• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Catat, Ini Jenis-Jenis Spondilolistesis yang Perlu Diketahui
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Catat, Ini Jenis-Jenis Spondilolistesis yang Perlu Diketahui

Catat, Ini Jenis-Jenis Spondilolistesis yang Perlu Diketahui

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 22 November 2022

“Ada berbagai jenis spondilolistesis yang dapat terjadi pada tulang belakang. Salah satu di antaranya merupakan bawaan lahir.”

Catat, Ini Jenis-Jenis Spondilolistesis yang Perlu DiketahuiCatat, Ini Jenis-Jenis Spondilolistesis yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta – Memengaruhi tulang belakang, jenis spondilolistesis ternyata ada banyak, lho. Penyakit ini menyebabkan ketidakstabilan tulang belakang. Ini artinya, tulang belakang bergerak lebih banyak dari yang seharusnya. 

Hal ini menyebabkan salah satu tulang belakang tergelincir keluar dari tempatnya, ke bagian bawahnya. Ini dapat memberi tekanan pada saraf, yang memicu nyeri punggung bawah atau nyeri pada kaki.

Berbagai Jenis Spondilolistesis

Nama spondilolistesis berasal dari kata Yunani “spondylos” yang artinya “tulang belakang”, dan listhesis yang berarti “tergelincir”. Berdasarkan penyebabnya, spondilolistesis memiliki banyak jenis, yaitu:

1. Displastik spondilolistesis

Spondilolistesis jenis ini juga punya nama lain, yaitu spondilolistesis kongenital. Ini adalah kondisi tergelincirnya tulang belakang akibat cacat yang ada saat lahir. 

Cacat ini dapat melemahkan sendi facet, titik artikulasi di mana dua tulang belakang bertemu untuk menciptakan gerakan tulang belakang. Saat titik sambungan ini rentan, gerakan sehari-hari, seperti menekuk atau memutar, dapat membuat tulang belakang tidak sejajar.

2. Isthmic spondilolistesis

Kondisi ini terjadi ketika fraktur stres berkembang di pars interarticularis. Ini adalah potongan sempit tulang yang menghubungkan tulang belakang pada sendi facet. Anak-anak biasanya mengalami patah tulang jenis ini antara usia 5–7 tahun. Namun, gejala bisa jadi tidak terlihat sampai dewasa, ketika sendi facet terus mengalami degenerasi dan terjadi spondilolistesis.

3. Spondilolistesis degeneratif

Jika sendi facet merosot karena faktor usia, maka jenis spondilolistesis ini dapat terjadi. Ini sering terjadi sebagai konsekuensi yang cukup umum dari osteoartritis. 

Penyakit ini dapat menyebabkan stenosis tulang belakang, atau penyempitan saluran tulang belakang yang menampung sumsum tulang belakang. Saat ini terjadi, gejala seperti kelemahan otot pada paha belakang, bisa muncul.

4. Traumatic spondilolistesis  

Patah tulang belakang akibat cedera mendadak seperti kecelakaan kendaraan atau jatuh dapat langsung membuat tulang belakang tidak sejajar. Ketika ini terjadi, dokter menyebut jenis spondilolistesis ini sebagai traumatis. Ini membedakan jenis dislokasi tulang belakang dari isthmic spondilolistesis, yang dapat terjadi secara alami selama masa kanak-kanak.

5. Spondilolistesis patologis

Kondisi ini terjadi akibat penyakit yang mendasarinya, seperti penyakit Paget, tumor tulang belakang, atau osteomielitis. Masing-masing gangguan ini dapat melemahkan titik perlekatan yang menyatukan tulang belakang. Hal ini dapat mengakibatkan cedera tulang belakang secara tiba-tiba, seperti tulang belakang yang tergelincir.

6. Spondilolistesis Iatrogenik 

Spondilolistesis jenis ini terjadi ketika kesalahan pembedahan melemahkan integritas struktural tulang belakang, yang menyebabkan spondilolistesis. Misalnya, selama laminektomi, dokter bedah tulang belakang mengangkat lamina, atau bagian belakang tulang belakang, untuk mengurangi tekanan pada akar saraf tulang belakang. 

Namun, pada beberapa kasus, dokter kemudian perlu memasukkan perangkat keras untuk menjaga stabilitas tulang belakang. Jika langkah terakhir yang krusial ini terlewatkan, seseorang dapat mengalami komplikasi pascaoperasi, seperti spondilolistesis.

Bagaimana Pencegahannya?

Setelah mengetahui berbagai jenis spondilolistesis tadi, kamu juga perlu mengetahui cara mencegahnya. Meski tidak ada cara pasti untuk mencegahnya, kamu dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko spondilolistesis, dengan cara:

  • Melakukan latihan atau olahraga rutin yang bertujuan untuk otot punggung dan perut yang kuat.
  • Mempertahankan berat badan yang sehat. Sebab, kelebihan berat badan memberi tekanan tambahan pada punggung bagian bawah.
  • Konsumsi makanan yang sehat dan seimbang untuk menjaga tulang tetap ternutrisi dan kuat.

Itulah jenis-jenis spondilolistesis dan tips mencegahnya. Jika kamu mengalami cedera atau nyeri pada tulang belakang, segera download Halodoc untuk membuat janji medis dengan dokter.

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. spondilolistesis.
New York City Spine. Diakses pada 2022. 6 Types of spondilolistesis.
Top Doctors UK. Diakses pada 2022. 5 Different Types of spondilolistesis.