Ad Placeholder Image

Catat, Ini Gejala Keputihan Abnormal yang Perlu Diwaspadai

6 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 22 Juni 2026

“Keputihan abnormal muncul disertai dengan sejumlah gejala. Waspadalah jika keputihanmu berubah tekstur, warnanya menjadi hijau, kuning, atau bahkan berdarah, serta muncul bau amis.”

Catat, Ini Gejala Keputihan Abnormal yang Perlu DiwaspadaiCatat, Ini Gejala Keputihan Abnormal yang Perlu Diwaspadai

DAFTAR ISI


Keputihan sebenarnya adalah proses alami tubuh wanita untuk membersihkan dan melindungi area kewanitaan. Cairan yang diproduksi oleh kelenjar di leher rahim dan dinding vagina ini membawa sel-sel mati dan bakteri keluar, sehingga vagina tetap bersih dan terhindar dari infeksi. Dalam kondisi normal, keputihan biasanya berwarna bening hingga keputihan, tidak berbau tajam, dan teksturnya bisa berubah tergantung siklus menstruasi.

Namun, kamu perlu waspada jika terjadi perubahan signifikan pada cairan tersebut. Keputihan abnormal adalah kondisi di mana cairan vagina mengalami perubahan warna, bau, konsistensi, atau disertai gejala penyerta seperti gatal dan nyeri. Kondisi ini sering kali menjadi sinyal adanya infeksi bakteri, jamur, atau parasit yang memerlukan penanganan medis tepat agar tidak menimbulkan komplikasi lebih lanjut pada organ reproduksi.

Memahami perbedaan antara keputihan yang sehat dan yang bermasalah sangat penting bagi setiap wanita. Banyak wanita yang merasa cemas atau justru mengabaikan gejala awal keputihan abnormal karena dianggap sebagai hal yang biasa. Padahal, penanganan dini dapat mencegah risiko penyakit radang panggul hingga masalah kesuburan di masa depan.

Nah, mau tahu apa saja tanda-tanda dan cara mengatasi keputihan abnormal? Berikut ulasannya!

Mengenal Keputihan Abnormal

Secara medis, keputihan abnormal dikenal sebagai leukore patologis. Berbeda dengan keputihan fisiologis (normal) yang muncul saat masa subur atau menjelang haid, keputihan abnormal disebabkan oleh gangguan keseimbangan mikrobiota di vagina. Vagina memiliki ekosistem alami yang didominasi oleh bakteri baik bernama Lactobacillus. Bakteri ini menjaga tingkat keasaman (pH) vagina tetap rendah (asam) untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme jahat.

Ketika keseimbangan ini terganggu—baik karena faktor kebersihan, gaya hidup, penggunaan sabun pembersih yang keras, hingga aktivitas seksual—mikroorganisme patogen seperti jamur Candida albicans atau bakteri anaerob dapat berkembang biak dengan cepat. Inilah yang kemudian memicu munculnya lendir dengan karakteristik yang tidak biasa.

Karakteristik Keputihan Abnormal

Untuk mengidentifikasi apakah kondisi yang kamu alami termasuk kategori abnormal, perhatikan poin-poin berikut ini:

1. Perubahan Warna dan Konsistensi

Keputihan abnormal sering kali menunjukkan warna yang mencolok. Warna kelabu atau putih keabu-abuan biasanya merujuk pada infeksi bakteri. Warna kuning kehijauan dan berbusa sering dikaitkan dengan infeksi menular seksual. Sementara itu, keputihan yang sangat kental dan bergumpal seperti keju (cottage cheese) adalah tanda khas infeksi jamur.

2. Aroma yang Tidak Sedap

Lendir vagina yang sehat biasanya tidak berbau atau berbau khas namun tidak menyengat. Pada keputihan abnormal, sering muncul aroma amis yang sangat kuat (terutama setelah berhubungan intim) atau bau busuk yang mengganggu kepercayaan diri.

3. Gejala Penyerta (Iritasi)

Salah satu tanda yang paling mengganggu dari keputihan abnormal adalah rasa gatal yang hebat di area vulva dan vagina. Selain itu, kulit di sekitar area kewanitaan mungkin tampak kemerahan, bengkak, dan terasa perih saat buang air kecil atau saat melakukan hubungan seksual.

Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai
  1. Keputihan disertai bercak darah di luar siklus menstruasi.
  2. Nyeri hebat pada panggul atau perut bagian bawah.
  3. Demam yang menyertai keluhan keputihan.

Penyebab Utama Keputihan Abnormal

Ada beberapa penyebab paling umum mengapa seseorang mengalami keputihan yang tidak normal, di antaranya:

1. Vaginosis Bakterialis (BV)

Ini adalah penyebab paling umum. BV terjadi ketika populasi bakteri jahat lebih banyak daripada bakteri baik. Ciri khasnya adalah cairan encer berwarna putih abu-abu dengan aroma amis yang tajam.

2. Infeksi Jamur (Kandidiasis Vagina)

Pertumbuhan jamur berlebih sering dipicu oleh penggunaan antibiotik jangka panjang, kehamilan, diabetes yang tidak terkontrol, atau sistem imun yang lemah. Gejala utamanya adalah gatal luar biasa dan lendir putih kental.

3. Trikomoniasis

Penyakit ini disebabkan oleh parasit bernama Trichomonas vaginalis. Biasanya ditularkan melalui hubungan seksual. Cairannya cenderung berwarna kuning kehijauan, berbusa, dan berbau sangat tidak sedap.

Jika kamu mengalami gejala-gejala di atas, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis yang akurat melalui pemeriksaan laboratorium atau swab vagina.

Tips Mencegah Keputihan Abnormal

Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Berikut adalah langkah-langkah sederhana namun efektif untuk menjaga kesehatan organ intim:

  • Gunakan pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat.
  • Hindari penggunaan sabun pembersih kewanitaan yang mengandung parfum atau antiseptik keras karena dapat merusak pH vagina.
  • Basuh area kewanitaan dari depan ke belakang (dari arah vagina ke anus) setelah buang air kecil.
  • Ganti pembalut secara rutin saat sedang menstruasi.
  • Batasi konsumsi makanan tinggi gula yang dapat memicu pertumbuhan jamur.

Selain menjaga kebersihan, pemenuhan nutrisi dan penggunaan suplemen kesehatan juga dapat membantu menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang infeksi. Kamu bisa dengan mudah beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk kebutuhan perawatan area kewanitaan yang aman.

Studi Mengenai Keputihan Abnormal

Journal of Clinical Medicine Research menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa ketidakseimbangan mikrobiota vagina (disbiois) secara signifikan meningkatkan risiko penularan infeksi menular seksual dan komplikasi kehamilan.

Studi tersebut menekankan pentingnya menjaga populasi Lactobacillus sebagai benteng pertahanan utama vagina. Penggunaan probiotik spesifik seringkali disarankan sebagai terapi tambahan untuk mencegah kekambuhan vaginosis bakterialis maupun kandidiasis yang sering berulang pada wanita usia produktif.

Punya Keluhan Keputihan yang Mengganggu? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan terkait keputihan yang tidak biasa, tapi bingung harus melakukan apa? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

FAQ

1. Apakah keputihan abnormal bisa sembuh sendiri?

Beberapa keputihan ringan akibat kelelahan mungkin membaik dengan istirahat, namun jika disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, atau parasit, kondisi ini tidak akan sembuh sendiri dan memerlukan pengobatan spesifik seperti antibiotik atau antifungal.

2. Apa perbedaan keputihan normal dan tidak normal?

Keputihan normal tidak berbau, tidak gatal, dan berwarna bening atau putih susu. Keputihan tidak normal biasanya berbau menyengat, berwarna kuning/hijau/abu-abu, teksturnya menggumpal, dan disertai gatal atau nyeri.

3. Apakah stres bisa menyebabkan keputihan abnormal?

Ya, stres dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan menurunkan sistem kekebalan tubuh, yang pada akhirnya dapat mengganggu keseimbangan pH vagina dan memicu pertumbuhan jamur atau bakteri penyebab keputihan.

4. Bolehkah menggunakan daun sirih untuk mengobati keputihan?

Daun sirih memiliki sifat antiseptik, namun penggunaannya yang terlalu sering atau dalam konsentrasi yang salah justru dapat mematikan bakteri baik (Lactobacillus) dan memperburuk kondisi infeksi. Sebaiknya konsultasikan ke dokter sebelum menggunakan pengobatan herbal.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Vaginal Discharge: Colors, Causes, and When to See a Doctor.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Vaginal Discharge: What’s Normal & What’s Not.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Sexually Transmitted Infections (STIs).
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Menjaga Kebersihan Organ Reproduksi Wanita.
NCBI – Journal of Clinical Medicine Research. Diakses pada 2026. Vaginal Microbiome and Its Relationship to Female Gynecological Diseases.