
Cegukan Tak Kunjung Hilang? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Cegukan adalah gerakan refleks tiba-tiba pada diafragma yang menyebabkan suara “hik” akibat tertutupnya pita suara secara mendadak.

DAFTAR ISI
- Bagaimana Mekanisme Terjadinya Cegukan?
- Penyebab Umum Kenapa Bisa Cegukan
- Kondisi Medis yang Memicu Cegukan Kronis
- Cara Alami Mengatasi Cegukan di Rumah
- Kapan Harus Waspada dan Menghubungi Dokter?
- Studi Terkait Cegukan
- FAQ
Pernahkah kamu tiba-tiba mengeluarkan suara “hik” yang tidak tertahankan di tengah percakapan penting atau saat sedang asyik makan? Kondisi yang kita kenal sebagai cegukan ini hampir pernah dialami oleh semua orang, mulai dari bayi hingga lansia. Meski sering dianggap sepele dan biasanya hilang dengan sendirinya, cegukan bisa sangat mengganggu aktivitas dan konsentrasi jika terjadi terus-menerus.
Cegukan, atau dalam istilah medis disebut singultus, terjadi akibat adanya kontraksi tiba-tiba yang tidak disengaja pada otot diafragma. Diafragma sendiri adalah otot besar yang memisahkan rongga dada dengan rongga perut dan memegang peranan vital dalam proses pernapasan. Ketika otot ini berkontraksi secara mendadak, pita suara akan menutup dengan cepat, sehingga menghasilkan suara khas cegukan.
Memahami kenapa bisa cegukan sangat penting agar kamu tahu langkah pencegahan yang tepat dan kapan harus merasa khawatir. Faktor pemicunya sangat beragam, mulai dari kebiasaan makan yang terlalu cepat hingga kondisi kesehatan tertentu yang mendasarinya. Dengan mengetahui penyebabnya, kamu bisa mencoba berbagai teknik sederhana untuk menghentikannya.
Nah, bagi kamu yang sering mengalami masalah ini dan ingin tahu lebih dalam mengenai penyebab serta cara penanganannya, yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini!
Bagaimana Mekanisme Terjadinya Cegukan?
Secara fisiologis, cegukan melibatkan lengkung refleks (reflex arc) yang terdiri dari jalur saraf aferen (saraf vagus dan saraf frenikus), pusat pemrosesan di otak (batang otak), dan jalur saraf eferen yang kembali ke diafragma. Diafragma biasanya bekerja secara ritmis; ia turun saat kamu menghirup napas untuk membiarkan paru-paru mengembang, dan naik saat kamu membuang napas.
Namun, jika saraf yang mengontrol diafragma teriritasi, otot ini akan mengalami spasme atau kontraksi mendadak. Di saat yang bersamaan, otak mengirimkan sinyal ke epiglotis (katup di tenggorokan) untuk menutup rapat guna melindungi jalan napas. Penutupan mendadak inilah yang memicu suara “hik”. Kejadian ini berlangsung sangat cepat, biasanya hanya dalam hitungan milidetik.
Penyebab Umum Kenapa Bisa Cegukan
Sebagian besar kasus cegukan bersifat jangka pendek (akut) dan biasanya dipicu oleh gaya hidup atau kebiasaan sehari-hari. Berikut adalah beberapa alasan paling umum kenapa kamu bisa mengalami cegukan:
1. Makan atau Minum Terlalu Cepat
Saat kamu makan dengan terburu-buru, kamu cenderung menelan banyak udara (aerofagia) bersama dengan makanan. Udara yang terperangkap ini dapat meregangkan lambung. Karena lambung terletak tepat di bawah diafragma, peregangan ini dapat mengiritasi otot diafragma dan memicu kontraksi spontan.
2. Mengonsumsi Minuman Berkarbonasi
Minuman bersoda mengandung gas karbon dioksida. Mirip dengan makan terlalu cepat, gas ini akan menumpuk di lambung, menyebabkannya kembung dan menekan diafragma. Inilah alasan mengapa bersendawa sering kali diikuti dengan cegukan atau sebaliknya.
3. Makanan Pedas atau Terlalu Panas/Dingin
Perubahan suhu yang mendadak di kerongkongan atau iritasi akibat capsaicin dalam cabai dapat merangsang saraf vagus. Saraf ini merupakan jalur utama komunikasi antara perut dan otak, sehingga rangsangan padanya sering kali berujung pada cegukan.
4. Emosi yang Meluap-luap
Apakah kamu pernah cegukan saat sedang tertawa terpingkal-pingkal atau justru saat sedang stres berat? Guncangan emosional, kegembiraan yang berlebihan, atau rasa takut dapat mengganggu pola pernapasan normal dan memicu spasme diafragma melalui jalur saraf psikis.
Faktor Risiko yang Memperparah Cegukan
- Kebiasaan merokok yang menyebabkan iritasi tenggorokan.
- Mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak (alkohol mengiritasi sistem pencernaan).
- Mengunyah permen karet yang memicu tertelannya udara lebih banyak.
Kondisi Medis yang Memicu Cegukan Kronis
Jika cegukan berlangsung lebih dari 48 jam, ini disebut sebagai cegukan persisten. Jika lebih dari sebulan, disebut cegukan keras (intractable). Kondisi ini biasanya berkaitan dengan masalah kesehatan yang lebih serius, seperti:
1. Gangguan Sistem Pencernaan (GERD)
Gastroesophageal Reflux Disease atau penyakit asam lambung adalah penyebab medis yang paling sering ditemukan. Asam lambung yang naik ke kerongkongan dapat mengiritasi saraf di area tersebut, sehingga memicu cegukan yang berulang. Untuk meredakan keluhan ini, kamu bisa beli obat online di Halodoc yang membantu menetralisir asam lambung.
2. Iritasi Saraf Vagus atau Frenikus
Adanya benda asing di telinga (menyentuh gendang telinga), tumor di leher, atau peradangan pada tenggorokan (laringitis) dapat mengganggu saraf yang mengontrol diafragma.
3. Gangguan Sistem Saraf Pusat
Infeksi (seperti ensefalitis atau meningitis), stroke, atau cedera otak traumatis dapat merusak kemampuan otak untuk mengontrol refleks cegukan secara normal.
Cara Alami Mengatasi Cegukan di Rumah
Sebagian besar cegukan tidak memerlukan intervensi medis berat. Kamu bisa mencoba beberapa teknik fisik yang bertujuan untuk meningkatkan kadar karbon dioksida dalam darah atau merangsang saraf vagus:
- Menahan napas: Tahan napas selama 10-20 detik, lalu buang secara perlahan. Ini membantu meningkatkan kadar CO2 yang dapat merelaksasi diafragma.
- Bernapas di dalam kantong kertas: Teknik ini juga bertujuan meningkatkan asupan karbon dioksida.
- Minum air dingin: Sensasi dingin dapat memberikan “kejutan” pada saraf vagus.
- Manuver Valsalva: Mencoba mengeluarkan napas dengan kuat sambil menutup mulut dan menjepit hidung.
Kapan Harus Waspada dan Menghubungi Dokter?
Cegukan yang berlangsung lama bukan hanya mengganggu, tetapi bisa menyebabkan kelelahan, kurang tidur, dan penurunan berat badan karena sulit makan. Kamu disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam jika mengalami kondisi berikut:
- Cegukan berlangsung lebih dari 48 jam.
- Cegukan disertai dengan nyeri perut yang hebat atau sesak napas.
- Cegukan disertai dengan muntah darah atau kesulitan menelan.
- Cegukan muncul bersamaan dengan gejala stroke, seperti bicara cadel atau kelemahan pada satu sisi tubuh.
Studi Mengenai Refleks Singultus
The British Journal of General Practice menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa cegukan kronis sering kali merupakan gejala awal dari penyakit sistemik yang tidak terdeteksi. Studi tersebut menekankan pentingnya pemeriksaan endoskopi bagi pasien dengan cegukan persisten untuk menyingkirkan kemungkinan adanya lesi pada saluran cerna atau iritasi saraf kronis.
Selain itu, penelitian lain dalam jurnal medis Neurology menyoroti bahwa pada kasus tertentu, cegukan yang tidak kunjung berhenti bisa menjadi tanda adanya gangguan pada area otak yang disebut medulla oblongata. Hal ini memperkuat alasan mengapa cegukan lama tidak boleh diabaikan begitu saja.
Secara keseluruhan, memahami penyebab kenapa bisa cegukan membantu kita lebih bijak dalam merespons sinyal tubuh. Jika cegukan hanya terjadi sesekali setelah makan kenyang, maka kamu tidak perlu khawatir. Namun, jika frekuensinya meningkat dan disertai keluhan lain, pemeriksaan medis adalah langkah terbaik.
Kamu bisa mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kesehatan sistem pencernaan atau membeli produk kesehatan yang mendukung kenyamanan perut di Toko Kesehatan Halodoc. Ingat, penanganan dini dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Hiccups: Symptoms and Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Everything You Need to Know About Hiccups.
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2026. Why do we hiccup?
National Health Service (NHS) UK. Diakses pada 2026. Hiccups.
FAQ
1. Kenapa bisa cegukan setelah minum soda?
Minuman bersoda mengandung karbon dioksida yang membuat lambung mengembang dengan cepat. Tekanan lambung yang membesar ini mengiritasi diafragma dan memicu refleks cegukan.
2. Apakah cegukan pada bayi berbahaya?
Biasanya tidak. Cegukan pada bayi sering disebabkan oleh pemberian makan yang terlalu banyak atau tertelannya udara saat menyusu. Ini adalah hal normal dalam perkembangan sistem saraf mereka.
3. Mengapa kaget bisa menyembuhkan cegukan?
Memberikan rasa kaget dapat memberikan stimulasi mendadak pada saraf vagus. Hal ini bisa “memutus” siklus refleks cegukan yang sedang terjadi di otak.
4. Bisakah kurang tidur menyebabkan cegukan?
Meskipun tidak secara langsung, kurang tidur meningkatkan stres pada tubuh. Stres dan kelelahan dapat memengaruhi sistem saraf otonom yang mengatur kontraksi otot, termasuk diafragma.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan seperti cegukan yang tidak kunjung hilang, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


