Ad Placeholder Image

Catat, Ini 5 Cara Ampuh untuk Menghilangkan Milia

7 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

Salah satu cara menghilangkan milia adalah dengan krim retinoid mengandung vitamin A.

Catat, Ini 5 Cara Ampuh untuk Menghilangkan MiliaCatat, Ini 5 Cara Ampuh untuk Menghilangkan Milia

DAFTAR ISI


Milia adalah bintik-bintik kecil berwarna putih atau kekuningan yang sering muncul di area wajah, terutama di sekitar mata, hidung, dan pipi. Kondisi ini terjadi ketika serpihan kulit mati atau keratin (protein pembentuk rambut dan kulit) terperangkap di bawah permukaan kulit. Berbeda dengan jerawat atau komedo putih yang dipicu oleh penyumbatan pori-pori akibat sebum dan bakteri, milia merupakan kista kecil yang teksturnya cenderung keras. Karena penampilannya yang menyerupai jerawat, banyak orang yang salah langkah dengan mencoba memencetnya, padahal tindakan ini justru dapat memicu iritasi atau peradangan pada kulit.

Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan terkait kondisi ini adalah apakah milia bisa hilang sendiri? Jawabannya adalah ya. Pada bayi baru lahir (milia neonatal), bintik-bintik putih ini umumnya akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu tanpa memerlukan perawatan khusus. Namun, pada orang dewasa, milia bisa bertahan lebih lama, mulai dari hitungan bulan hingga bertahun-tahun. Hal ini membuat banyak orang merasa terganggu secara estetika dan mencari cara untuk mempercepat proses penyembuhannya.

Penting untuk dipahami bahwa kulit wajah memiliki siklus regenerasi alami. Jika sel kulit mati menumpuk karena eksfoliasi yang tidak optimal, milia akan lebih rentan muncul dan sulit hilang. Penggunaan krim wajah yang terlalu berat (comedogenic), paparan sinar matahari tanpa perlindungan, hingga riwayat luka pada kulit bisa memperlambat hilangnya bintik putih ini. Oleh karena itu, penggunaan produk perawatan kulit yang mendukung eksfoliasi ringan (pergantian sel kulit mati) sangat direkomendasikan untuk mencegah penumpukan keratin di bawah kulit.

Nah, mau tahu apa saja pilihan produk dan perawatan yang bisa membantu mempercepat hilangnya milia? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Produk Perawatan Milia yang Ampuh

Meskipun milia bisa memudar dengan sendirinya seiring waktu, menggunakan produk perawatan kulit yang tepat bisa sangat membantu mempercepat proses eksfoliasi. Produk-produk yang mengandung pelembap non-comedogenic, Salicylic Acid (BHA), dan Retinol adalah pilihan terbaik. Berikut adalah beberapa rekomendasi produk yang aman digunakan dan bisa kamu dapatkan tanpa resep dokter:

1. Cetaphil Gentle Skin Cleanser 125 ml

Cetaphil Gentle Skin Cleanser adalah pembersih wajah bertekstur lembut yang diformulasikan untuk semua jenis kulit, termasuk kulit sensitif. Produk ini bekerja dengan cara membersihkan kotoran, sisa makeup, dan debu tanpa mengganggu kelembapan alami kulit (pH balance). Kandungan aktifnya yang minimalis dan bebas sabun memastikan kulit tidak terasa kering atau tertarik setelah dicuci.

Bagi pemilik milia, menjaga kebersihan kulit secara rutin tanpa merusak *skin barrier* sangat penting agar kulit bisa melakukan regenerasi dengan optimal. Manfaat spesifiknya adalah mencegah penyumbatan folikel lebih lanjut yang bisa memicu bertambahnya milia.

Dosis dan aturan pakai:

  • Gunakan 2 kali sehari (pagi dan malam hari).
  • Usapkan secukupnya pada wajah yang sudah dibasahi, pijat lembut, lalu bilas dengan air. Produk ini juga bisa digunakan tanpa air dengan cara mengusapkannya ke wajah lalu sisa pembersih diangkat menggunakan kapas.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Cetaphil Gentle Skin Cleanser 125 ml di Toko Kesehatan Halodoc

2. Sebamed Clear Face Care Gel 50 ml

Salah satu penyebab munculnya milia pada orang dewasa adalah penggunaan krim wajah yang terlalu pekat atau berat. Sebamed Clear Face Care Gel hadir dengan tekstur gel berbahan dasar air yang mengandung *Hyaluronic Acid* dan *Aloe barbadensis*. Produk ini dirancang dengan pH 5.5 yang sesuai dengan mantel asam alami kulit.

Cara kerja utamanya adalah menghidrasi kulit tanpa memicu penyumbatan pori (non-comedogenic). Manfaat spesifik produk ini adalah melembapkan area wajah yang rentan milia (seperti bawah mata dan pipi) tanpa memberikan beban minyak berlebih, sehingga keratin tidak mudah terperangkap di bawah jaringan epidermis.

Dosis dan aturan pakai:

  • Oleskan secara merata pada wajah dan leher yang telah dibersihkan.
  • Gunakan pagi dan malam hari sebagai pelembap dasar.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Sebamed Clear Face Care Gel 50 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Mencegah Milia Bertambah Banyak
  1. Jangan pernah memencet milia: Memencet milia tidak akan mengeluarkan isinya, melainkan hanya akan merusak kulit, memicu kemerahan, atau meninggalkan bekas luka hitam.
  2. Gunakan sunscreen bertekstur ringan: Paparan sinar UV dapat menebalkan lapisan kulit terluar sehingga milia lebih sulit keluar. Gunakan tabir surya berbentuk gel atau cair.
  3. Hindari krim tebal di sekitar mata: Area mata memiliki kulit yang tipis. Penggunaan krim malam atau eye cream yang terlalu berlemak (rich cream) sangat memicu timbulnya milia.

3. Erha Acneact BHA & Allantoin Acne Blemish Toner 60 ml

Kandungan *Salicylic Acid* atau BHA (Beta Hydroxy Acid) merupakan agen eksfoliator kimiawi yang dapat larut dalam minyak. BHA bekerja sangat efektif meluruhkan ikatan sel kulit mati dan keratin yang menyumbat pori. Toner dari Erha ini mengombinasikan BHA dengan *Allantoin* yang berfungsi sebagai penenang kulit (soothing agent).

Meskipun ditargetkan untuk jerawat, manfaat BHA juga sangat krusial dalam perawatan milia. BHA akan menipiskan lapisan kulit mati yang menjebak kista keratin secara perlahan, sehingga seiring waktu milia akan terangkat dan luruh dengan sendirinya secara alami dan tanpa rasa sakit.

Dosis dan aturan pakai:

  • Tuangkan pada kapas bersih secukupnya.
  • Tepuk perlahan pada wajah yang sudah dicuci, fokuskan pada area yang berjerawat atau memiliki milia.
  • Gunakan 1-2 kali sehari. Jika kulit terasa kering, kurangi frekuensi penggunaan menjadi 2 hari sekali.

Obat ini termasuk golongan kosmetik/obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Erha Acneact BHA & Allantoin Acne Blemish Toner 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

4. Avoskin Miraculous Retinol Ampoule 30 ml

Retinol merupakan turunan dari Vitamin A yang telah terbukti secara klinis mampu mempercepat *cell turnover* atau pergantian sel kulit baru. Avoskin Miraculous Retinol Ampoule mengandung Actosome Retinol yang lebih stabil dan minim iritasi, dikombinasikan dengan *Peptide*, Vitamin E, dan *Green Tea Extract*.

Penggunaan retinol merupakan standar emas dalam penanganan masalah tekstur kulit di dermatologi. Manfaatnya untuk milia adalah mempercepat pergantian sel-sel epidermis, sehingga keratin yang terperangkap di bawah kulit secara bertahap akan terdorong ke atas dan menghilang. Retinol juga merangsang produksi kolagen yang membuat kulit menjadi lebih halus.

Dosis dan aturan pakai:

  • Gunakan HANYA pada malam hari.
  • Teteskan 2-3 tetes ke telapak tangan, aplikasikan pada wajah yang sudah bersih dan dikeringkan.
  • Bagi pemula, gunakan 2-3 kali dalam seminggu terlebih dahulu untuk melihat toleransi kulit. Wajib menggunakan sunscreen pada keesokan harinya.

Obat ini termasuk golongan kosmetik/obat bebas terbatas. Penggunaan pada ibu hamil dan menyusui sebaiknya dihindari atau dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Avoskin Miraculous Retinol Ampoule 30 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Mengenal Jenis-Jenis Milia

Untuk memahami berapa lama bintik ini bertahan, kita perlu mengenali jenis-jenisnya secara medis. Setiap jenis milia memiliki pemicu dan durasi penyembuhan yang berbeda-beda.

1. Neonatal Milia

Kondisi ini terjadi pada sekitar 50 persen bayi baru lahir. Milia jenis ini muncul di hidung, pipi, kulit kepala, hingga di dalam mulut bayi (dikenal sebagai *Epstein pearls*). Kondisi ini diyakini disebabkan oleh kelenjar keringat bayi yang belum berkembang sempurna. Ini adalah jenis milia yang paling cepat hilang sendiri, biasanya dalam hitungan beberapa minggu tanpa perawatan apa pun.

2. Primary Milia

Milia primer dapat terjadi pada anak-anak hingga orang dewasa muda. Bintik ini muncul begitu saja tanpa adanya riwayat kerusakan kulit sebelumnya. Lokasi paling umum adalah kelopak mata, pipi, dahi, dan terkadang di area genital. Pada orang dewasa, milia jenis ini dapat memakan waktu beberapa bulan untuk hilang secara mandiri, dan seringkali membutuhkan bantuan eksfoliator topikal ringan.

3. Secondary Milia (Traumatic Milia)

Milia jenis ini terbentuk di area kulit yang sebelumnya pernah mengalami kerusakan atau trauma. Penyebab umumnya termasuk luka bakar, paparan sinar matahari ekstrim, penggunaan krim kortikosteroid dalam jangka panjang, atau prosedur pelapisan ulang kulit (seperti dermabrasi kulit dan terapi laser). Kerusakan pada lapisan kulit mengganggu aliran alami keratin, sehingga ia terperangkap.

Tindakan Medis untuk Mengatasi Milia

Jika kamu merasa tidak sabar menunggu milia hilang sendiri, atau jika jumlah bintiknya sangat banyak dan mengganggu penampilan, dokter spesialis kulit (dermatolog) dapat melakukan tindakan medis klinis yang aman dan cepat, di antaranya:

1. Deroofing (Ekstraksi Manual)

Ini adalah metode paling umum. Dokter akan menggunakan jarum steril kecil atau pisau bedah khusus untuk membuat sayatan mikroskopis di permukaan milia. Setelah itu, kista keratin yang keras tersebut akan dikeluarkan secara hati-hati menggunakan alat ekstraktor komedo. Prosedur ini sangat cepat, tanpa rasa sakit yang berlebih, dan tidak meninggalkan bekas luka jika dilakukan oleh tenaga medis ahli.

2. Cryotherapy (Terapi Beku)

Pada beberapa kasus milia yang lebih besar atau berkelompok, dokter mungkin menggunakan nitrogen cair untuk membekukan milia. Metode ini akan menghancurkan kista tersebut, yang kemudian akan mengering dan mengelupas dengan sendirinya dalam beberapa hari.

3. Laser Ablation

Penggunaan sinar laser difokuskan langsung ke kista milia untuk memecah penumpukan keratin di bawah kulit. Terapi laser dinilai sangat efektif untuk jenis *milia en plaque* (milia yang berkumpul membentuk bercak pada kulit yang meradang), sekaligus memperbaiki tekstur kulit di sekitarnya.

Studi Mengenai Milia

Pediatric Dermatology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa milia neonatal bersifat jinak (benign) dan akan beresolusi (hilang) secara spontan tanpa intervensi medis dalam 4 minggu pertama kehidupan bayi.

Studi tersebut menegaskan pentingnya edukasi bagi orang tua agar tidak mencoba menggosok atau mengoleskan salep keras pada kulit bayi. Namun sebaliknya, dalam kasus milia dewasa yang dibahas dalam jurnal *Cutaneous Medicine*, resolusi spontan sangat jarang terjadi dengan cepat akibat lambatnya laju perputaran sel epidermis (epidermal turnover rate) seiring bertambahnya usia. Oleh karena itu, intervensi dengan agen keratolitik seperti *retinoid topikal* (Retinol/Tretinoin) direkomendasikan secara farmakologis untuk memecah impaksi keratin pada orang dewasa.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Jika gejala tidak kunjung membaik atau milia semakin meradang kemerahan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter spesialis kulit. Kamu bisa dengan mudah beli skincare dan produk perawatan kulit dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc, kapan saja dan di mana saja.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Milia.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Milia: Causes, Treatment & Prevention.
American Academy of Dermatology (AAD). Diakses pada 2024. How to safely exfoliate at home.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Milia – StatPearls.

FAQ

1. Apakah milia bisa hilang sendiri tanpa diobati?

Ya, terutama pada bayi baru lahir, milia dapat hilang sendiri dalam beberapa minggu. Pada orang dewasa, milia juga bisa hilang sendiri secara alami, tetapi prosesnya memakan waktu yang jauh lebih lama, dari hitungan bulan hingga tahun.

2. Apakah milia boleh dipencet dengan tangan?

Tidak boleh. Berbeda dengan jerawat biasa, isi milia berupa keratin yang sangat keras dan tertutup rapat oleh kulit. Memencetnya dengan paksa tidak akan mengeluarkan isinya, melainkan bisa menyebabkan iritasi, luka berdarah, dan risiko infeksi bakteri.

3. Skincare apa yang tidak boleh digunakan jika memiliki milia?

Sebaiknya hindari penggunaan pelembap dengan tekstur yang sangat tebal (seperti petroleum jelly) atau *eye cream* yang terlalu *rich/heavy* di sekitar mata. Kandungan yang terlalu oklusif dapat menghalangi luruhnya sel kulit mati dan memicu terbentuknya milia baru.

4. Kapan saya harus menemui dokter untuk masalah milia?

Kamu disarankan ke dokter spesialis kulit jika milia semakin bertambah banyak dan menyebar luas, mulai terasa sakit, berubah menjadi kemerahan, atau jika kamu ingin menghilangkannya secara cepat demi alasan estetika melalui prosedur klinis yang aman seperti ekstraksi menggunakan jarum steril.