• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Tepat Mengembangkan Kreativitas Anak Usia 1-5 Tahun

Cara Tepat Mengembangkan Kreativitas Anak Usia 1-5 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Kreativitas lebih dari sekadar memilih warna saat melukis atau menggambar. Kreativitas juga adalah tentang cara berpikir, memecahkan masalah, dan menerapkan pengetahuan. 

Sejak lahir, bayi dapat merespons terhadap perbedaan, warna, suara, dan gerakan.  Nah, bagaimana mereka menyatukan berbagai pengalaman tersebut akan memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan mereka di banyak bidang, termasuk kreativitas. 

Tahukah ibu, ketika ibu dan suami menggunakan berbagai cara untuk berinteraksi dan merespons Si Kecil, hal tersebut juga turut mengembangkan kreativitasnya. Misalnya, saat ibu berusaha menenangkan bayi dengan bernyanyi, atau saat ibu bermain ci-luk-ba untuk membuatnya tertawa. 

Bermain secara kreatif dengan bayi, bahkan bayi yang baru lahir, dapat memupuk banyak aspek perkembangannya, mulai dari emosional, fisik, mental, dan sosial. Cara mengembangkan kreativitas anak juga bisa dilakukan dengan menggunakan mainan-mainan dengan berbagai bentuk, warna, atau suara yang dapat menarik keingintahuan anak. 

Cara Mengembangkan Kreativitas Anak 1-3 Tahun

Pada usia 1-3 tahun, orangtua dapat mengembangkan kreativitas anak melalui drama, seni visual, kerajinan tangan, musik dan suara, serta tarian.

  • Belajar dan Berkembang Melalui Drama

Permainan drama yang bisa dilakukan oleh balita adalah menirukan apa yang ia lihat dari orang lain. Misalnya, ketika Si Kecil melihat ibu menelpon dengan handphone, ia mungkin bisa menirunya dengan berbicara dengan menggunakan pisang seolah-olah itu adalah handphone. Si Kecil juga bisa mengumpulkan barang-barang ke dalam ember seolah-olah ia ada di supermarket. 

Ibu juga dapat mengasah cara berpikir dan imajinasinya dengan menanyakan beberapa pertanyaan. Misalnya, bila Si Kecil berpura-pura mengendarai mobil, ibu dapat bertanya, “Kamu mau pergi ke mana? Siapa saja yang ada di dalam mobil?”, dan sebagainya.

  • Belajar dan Berkembang Melalui Seni Visual dan Kerajinan Tangan

Bayi di bawah usia tiga tahun (batita) sangat menyukai kegiatan seperti melukis jari, menempel, mewarnai gambar, melipat atau merobek kertas dan membuat sesuatu dari playdough. Meskipun dapat membuat kamar jadi berantakan, tetapi aktivitas tersebut bermanfaat untuk membantu anak ibu:

    • Mengenal tekstur baru, seperti basah, berlendir, atau lengket.

    • Mengembangkan semua jenis keterampilan motorik halus, seperti kemampuan untuk memegang pensil, melipat kertas, menempel, dan lain-lain.

    • Belajar apa yang bisa ia lakukan dengan kertas dan pensil warna.

Ingat, tidak penting untuk membuat suatu kerajinan tangan dengan sempurna. Hal yang terpenting adalah bagaimana anak dapat mengeksplorasi kreativitasnya dengan mengekspresikan diri dan menciptakan sesuatu.

  • Belajar dan Berkembang Melalui Musik

Batita juga sangat suka diajak bermain musik atau permainan suara lainnya.  Lagu dan permainan musik juga adalah cara untuk mengekspresikan diri yang baik.

Bernyanyi dapat mendorong Si Kecil untuk menggunakan kata-kata dan membantu mengembangkan ingatannya. Karena daya ingatnya belum berkembang sepenuhnya, ia mungkin hanya dapat mengingat beberapa kata dalam satu kali permainan. Batita juga sangat suka bermain instrumen musik, terutama yang bisa ia pukul. 

Baca juga: Manfaat Memberi Anak Latihan Musik

  • Belajar dan Berkembang Melalui Tarian

Si Kecil mungkin juga bisa mulai bergerak dan menari tanpa perlu ibu memintanya. Faktanya, banyak hal yang terjadi di benak batita ibu saat ia menari. Ia menjelajahi fantasi, pemikiran dan perasaannya tentang musik, dan lingkungannya.

Selain itu, tarian juga membantu anak mengembangkan keterampilan motorik kasar, serta koordinasi tangan dan matanya. Menari mungkin membuat Si Kecil berjalan, menyeimbangkan tubuh, melompat, dan berlari menanggapi musik atau lirik lagunya.

Cara Mengembangkan Kreativitas Anak 4-5 Tahun

Pada usia 4-5 tahun, keterampilan motorik halus anak sudah jauh lebih berkembang, sehingga ia dapat mengontrol peralatan menulis dengan lebih baik atau memanipulasi objek dengan lebih presisi. Di masa-masa prasekolah ini, anak-anak juga sudah bisa menggambar sesuatu yang lebih kompleks, misalnya monster atau bunga. Dengan kemampuannya yang sudah berkembang tersebut, imajinasi anak dapat menjadi tidak terbatas. 

Berikut ini cara yang bisa orangtua lakukan untuk mengembangkan kreativitas anak berusia 4-5 tahun:

  • Dorong Pemecahan Masalah yang Kreatif

Tanyakanlah pertanyaan terbuka pada Si Kecil tanpa menilai benar atau salahnya. Misalnya, saat ia sedang menonton film kartun, tanyakan padanya, “Kira-kira apa yang terjadi bila anjing bisa berbicara ya?.” Atau saat ia sedang menonton film “Minions”, ibu bisa bertanya, “Bagaimana kalau kita cuma memiliki satu mata ya?”

Terimalah apapun jawaban Si Kecil, tetapi dorong ia untuk berpikir lebih jauh dengan lebih banyak pertanyaan atau keingintahuan yang jawabannya menginspirasi.

  • Berikan Anak Pengalaman untuk Membangun Fondasi Pengetahuannya

Misalnya, mengajak anak pergi ke museum, mengunjungi perpustakaan, atau menjelajahi alam luas di kota ibu.

Baca juga: Ini 4 Manfaat Ajak Anak Liburan ke Museum

 

  • Dorong Anak untuk Bercerita

 

Mintalah anak untuk membuat gambar yang harus ia ceritakan nantinya. Tidak perlu yang terlalu susah, ibu bisa mendorong anak untuk berimajinasi dengan membuat cerita hanya dari gambar rumah. Atau, ibu juga bisa menggunakan cerita favorit, seperti Goldilocks, tetapi jadikan 3 beruang sebagai karakter utamanya alih-alih Goldilocks, atau ceritakan kisahnya di atas kapal alih-alih di hutan.

Baca juga: Ini 4 Hal yang Buat Kreativitas Anak Menurun

Itulah cara-cara yang bisa ibu lakukan untuk mengembangkan kreativitas anak usia 1-5 tahun. Bila ibu punya pertanyaan seputar pola asuh anak, tanyakan saja pada ahlinya lewat aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, ibu bisa bertanya pada dokter kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Raising Children. Diakses pada 2020. Toddler creative learning and development: what to expect.
Scholastic. Diakses pada 2020. Creative Development in 3-5 Year Olds.