Cek Fakta: Benarkah Pembatasan Kalori Membuat Imun Lebih Kuat?
“Sebuah studi terbaru menemukan bahwa pembatasan kalori dapat membantu meningkatkan sistem imun. Namun, pembatasan yang dilakukan hanya dalam jumlah moderat.”

Halodoc, Jakarta – Salah satu cara diet sehat yang banyak direkomendasikan adalah dengan melakukan pembatasan kalori. Tentunya juga disertai dengan olahraga teratur dan asupan yang seimbang.
Nah, tahukah kamu bahwa ternyata pembatasan kalori juga bisa membuat sistem imun menjadi semakin kuat? Ya, tim peneliti dari Yale menemukan fakta mengenai hal ini. Seperti apa? Yuk, simak lebih lanjut!
Alasan Pembatasan Kalori Bisa Memperkuat Imun
Baru-baru ini, tim peneliti Yale menemukan bahwa pembatasan kalori secara moderat dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Para peneliti menggunakan data dari uji klinis Comprehensive Assessment of Long-term Effects of Reducing Intake of Energy (CALERIE).
Ini adalah studi terkontrol pertama tentang pembatasan kalori pada manusia sehat. Para peneliti kemudian meminta beberapa dari 200 peserta studi untuk membatasi asupan kalori mereka sebesar 14 persen selama periode dua tahun.
Hasilnya, peserta yang membatasi kalori mereka memiliki kelenjar timus yang lebih sehat. Kelenjar timus adalah organ yang terletak di dada bagian atas. Kelenjar ini timus bertanggung jawab untuk menciptakan sel T, sejenis sel darah putih yang membantu tubuh melawan infeksi.
Hasil dari penelitian ini dipublikasikan di jurnal Science pada Februari 2022. Para peneliti juga mengamati penurunan ekspresi gen untuk protein platelet-activating factor acetylhydrolase (PLA2G7) pada kelompok yang melakukan pembatasan kalori selama dua tahun.
Penelitian sebelumnya pada tikus telah menunjukkan bahwa menurunkan PLA2G7 dapat melindungi dari peradangan, kata para peneliti. Temuan ini menunjukkan bahwa PLA2G7 adalah salah satu pendorong efek pembatasan kalori terhadap sistem imun tubuh.
Apa itu Pembatasan Kalori?
Pembatasan kalori adalah perubahan pola makan di mana seseorang mengkonsumsi jumlah kalori yang lebih rendah dari yang dibutuhkan. Namun, tetap mendapatkan cukup vitamin dan mineral untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.
Jadi, dapat dikatakan bahwa pembatasan kalori bukan sekadar membatasi makan. Melainkan pengurangan asupan makronutrien, dengan pemeliharaan kecukupan mikronutrien.
Membatasi kalori paling sering dikaitkan dengan penurunan berat badan. Banyak juga anggapan bahwa hal ini dapat membantu seseorang memiliki umur yang panjang.
Namun, sebuah penelitian pada 2018 di The Journals of Gerontology: Series A menunjukkan bahwa penurunan berat badan tidak berkontribusi pada hubungan antara pembatasan kalori dan penuaan biologis.
Para ilmuwan mengatakan bahwa genetika, faktor lingkungan, mikrobioma usus, usia, dan tingkat aktivitas semuanya dapat memengaruhi cara tubuh menggunakan kalori.
Namun, seperti dijelaskan tadi, bahwa pembatasan kalori secara moderat berpotensi meningkatkan imun tubuh. Jika dikombinasikan dengan gaya hidup sehat lainnya, seperti olahraga teratur, ini tentunya dapat membantu kamu lebih bugar.
Tidak seperti banyak diet untuk penurunan berat badan, pembatasan kalori yang dimaksud di sini hanya mengurangi asupan kalori dalam jumlah kecil. Namun, dilakukan dalam jangka waktu yang lama, atau dijadikan sebagai gaya hidup.
Jika tujuannya ingin menurunkan berat badan, yang perlu dilakukan adalah defisit kalori, yaitu memastikan kalori yang masuk tidak sebanyak kalori yang dikeluarkan. Dalam hal ini, olahraga dan aktivitas fisik harus benar-benar ditingkatkan, atau asupan kalori harus benar-benar dipangkas.
Jadi, yang dibuktikan dapat meningkatkan sistem imun adalah pembatasan kalori dalam jumlah yang moderat. Dengan tujuan untuk menjadikannya sebagai gaya hidup sehat berkelanjutan.
Nah, itulah pembahasan mengenai pembatasan kalori yang diduga dapat membuat sistem imun menjadi kuat. Meski masih butuh penelitian lebih lanjut mengenai hal ini, pengurangan asupan kalori tetap menjadi hal yang baik.
Terutama jika berfokus pada kecukupan mikronutrien seperti vitamin dan mineral. Asupan kalori yang berlebihan dapat berdampak negatif pada banyak hal. Termasuk meningkatkan risiko obesitas.
Jika kamu butuh informasi lebih lanjut mengenai hal ini, kamu bisa download Halodoc untuk bertanya pada dokter kapan saja.


