gagal melihat angka kemerahan di atas latar belakang hijau.

2. Deuteranopia dan Deuteranomaly (Defisiensi Hijau)

Ini merupakan jenis defisiensi warna yang paling umum di dunia. Deuteranopia berarti tidak adanya sel kerucut hijau, sementara deuteranomaly berarti penurunan sensitivitas pada warna hijau. Orang dengan kondisi ini sering kesulitan membedakan antara merah, hijau, kuning, dan cokelat.

Tanda-Tanda Seseorang Mungkin Mengidap Buta Warna
  1. Sering salah menyebutkan warna objek di sekitarnya.
  2. Kesulitan membedakan tingkat kematangan daging saat memasak.
  3. Sering memadukan warna pakaian yang tidak serasi tanpa disadari.
  4. Bagi anak-anak, kesulitan mewarnai gambar dengan warna yang sesuai (misalnya mewarnai daun dengan krayon cokelat alih-alih hijau).

Bagaimana Prosedur Tes Dilakukan?

Melakukan evaluasi ketajaman warna tidak bisa dilakukan sembarangan jika ingin mendapatkan hasil yang akurat. Dokter mata biasanya akan melakukan tes ini di ruangan dengan pencahayaan alami yang cukup atau menggunakan lampu khusus yang meniru cahaya siang hari (daylight). Penggunaan lampu pijar biasa dapat merusak kontras warna dan memberikan hasil positif palsu.

Pasien akan diminta duduk pada jarak sekitar 75 sentimeter dari buku tes. Mata akan diuji secara bersamaan maupun bergantian (menutup satu mata). Pasien diberikan waktu maksimal 3 hingga 5 detik untuk menyebutkan angka yang tertera pada setiap pelat. Jika membutuhkan waktu lebih lama dari itu, dokter bisa mencurigai adanya defisiensi warna ringan.

Buku Ishihara asli biasanya memiliki 38 pelat, namun untuk skrining awal, penggunaan 14 atau 24 pelat pertama biasanya sudah cukup untuk menentukan apakah seseorang memiliki penglihatan normal atau mengalami kelainan.

Studi Mengenai Akurasi Tes Buta Warna

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan sebuah studi literatur yang menjelaskan bahwa Tes Ishihara memiliki tingkat sensitivitas mencapai 96% dan spesifisitas hingga 98% dalam mendeteksi buta warna merah-hijau.

Studi ini menegaskan bahwa meskipun sudah berusia lebih dari 100 tahun, metode pseudoisochromatic tetap valid secara medis. Namun, peneliti juga menyarankan kombinasi dengan tes penyusunan warna (seperti Farnsworth-Munsell 100 hue test) jika diperlukan diagnosis detail untuk kebutuhan karir spesifik seperti pilot atau teknisi listrik.

Kapan Harus ke Dokter?

Karena kondisi ini sebagian besar bersifat bawaan lahir (genetik), tidak ada obat-obatan, vitamin, atau tindakan medis yang dapat menyembuhkannya. Penggunaan kacamata khusus buta warna (seperti lensa EnChroma) mungkin membantu meningkatkan kontras warna bagi sebagian orang, namun tidak mengembalikan fungsi sel kerucut retina secara permanen.

Jika kamu atau anak kamu terlihat kesulitan membedakan rambu lalu lintas, atau ragu saat memilih barang berdasarkan warnanya, tidak ada salahnya untuk mencoba melakukan tes angka buta warna secara profesional bersama tenaga medis.

Diagnosis dini, terutama pada usia sekolah, sangat krusial agar guru dan orang tua bisa menyesuaikan metode belajar anak. Selain itu, jika buta warna terjadi secara tiba-tiba di usia dewasa, hal tersebut bisa menjadi indikasi adanya penyakit penyerta seperti katarak, glaukoma, neuropati optik, atau efek samping obat-obatan keras tertentu yang memerlukan penanganan medis secepatnya.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Mata via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala kesulitan membedakan warna yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Mata terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2024. What Is Color Blindness?
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Color blindness – Symptoms and causes.
National Eye Institute (NIH). Diakses pada 2024. Color Blindness.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Color Blindness: Types, Causes & Treatment.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Blindness and vision impairment.

FAQ

1. Apakah tes angka buta warna bisa dilakukan secara online?

Bisa. Saat ini banyak tersedia tes skrining Ishihara secara online melalui layar gawai. Namun, hasilnya tidak bisa dijadikan diagnosis medis resmi karena kecerahan, resolusi layar, dan filter cahaya biru pada gadget dapat mengubah kontras warna asli.

2. Apakah ada obat yang bisa menyembuhkan buta warna?

Sayangnya, buta warna bawaan lahir belum dapat disembuhkan dengan obat-obatan, operasi, atau suplemen apa pun. Kondisi ini berhubungan dengan mutasi genetik pada pembentukan sel retina mata.

3. Apakah wanita bisa mengalami buta warna?

Bisa, meskipun sangat jarang terjadi. Buta warna diwariskan melalui kromosom X. Karena pria hanya memiliki satu kromosom X, mutasi pada kromosom tersebut langsung menyebabkan buta warna. Sementara wanita memiliki dua kromosom X, sehingga butuh mutasi pada keduanya untuk bisa mengalami kelainan ini.

4. Apakah kacamata buta warna benar-benar efektif?

Kacamata buta warna menggunakan lensa dengan filter khusus yang memotong gelombang cahaya yang tumpang tindih antara warna merah dan hijau. Ini membantu meningkatkan kontras dan vibrancy warna, tetapi tidak benar-benar memperbaiki fungsi medis mata dan efektivitasnya sangat bergantung pada jenis buta warna yang diidap individu.