Ad Placeholder Image

Catat, Ini 3 Gejala Rabies pada Manusia yang Perlu Diwaspadai

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 Juni 2026

“Gejala rabies baru mulai muncul ketika virus sudah mencapai ke otak. Penyakit tersebut menimbulkan gejala yang mirip flu pada awalnya, dan bisa berkembang menyerang otak dan menyebabkan perubahan tingkah laku dan emosi.”

Catat, Ini 3 Gejala Rabies pada Manusia yang Perlu DiwaspadaiCatat, Ini 3 Gejala Rabies pada Manusia yang Perlu Diwaspadai

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu mendengar istilah “penyakit anjing gila”? Secara medis, kondisi ini dikenal sebagai rabies. Rabies adalah infeksi virus mematikan yang menyerang sistem saraf pusat manusia dan mamalia lainnya. Penyakit ini bersifat zoonosis, artinya ditularkan dari hewan ke manusia, biasanya melalui gigitan, cakaran, atau air liur hewan yang sudah terinfeksi virus Lyssavirus.

Mengetahui ciri ciri rabies sejak dini sangatlah krusial. Mengapa? Karena begitu gejala klinis rabies muncul, penyakit ini hampir 100 persen berakibat fatal bagi penderitanya. Namun, di sisi lain, rabies sepenuhnya dapat dicegah jika penanganan medis diberikan segera setelah terjadi paparan atau gigitan hewan, sebelum virus mencapai otak.

Di Indonesia, rabies masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di beberapa wilayah. Hewan penular rabies (HPR) yang paling umum adalah anjing, diikuti oleh kucing dan kera. Pemahaman yang baik tentang tanda-tanda awal infeksi dapat menyelamatkan nyawa kamu dan orang-orang tersayang. Mari kita pelajari lebih dalam mengenai gejala, fase, dan langkah penanganan yang tepat.

Mengenal Apa Itu Rabies dan Bahayanya

Rabies disebabkan oleh virus dari famili Rhabdoviridae. Virus ini berbentuk seperti peluru dan memiliki kemampuan unik untuk bergerak di sepanjang saraf perifer menuju sumsum tulang belakang dan otak. Kecepatan pergerakan virus ini bervariasi, tergantung pada lokasi gigitan. Semakin dekat lokasi gigitan dengan otak (misalnya di wajah atau leher), maka masa inkubasinya bisa semakin pendek.

Bahaya utama dari rabies adalah sifatnya yang neurotropik, yaitu merusak jaringan saraf secara progresif. Setelah mencapai otak, virus akan menyebabkan peradangan hebat (ensefalitis) yang mengakibatkan perubahan perilaku, gangguan fungsi organ, hingga kematian. Itulah sebabnya, edukasi mengenai ciri ciri rabies tidak boleh disepelekan.

Ciri-Ciri Rabies pada Manusia Berdasarkan Fasenya

Gejala rabies pada manusia tidak muncul seketika setelah digigit. Ada periode yang disebut masa inkubasi, yang biasanya berlangsung antara 1 hingga 3 bulan, namun dalam beberapa kasus bisa kurang dari satu minggu atau bahkan lebih dari satu tahun. Setelah masa inkubasi berakhir, penderita akan melewati beberapa fase klinis berikut:

1. Fase Prodromal (Awal)

Pada tahap ini, gejala yang muncul seringkali mirip dengan penyakit flu biasa, sehingga sulit dibedakan. Ciri ciri rabies pada fase awal meliputi:

  • Demam dan sakit kepala.
  • Lemas dan rasa tidak enak badan (malaise).
  • Nyeri tenggorokan dan batuk.
  • Rasa nyeri, gatal, atau sensasi kesemutan (parestesia) yang hebat pada area bekas gigitan.

2. Fase Sensorik/Neurologis Akut

Setelah beberapa hari, virus mulai menyerang fungsi saraf pusat secara nyata. Gejala yang muncul menjadi lebih spesifik dan menakutkan, seperti:

  • Hidrofobia (Takut Air): Ini adalah ciri khas rabies. Penderita akan mengalami kejang otot tenggorokan yang sangat sakit saat mencoba minum atau bahkan hanya melihat air.
  • Aerofobia: Ketakutan atau sensitivitas berlebih terhadap hembusan angin atau udara segar.
  • Fotofobia: Sensitivitas berlebih terhadap cahaya terang.
  • Kecemasan hebat, gelisah, dan terkadang perilaku agresif atau halusinasi.
  • Produksi air liur berlebih (hipersalivasi).

3. Fase Paralitik (Lumpuh)

Sekitar 20 persen penderita rabies mengalami bentuk paralitik. Gejalanya tidak segegap gempita fase neurologis akut, namun tetap mematikan. Otot-otot penderita secara bertahap mengalami kelumpuhan mulai dari area gigitan, menjalar ke seluruh tubuh, hingga akhirnya menyebabkan gagal napas dan koma.

Pencegahan Rabies yang Utama
  1. Lakukan vaksinasi rutin pada hewan peliharaan (anjing, kucing, kera).
  2. Hindari kontak dengan hewan liar atau hewan yang menunjukkan perilaku aneh.
  3. Jika digigit, segera cuci luka dengan air mengalir dan sabun selama 15 menit.

Tanda Rabies pada Hewan Peliharaan

Penting bagi pemilik hewan untuk mengenali tanda rabies pada peliharaan mereka. Hewan yang terinfeksi biasanya mengalami perubahan perilaku yang drastis. Ada dua tipe perilaku hewan rabies:

  • Tipe Ganas (Furious Rabies): Hewan menjadi sangat agresif, menyerang benda apa saja yang bergerak, mulut berbusa karena tidak bisa menelan air liur, dan suaranya menjadi parau.
  • Tipe Pendiam (Dumb Rabies): Hewan tampak lesu, bersembunyi di tempat gelap, mengalami kelumpuhan pada rahang atau kaki belakang, dan tidak mau makan.

Pertolongan Pertama Setelah Digigit Hewan

Jangan menunggu sampai ciri ciri rabies muncul. Jika kamu atau anggota keluarga digigit oleh hewan yang dicurigai rabies, segera lakukan langkah-langkah berikut:

  1. Cuci Luka Segera: Cuci luka dengan air mengalir dan sabun atau detergen selama minimal 15 menit. Sabun dapat melarutkan lapisan lemak yang menyelimuti virus rabies, sehingga virus menjadi tidak aktif.
  2. Gunakan Antiseptik: Berikan cairan antiseptik seperti povidone iodine atau alkohol 70% pada luka. Untuk kebutuhan pertolongan pertama, kamu bisa beli obat online di Halodoc agar produk antiseptik segera diantar ke rumah.
  3. Jangan Langsung Menjahit Luka: Luka gigitan hewan sebaiknya dibiarkan terbuka kecuali jika ada perdarahan hebat yang mengancam nyawa.

Kapan Harus ke Dokter?

Jawaban singkatnya adalah: SEGERA. Setiap gigitan atau cakaran hewan penular rabies harus dianggap sebagai keadaan darurat medis. Jangan menunggu gejala muncul, karena jika gejala sudah ada, penanganan medis sering kali sudah terlambat.

Dokter akan melakukan penilaian risiko dan memberikan Protokol Profilaksis Pasca-Paparan (PEP) yang meliputi pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) dan, jika perlu, Serum Anti Rabies (SAR). Jika kamu merasa ragu dengan kondisi luka atau perilaku hewan yang menggigit, segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan arahan penanganan lebih lanjut.

Studi Terkait

World Health Organization (WHO) menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa rabies menyebabkan puluhan ribu kematian setiap tahunnya, terutama di Asia dan Afrika. Studi tersebut menekankan bahwa 40 persen orang yang digigit oleh hewan tersangka rabies adalah anak-anak di bawah usia 15 tahun.

Penelitian ini juga menegaskan bahwa pencucian luka dengan sabun dan air segera setelah terpapar dapat secara signifikan mengurangi risiko infeksi. Hal ini membuktikan bahwa tindakan sederhana di rumah memiliki dampak besar dalam pencegahan penyakit mematikan ini.

Kesimpulannya, rabies adalah penyakit yang sangat berbahaya namun 100 persen dapat dicegah. Mengenali ciri ciri rabies pada manusia dan hewan serta melakukan tindakan pencegahan pasca-gigitan adalah kunci keselamatan. Selalu pastikan hewan peliharaan kamu divaksinasi dan jangan ragu mencari bantuan medis profesional jika terjadi kecelakaan gigitan.

Jika kamu memerlukan obat-obatan antiseptik atau suplemen daya tahan tubuh sebagai pendukung pemulihan, kamu bisa mendapatkannya melalui Toko Kesehatan Halodoc. Tetap waspada dan jaga kesehatan lingkungan sekitar agar terhindar dari ancaman virus mematikan ini.

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2026. Rabies.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Rabies: Symptoms & Causes.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2026. Rabies Signs and Symptoms in Humans.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Penanggulangan Rabies di Indonesia.

FAQ

1. Apakah semua gigitan anjing menyebabkan rabies?

Tidak semua gigitan anjing menyebabkan rabies. Hanya anjing yang sudah terinfeksi virus rabies dalam air liurnya yang dapat menularkan penyakit tersebut. Namun, setiap gigitan harus ditangani dengan serius sebagai langkah antisipasi.

2. Berapa lama gejala rabies muncul setelah digigit?

Masa inkubasi rata-rata adalah 1 hingga 3 bulan. Namun, ciri ciri rabies bisa muncul lebih cepat dalam hitungan hari jika gigitan terjadi di area yang dekat dengan otak, seperti kepala atau leher.

3. Apakah penderita rabies bisa sembuh?

Secara medis, setelah gejala klinis rabies (seperti hidrofobia) muncul, tingkat kematiannya mencapai hampir 100 persen. Oleh karena itu, vaksinasi segera setelah digigit adalah satu-satunya cara untuk bertahan hidup.

4. Bisakah rabies menular dari manusia ke manusia?

Secara teori memungkinkan melalui kontak air liur atau transplantasi organ, namun kasus penularan rabies antarmanusia sangat jarang terjadi dan belum pernah dilaporkan melalui kontak biasa.

Punya Keluhan Kesehatan atau Khawatir Setelah Digigit Hewan? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu merasa khawatir dengan gejala tertentu atau baru saja mengalami kejadian yang berisiko kesehatan? Tidak perlu panik! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant (HILDA) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.