• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Catat, Ini Tahap Perkembangan Psikologi Remaja
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Catat, Ini Tahap Perkembangan Psikologi Remaja

Catat, Ini Tahap Perkembangan Psikologi Remaja

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 28 Oktober 2022

“Tahap perkembangan remaja termasuk dalam aspek fisik dan psikis atau emosinya. Orang tua mungkin mendapati anak kerap menyanggah dan terlihat seperti tidak menurut.”

Catat, Ini Tahap Perkembangan Psikologi RemajaCatat, Ini Tahap Perkembangan Psikologi Remaja

Halodoc, Jakarta – Setelah sekian lama bersenang-senang di usianya yang masih anak-anak, sang buah hati mulai mengalami transisi ke masa remaja. Ini cenderung terjadi pada rentang usia antara 10 sampai 19 tahun. Tak hanya mengalami perubahan pada fisiknya, anak yang mulai masuk masa remaja juga mengalami perubahan pada emosi dan psikologinya. 

Ketika masuk pada periode ini, anak akan menjadi lebih penuh energi, memiliki idealisme tinggi, lebih kritis dalam berpikir dan berpendapat, hingga memiliki ketertarikan yang besar pada berbagai hal yang bisa saja benar atau sebaliknya. 

Fase remaja ini kerap menjadi periode yang sangat rentan memicu konflik antara orang tua dan anak. Meski begitu, mengerti bagaimana tahapan perkembangan psikologi remaja akan sangat membantu bagi orang tua dalam menghadapi sang buah hati yang sedang mencari jati dirinya.

Tahapan Perkembangan Psikologi Remaja

Tahapan perkembangan psikologi remaja cenderung mengalami perubahan seiring dengan bertambahnya usia anak. Berikut penjelasan perkembangan psikologi remaja berdasarkan usianya:

1. Usia 10 sampai 13 tahun

Usia awal remaja ini menunjukkan bahwa anak mulai baru memasuki fase puber. Anak akan mengalami banyak sekali perubahan. Misalnya, tumbuhnya payudara dan menstruasi pada anak perempuan, tumbuhnya jakun dan berubahnya suara pada anak laki-laki.

Sementara itu, tahap perkembangan psikologi remaja pada rentang usia ini yang bisa orangtua perhatikan adalah:

  • Mulai membentuk persahabatan yang kuat dan kompleks.
  • Mulai mencari jati diri yang bisa membuat dirinya merasa nyaman.
  • Mulai membutuhkan privasi dan terlihat membatasi interaksi dengan orang tua.
  • Mulai memberikan perhatian terhadap tubuh dan penampilannya sebagai efek dari perubahan fisik pada masa puber.

2. Usia 14 sampai 17 tahun

Memasuki rentang usia 14 sampai 17 tahun, perubahan masih terus berlanjut pada remaja. Tahap perkembangan psikologi remaja pada usia ini akan semakin terlihat, sebab anak mulai menemukan dan membangun jati dirinya. Lalu, bagaimana perubahan psikologis pada remaja usia ini yang bisa diperhatikan?

  • Mulai memiliki ketertarikan pada lawan jenis. 
  • Mulai menunjukkan rasa mandiri sehingga tidak lagi banyak mengandalkan peran orang tua.
  • Mulai mengalami perubahan suasana hati.
  • Lebih sering menghabiskan waktu dengan teman.
  • Mulai dapat berpikir dengan menggunakan logika meski masih cenderung didominasi oleh emosi. Alhasil, pada usia ini anak memang rentan melakukan berbagai hal yang berisiko, mulai dari seks bebas, mengonsumsi alkohol, tawuran, hingga balap liar.

3. Usia 18 sampai 19 tahun

Memasuki rentang usia ini, perkembangan fisik remaja telah berakhir. Selain itu, tahap perkembangan psikologis remaja pada usia ini juga lebih terkontrol daripada usia sebelumnya. Ini membuat anak tidak lagi cenderung melakukan tindakan berisiko dan lebih mampu memahami segala sebab dan akibat dari suatu keadaan.

Terkait dengan perkembangan psikologi remaja usia 18 sampai 19 tahun, berikut hal yang dapat ibu perhatikan:

  • Mulai menjalin hubungan romantis dengan lawan jenis.
  • Mulai memikirkan masa depan.
  • Emosi yang cenderung menjadi lebih terkendali dan stabil.
  • Kemandirian semakin terlihat, bahkan tidak lagi memerlukan bantuan orang tua dalam segala hal.
  • Mampu mengambil keputusan sendiri dengan banyak pertimbangan.

Meski demikian, usia akhir remaja ini lebih rentan dengan berbagai masalah kesehatan mental. Contohnya seperti depresi, rasa cemas berlebihan, bipolar, gangguan makan, dan banyak lagi. Inilah mengapa, peran orang tua justru sangat dibutuhkan untuk membantu anak melalui semua hal tersebut, tanpa mengintervensi lebih banyak dalam kehidupan pribadi yang menjadi privasinya.

Apabila ibu membutuhkan bantuan dalam menghadapi tahap perkembangan psikologi remaja, langsung saja tanyakan pada psikolog di Halodoc. Caranya cukup dengan download Halodoc di ponsel ibu. Sangat praktis, bukan?

Referensi:
Psychology Today. Diakses pada 2022. Adolescence.
The Center for Parenting Education. Diakses pada 2022. UNDERSTANDING YOUR ADOLESCENT.
Healthy Children. Diakses pada 2022. Stages of Adolescence.
CDC. Diakses pada 2022. Teenagers (15-17 years of age).
MomJunction. Diakses pada 2022. Teen Rebellion: Why Do They Rebel And How To Deal With It?