Ad Placeholder Image

Catat, Ini Makanan untuk Anak Diare yang Aman Dikonsumsi

6 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

Supaya bisa sembuh dengan cepat, ibu perlu tahu makanan untuk anak diare yang kaya nutrisi dan pastinya aman.

Catat, Ini Makanan untuk Anak Diare yang Aman DikonsumsiCatat, Ini Makanan untuk Anak Diare yang Aman Dikonsumsi

DAFTAR ISI


Diare pada anak merupakan kondisi yang sering kali membuat orang tua merasa khawatir. Kondisi ini ditandai dengan buang air besar (BAB) yang lebih sering dari biasanya dengan konsistensi feses yang cair atau lembek. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari infeksi virus (seperti Rotavirus), bakteri, parasit, hingga keracunan makanan atau intoleransi terhadap jenis makanan tertentu. Bahaya utama dari diare adalah risiko dehidrasi atau kekurangan cairan yang dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani dengan tepat.

Pemberian makanan yang tepat menjadi kunci utama dalam proses pemulihan diare pada anak. Usus anak yang sedang meradang memerlukan asupan nutrisi yang mudah dicerna namun tetap mampu memberikan energi dan membantu memadatkan feses. Selain asupan nutrisi dari makanan alami, bantuan dari obat-obatan bebas seperti oralit, probiotik, dan suplementasi zinc sangat penting untuk mempercepat penyembuhan dan mengganti elektrolit yang hilang.

Sebagai orang tua, kamu perlu memahami bahwa tidak semua makanan aman dikonsumsi saat sistem pencernaan si kecil sedang terganggu. Strategi nutrisi yang tepat dikombinasikan dengan pengobatan yang aman akan sangat membantu proses penyembuhan. Jika kondisi anak tidak membaik dalam 24 jam atau menunjukkan tanda dehidrasi berat, segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih lanjut.

Nah, mau tahu apa saja pilihan makanan dan produk kesehatan pendukung untuk mengatasi diare pada anak? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Obat dan Suplemen Diare Anak yang Ampuh

Selain memberikan asupan makanan yang tepat, penggunaan produk kesehatan yang membantu menjaga keseimbangan cairan dan bakteri baik di usus sangat disarankan. Kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk memudahkan penanganan di rumah.

1. Oralit 200 mg 1 Sachet

Oralit adalah lini pertama dalam penanganan diare. Produk ini mengandung senyawa Natrium klorida, Kalium klorida, Trisodium sitrat dihidrat, dan Glukosa anhidrat. Oralit bekerja dengan cara mengganti cairan tubuh dan elektrolit (garam-garam mineral) yang terbuang bersama feses saat diare terjadi. Berbeda dengan air putih biasa, oralit memiliki komposisi glukosa dan garam yang seimbang untuk mengoptimalkan penyerapan cairan di usus.

Manfaat utamanya adalah mencegah dehidrasi pada anak. Dehidrasi adalah komplikasi paling berbahaya dari diare yang bisa menyebabkan lemas hingga penurunan kesadaran.

Dosis dan aturan pakai:

  • Anak usia di bawah 1 tahun: 1.5 – 2 gelas pada 3 jam pertama, kemudian 0.5 gelas tiap kali BAB cair.
  • Anak usia 1 – 5 tahun: 3 gelas pada 3 jam pertama, kemudian 1 gelas tiap kali BAB cair.
  • Anak usia di atas 5 tahun: 6 gelas pada 3 jam pertama, kemudian 1.5 gelas tiap kali BAB cair.

Larutkan 1 sachet oralit ke dalam 200 ml air matang. Produk ini termasuk golongan obat bebas.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Oralit 200 mg 1 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc

2. L-Bio 1 Gram Sachet

L-Bio merupakan suplemen probiotik yang mengandung berbagai bakteri baik seperti Lactobacillus acidophilus, Bifidobacterium longum, dan Streptococcus thermophilus. Cara kerjanya adalah dengan menyeimbangkan kembali mikroflora di dalam usus yang terganggu akibat infeksi penyebab diare. Bakteri baik ini membantu melawan bakteri patogen (jahat) yang menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan.

Manfaat L-Bio termasuk membantu menjaga kesehatan fungsi pencernaan, meringankan diare akibat intoleransi laktosa atau penggunaan antibiotik, dan membantu proses pemulihan usus setelah sakit.

Dosis dan aturan pakai:

  • Anak usia 2 tahun ke atas: 2 – 3 sachet per hari.
  • Anak usia di bawah 2 tahun: Sesuai anjuran dokter.

Serbuk dapat diberikan langsung, dicampur dengan makanan bayi, susu, atau air putih. Suplemen ini termasuk kategori suplemen kesehatan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan L-Bio 1 Gram Sachet di Toko Kesehatan Halodoc

3. Guanistrep Sirup 60 ml

Guanistrep mengandung kombinasi Kaolin dan Pektin. Kaolin bekerja sebagai adsorben yang menyerap racun, bakteri, atau virus di dalam saluran pencernaan yang memicu diare. Sementara itu, Pektin berfungsi untuk membantu memadatkan konsistensi feses. Kombinasi keduanya sangat efektif untuk menghentikan diare yang tidak diketahui penyebab spesifiknya (non-spesifik).

Manfaatnya adalah mengurangi frekuensi buang air besar dan memperbaiki tekstur feses menjadi lebih padat sehingga anak tidak cepat kehilangan cairan.

Dosis dan aturan pakai:

  • Anak usia 3 – 6 tahun: 1 – 2 sendok takar (5-10 ml), maksimal 8 sendok takar dalam 24 jam.
  • Anak usia 6 – 12 tahun: 1 – 2 sendok makan (15 ml), maksimal 6 sendok makan dalam 24 jam.
  • Anak usia di atas 12 tahun: 2 sendok makan (30 ml), maksimal 8 sendok makan dalam 24 jam.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Guanistrep Sirup 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Tanda-Tanda Dehidrasi pada Anak yang Perlu Diwaspadai:
  1. Mulut dan bibir tampak kering atau pecah-pecah.
  2. Menangis tanpa mengeluarkan air mata.
  3. Buang air kecil berkurang (popok tetap kering lebih dari 6 jam).
  4. Mata tampak cekung dan ubun-ubun pada bayi terlihat melekuk ke dalam.
  5. Anak tampak sangat lemas, rewel berlebihan, atau justru terus mengantuk.

4. Interlac Sachet 5 gram

Interlac mengandung bakteri asam laktat Lactobacillus reuteri Protectis yang telah teruji secara klinis aman dan efektif untuk anak-anak, bahkan bayi baru lahir. Bakteri ini bekerja secara aktif di dalam saluran cerna untuk memperbaiki sistem imun usus dan menghambat pertumbuhan kuman penyebab diare.

Manfaat Interlac meliputi pengobatan dan pencegahan diare, mengurangi kram perut, serta mengatasi masalah pencernaan seperti sembelit atau kolik pada bayi. Keunggulannya adalah formulasinya yang stabil dan tidak mengubah rasa makanan/minuman.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dosis umum: 1 sachet per hari atau sesuai anjuran dokter.

Serbuk dapat dikonsumsi langsung atau dicampur dengan sedikit air atau makanan. Hindari mencampurnya dengan air panas. Produk ini termasuk kategori suplemen.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Interlac Sachet 5 gram di Toko Kesehatan Halodoc

5. Zincpro Sirup 60 ml

Zincpro mengandung Zinc Sulfate Monohydrate. Zinc merupakan mikronutrien penting yang sangat dibutuhkan selama episode diare. Cara kerjanya adalah dengan membantu regenerasi sel epithel usus yang rusak akibat diare, meningkatkan absorpsi air dan elektrolit, serta memperkuat sistem imun saluran cerna.

Manfaat Zincpro sangat signifikan: pemberian zinc selama 10 hari berturut-turut dapat memperpendek durasi diare, mengurangi keparahan diare, dan mencegah kambuhnya diare dalam 2-3 bulan ke depan.

Dosis dan aturan pakai:

  • Bayi 2 – 6 bulan: 5 ml (1 sendok takar) diberikan 1 kali sehari selama 10 hari berturut-turut.
  • Anak 6 bulan – 5 tahun: 10 ml (2 sendok takar) diberikan 1 kali sehari selama 10 hari berturut-turut.

Harus tetap diberikan selama 10 hari meski diare sudah berhenti. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Zincpro Sirup 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Makanan Terbaik untuk Anak saat Diare

Selain memberikan obat-obatan di atas, pengaturan pola makan sangat krusial. Sistem pencernaan anak yang sedang sakit tidak boleh “diistirahatkan” total, namun harus diberi beban kerja yang ringan. Berikut adalah beberapa jenis makanan yang sangat dianjurkan:

1. Diet BRAT (Banana, Rice, Applesauce, Toast)

Metode diet ini sudah lama dikenal sebagai standar makanan untuk masalah pencernaan. Pisang (Banana) kaya akan kalium untuk mengganti elektrolit; Nasi (Rice) dan Roti panggang (Toast) merupakan karbohidrat rendah serat yang mudah diserap; dan Saus apel (Applesauce) mengandung pektin untuk memadatkan feses.

2. Sup Kaldu dan Kuah Bening

Sup ayam dengan kuah bening tanpa lemak berlebih sangat baik untuk menjaga hidrasi. Kuah kaldu mengandung garam alami yang membantu tubuh menahan cairan dan memberikan rasa nyaman pada perut anak yang mulas.

3. Protein Rendah Lemak

Jika anak masih memiliki nafsu makan, berikan protein yang mudah dicerna seperti dada ayam rebus atau kukus, telur rebus, atau ikan putih. Pastikan tidak diolah dengan cara digoreng karena minyak dapat memperburuk diare.

Makanan yang Harus Dihindari saat Anak Diare

Beberapa makanan justru dapat memperparah kondisi peradangan di usus si kecil, di antaranya:

1. Makanan Tinggi Gula dan Jus Buah Kemasan

Gula yang berlebihan, terutama fruktosa dan sorbitol, dapat menarik air ke dalam usus (efek osmotik) yang justru membuat feses semakin cair. Hindari memberikan minuman bersoda atau jus buah manis saat diare.

2. Produk Susu Sapi (Kecuali ASI)

Saat diare, tubuh anak sering kali mengalami defisiensi enzim laktase sementara. Hal ini membuat mereka sulit mencerna laktosa dalam susu sapi, yang dapat memicu gas dan diare makin parah. Namun, pemberian ASI harus tetap dilanjutkan sesering mungkin.

3. Makanan Berminyak dan Pedas

Lemak membutuhkan proses pencernaan yang lebih kompleks di usus halus. Saat usus sedang meradang, lemak tidak akan terserap maksimal dan justru memicu rasa mual serta diare yang lebih sering.

Studi Mengenai Manajemen Diare pada Anak

The Lancet Global Health menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa suplementasi Zinc yang dikombinasikan dengan Oralit (Low Osmolarity ORS) dapat menurunkan angka kematian anak akibat diare secara signifikan di negara berkembang.

Studi tersebut menegaskan bahwa Zinc membantu mempercepat perbaikan jaringan usus yang rusak akibat infeksi patogen. Hal ini mendukung rekomendasi WHO untuk memberikan Zinc selama 10-14 hari pada setiap kasus diare anak untuk meningkatkan pertahanan imun saluran cerna jangka panjang.

Jika diare disertai dengan darah, demam tinggi di atas 39 derajat Celcius, atau anak tidak mau minum sama sekali, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan menunggu hingga kondisi fisik anak sangat drop.

Kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Anak Sedang Diare dan Bingung Memberi Makan Apa? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan terkait pencernaan si kecil, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

HILDA ([Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Diarrhoeal disease.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Diarrhea in children: What to feed your child.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) pada Diare.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. BRAT Diet: Recovering From an Upset Stomach.
American Academy of Pediatrics. Diakses pada 2026. Diarrhea in Children.

FAQ

1. Apa saja makanan untuk anak diare yang paling aman?

Makanan yang paling aman adalah yang rendah serat dan mudah dicerna seperti pisang, nasi putih, bubur tanpa santan, saus apel, dan roti panggang (diet BRAT). Hindari makanan berlemak dan pedas.

2. Bolehkah anak minum susu saat diare?

Jika masih bayi, ASI harus tetap diberikan. Namun, untuk anak yang minum susu sapi, sebaiknya dihindari sementara atau dikurangi jika memicu perut kembung, karena usus sedang sulit mencerna laktosa saat diare.

3. Mengapa Zinc harus diberikan selama 10 hari padahal diare sudah berhenti?

Zinc berfungsi untuk memperbaiki sel usus dan meningkatkan imun tubuh. Pemberian 10 hari bertujuan memastikan usus pulih sempurna dan mencegah diare datang kembali dalam beberapa bulan ke depan.

4. Kapan dehidrasi pada anak dianggap berbahaya?

Dehidrasi dianggap berbahaya jika anak tampak sangat lemas, tidak buang air kecil lebih dari 6-8 jam, air mata tidak keluar saat menangis, dan mata terlihat sangat cekung. Segera hubungi dokter jika ini terjadi.