
Cek Fakta: Gejala Baru dari COVID-19 Varian Omicron

“COVID-19 varian Omicron dapat menimbulkan dua gejala baru yang benar-benar perlu diperhatikan. Gejala ini dapat timbul saat seseorang terpapar virus ini atau mendekati waktu sembuh.”
Halodoc, Jakarta – Omicron adalah salah satu varian COVID-19 yang sedang marak terjadi dan di Indonesia sendiri angka kasusnya juga terus naik. Disebut-sebut jika penyakit ini lebih ringan dibandingkan varian Delta, terutama pada seseorang yang telah mendapatkan vaksinasi. Namun, ada beberapa gejala aneh yang dapat timbul saat seseorang terserang varian ini.
Gejala Baru Varian Omicron yang Perlu Diketahui
Disebutkan ada dua gejala baru yang ditemukan pada seseorang yang terserang COVID-19 varian Omicron. Gejala ini dapat memengaruhi bagian mata dan rambut seseorang, yaitu mata merah dan rambut rontok. Pada masalah mata, gangguan ini terjadi 2 hari setelah terpapar virus corona ini. Sedangkan rambut rontok terjadi saat tubuh sudah mulai pulih.
Gangguan pada Mata Terkait Gejala Varian Omicron
Virus Omicron dapat memasuki sel-sel tubuh melalui reseptor untuk enzim angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2). Virus ini mampu mengelabui tubuh untuk mengira jika yang masuk adalah enzim dibandingkan virus COVID-19. Disebutkan jika reseptor ACE2 ditemukan di bagian mata, seperti retina dan sel epitel, yang merupakan pelapis bagian putih mata dan kelopak mata. Maka dari itu, mata rentan alami gejala dari varian Omicron.
Bahkan ada suatu kasus di Inggris yang menunjukkan jika ada seorang anak yang mengalami pembengkakan pada satu mata akibat varian Omicron. Matanya terlihat mengalami pembengkakan yang besar dan tidak dapat dibuka jika kulitnya tidak ditarik. Tentu hal ini dapat menimbulkan rasa yang tidak nyaman.
Beberapa orang yang terserang COVID-19 juga dapat mengalami gangguan pada mata berupa:
- Mata kering.
- Mata berwarna merah muda.
- Alami pembengkakan.
- Peningkatan sekresi mata.
Gejala varian Omicron pada mata biasanya disertai dengan gejala COVID-19 yang lebih khas, tetapi mungkin juga muncul sendiri tanpa adanya gejala lain pada beberapa orang. Maka dari itu, jika kamu mengalami masalah pada mata, ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
Kerontokan Rambut Juga Termasuk Gejala Varian Omicron
Untuk masalah rambut yang rontok, ini disebut-sebut bukanlah gejala khas dari COVID-19. Disebutkan jika kerontokan rambut memang cukup umum terjadi setelah seseorang mengalami masalah demam tinggi. Rambut rontok memang dikenal secara medis terjadi saat lebih banyak rambut yang memasuki fase “tumbang” dalam siklus hidupnya. Jika kamu alami rambut rontok dan demam tinggi, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter.
Memang varian Omicron terbilang lebih ringan dibandingkan varian Delta, terutama untuk seseorang yang sudah divaksin. Namun, pastikan kamu tahu beberapa gejala utama yang timbul saat alami COVID-19 varian Omicron, yaitu batuk, kehilangan rasa, alami demam, tenggorokan gatal, pilek, kelelahan, sakit kepala, keluar keringat di malam hari, hingga nyeri otot.
Maka dari itu, jika kamu mengalami berbagai gejala yang telah disebutkan, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri. Dengan begitu, gangguan yang disebabkan oleh virus ini dapat dicegah untuk menyebar ke orang-orang yang kamu sayang. Jangan sampai masalah ini terus menyebar sehingga sulit untuk dihentikan.
Kamu juga dapat melakukan pemeriksaan yang berhubungan dengan COVID-19 melalui Halodoc. Beberapa jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah PCR, Rapid Test Antigen, dan lainnya. Untuk dapat melakukan pemeriksaan ini, jangan lupa download aplikasi Halodoc sekarang juga!


