Ad Placeholder Image

Cari Tahu Kenapa Sering Meriang dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 Maret 2026

Kenapa Sering Meriang? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Cari Tahu Kenapa Sering Meriang dan Cara MengatasinyaCari Tahu Kenapa Sering Meriang dan Cara Mengatasinya

Memahami Kondisi Meriang dan Mekanisme Pertahanan Tubuh

Meriang merupakan kondisi saat tubuh terasa tidak nyaman, sering kali disertai dengan sensasi dingin, menggigil, atau rasa tidak enak badan yang tidak menentu. Fenomena ini sebenarnya adalah respons alami sistem imun yang sedang bereaksi terhadap ancaman dari luar maupun gangguan dari dalam tubuh. Saat sistem kekebalan mendeteksi adanya zat asing, tubuh akan meningkatkan suhu internal sebagai upaya untuk menghambat perkembangan patogen, seperti virus atau bakteri.

Kondisi meriang sering kali dianggap remeh, namun jika frekuensinya cukup sering, hal ini menandakan ada sesuatu yang perlu diperhatikan dalam kesehatan penderitanya. Peningkatan suhu tubuh atau demam ringan merupakan tanda bahwa sel darah putih sedang bekerja keras. Meskipun sering kali bersifat ringan dan bisa sembuh dengan istirahat, memahami penyebab kenapa sering meriang menjadi kunci utama dalam melakukan pencegahan dan pengobatan yang efektif.

Penyebab Medis Kenapa Sering Meriang

Terdapat berbagai faktor medis yang dapat memicu seseorang merasakan meriang secara berulang. Infeksi merupakan penyebab yang paling umum ditemui dalam dunia medis. Beberapa jenis infeksi yang sering menyebabkan gejala ini antara lain:

  • Infeksi Virus: Penyakit seperti influenza (flu), COVID-19, dan demam berdarah (DBD) sering diawali dengan gejala meriang dan menggigil.
  • Infeksi Bakteri: Penyakit seperti tifus atau demam tifoid, serta Infeksi Saluran Kemih (ISK) dapat menyebabkan tubuh merespons dengan peningkatan suhu untuk melawan bakteri patogen.
  • Reaksi Vaksinasi: Beberapa jenis vaksin memicu respons imun yang menyebabkan meriang sebagai efek samping sementara yang normal.
  • Gangguan Hormonal: Ketidakseimbangan hormon dalam tubuh kadang kala memengaruhi regulasi suhu, sehingga seseorang merasa sering kedinginan atau tidak nyaman.

Pengaruh Gaya Hidup terhadap Munculnya Rasa Meriang

Selain faktor infeksi, pola hidup sehari-hari memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas suhu tubuh. Banyak orang yang bertanya kenapa sering meriang meskipun tidak sedang terserang flu. Faktor-faktor eksternal dan kebiasaan berikut sering menjadi pemicunya:

Kelelahan fisik yang ekstrem dan kurang tidur merupakan kombinasi yang dapat melemahkan sistem imun secara drastis. Saat tubuh tidak mendapatkan istirahat yang cukup, kemampuan untuk meregulasi suhu tubuh akan menurun. Selain itu, stres psikologis yang berkepanjangan juga berdampak pada fungsi kekebalan tubuh, membuat seseorang lebih rentan terhadap serangan penyakit ringan yang diawali dengan meriang.

Kurangnya asupan nutrisi penting seperti vitamin dan mineral juga berpengaruh besar. Tubuh memerlukan energi dan zat gizi untuk menjalankan fungsi sistem imun dengan optimal. Kondisi dehidrasi atau kurang cairan juga sering menyebabkan badan terasa tidak nyaman dan suhu tubuh menjadi tidak stabil. Faktor lingkungan seperti perubahan cuaca yang ekstrem juga memaksa tubuh untuk bekerja lebih keras dalam beradaptasi, yang sering kali berujung pada kondisi meriang atau sumeng.

Mengenali Gejala Meriang dan Demam pada Anak

Kondisi meriang tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga sangat umum terjadi pada anak-anak. Orang tua perlu waspada dalam mengenali gejala awal agar dapat memberikan penanganan yang tepat. Selain pengukuran suhu tubuh yang menunjukkan angka di atas 38.1 derajat Celcius, demam ringan hingga sedang dapat dikenali dengan metode CEK keluhan yang menyertai.

Langkah CEK meliputi observasi pada beberapa aspek penting berikut:

  • Ciri fisik: Perhatikan apakah mata anak terlihat sayu atau wajah tampak lebih pucat dari biasanya.
  • Ekspresi anak: Amati apakah anak terlihat lemas, lesu, atau kehilangan minat untuk bermain.
  • Keluhan badan: Identifikasi apakah anak mengeluhkan badan terasa meriang, sumeng, atau rasa tidak nyaman lainnya.

Penanganan Awal dengan Praxion Suspensi 60 ml

Sebagai langkah pertolongan pertama untuk mengatasi keluhan meriang atau demam pada anak, pemilihan obat yang aman dan efektif sangat diperlukan. Praxion Suspensi 60 ml hadir sebagai solusi medis yang dapat diandalkan. Praxion Suspensi Sirup merupakan pertolongan pertama untuk membantu meredakan nyeri gigi ringan hingga sedang pada anak, seperti saat gigi berlubang, tumbuh gigi, atau setelah cabut gigi.

Dengan kandungan paracetamol micronized, Praxion bekerja cepat mengurangi rasa atau persepsi nyeri sehingga anak menjadi lebih nyaman. Obat ini juga bisa digunakan untuk demam biasa (ringan-sedang). Penggunaan teknologi micronized memungkinkan penyerapan obat yang lebih baik di dalam tubuh anak.

Praxion Suspensi Sirup dapat dikonsumsi oleh anak mulai usia 0 tahun sebanyak 3-4 kali sehari atau sesuai resep yang dianjurkan dokter. Praxion aman digunakan selama dosis yang digunakan sesuai aturan pakai. Untuk anak yang berusia lebih dewasa, tersedia juga Praxion Forte Sirup untuk anak mulai usia 6 tahun yang disesuaikan dengan kebutuhan dosis anak pada usia tersebut.

Langkah Pencegahan dan Kesimpulan Medis

Mencegah kondisi sering meriang dapat dilakukan dengan menjaga daya tahan tubuh agar tetap prima. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memastikan kecukupan cairan dengan minum air putih yang cukup, serta menjaga kebersihan tangan adalah langkah dasar yang sangat efektif. Mengelola tingkat stres dan memastikan waktu tidur yang berkualitas juga membantu sistem imun tetap stabil dalam menghadapi perubahan lingkungan maupun serangan virus.

Kesimpulannya, rasa meriang merupakan sinyal dari tubuh bahwa sistem imun sedang aktif bekerja. Meskipun sering kali bersifat sementara, penting untuk memantau durasi dan gejala lain yang menyertainya. Jika kondisi meriang terjadi berulang kali, berlangsung lebih dari tiga hari, atau disertai dengan gejala berat seperti sesak napas dan penurunan kesadaran, segera lakukan konsultasi ke dokter melalui Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan medis lebih lanjut.