“Suatu teori kepribadian menyebutkan ada empat jenis kepribadian manusia, yaitu koleris, plegmatis, melankolis, dan sanguinis. Disebutkan, sanguinis adalah tipe kepribadian yang identik dengan sifat ceria dan menyenangkan.”

DAFTAR ISI
- Definisi dan Sejarah Sanguinis
- Karakteristik Utama Orang Sanguinis
- Kelebihan Kepribadian Sanguinis
- Kekurangan Kepribadian Sanguinis
- Sanguinis dalam Karier dan Hubungan
- Kesehatan Mental Tipe Sanguinis
- Studi Terkait
- FAQ
Setiap manusia terlahir dengan keunikan dan pola perilaku yang berbeda-beda. Dalam ilmu psikologi klasik, perbedaan karakter ini sering kali dikelompokkan ke dalam beberapa tipe kepribadian atau temperamen dasar. Memahami tipe kepribadian bukan hanya sekadar untuk mengetahui karakter diri sendiri, tetapi juga menjadi jendela untuk memahami bagaimana kita merespons stres, berinteraksi dengan orang lain, dan menjaga kesehatan mental secara keseluruhan. Salah satu tipe kepribadian yang paling sering dibicarakan dan paling mudah dikenali di lingkungan sosial adalah tipe sanguinis.
Konteks memahami kepribadian ini sangat penting dalam kehidupan modern. Banyak orang mengalami konflik di tempat kerja, masalah dalam hubungan asmara, hingga gangguan kecemasan hanya karena mereka tidak benar-benar memahami dorongan alami dari dalam diri mereka sendiri. Dengan mengenali temperamen dasar, seseorang dapat memaksimalkan potensi positifnya sekaligus menciptakan strategi coping (mekanisme pertahanan diri) yang sehat untuk mengatasi kelemahan-kelemahannya. Di sinilah pentingnya menggali lebih dalam mengenai tipe-tipe kepribadian tersebut.
Banyak orang bertanya-tanya, apa sebenarnya arti sanguinis dalam ranah psikologi, dan bagaimana dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari? Tipe kepribadian ini dikenal dengan energinya yang meluap-luap dan sifatnya yang sangat ekstrovert. Namun, di balik senyum dan tawa yang sering mereka tunjukkan, ada dinamika psikologis yang kompleks yang patut untuk dipahami lebih jauh.
Nah, mau tahu apa saja fakta menarik, kelebihan, kekurangan, serta penjelasan lengkap mengenai tipe kepribadian sanguinis? Berikut ulasannya yang telah dirangkum secara mendalam!
Definisi dan Sejarah Sanguinis
Untuk memahami sepenuhnya apa itu sanguinis, kita perlu melihat kembali ke sejarah medis dan psikologi kuno. Konsep mengenai empat temperamen dasar manusia pertama kali diperkenalkan oleh Hippocrates, seorang dokter Yunani Kuno yang sering disebut sebagai Bapak Kedokteran, pada sekitar tahun 400 Sebelum Masehi. Teori ini kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Galenus, seorang filsuf dan dokter pada abad ke-2 Masehi.
Pada masa itu, teori medis didasarkan pada konsep humorisme, yaitu kepercayaan bahwa tubuh manusia mengandung empat cairan dasar (humor) yang memengaruhi kesehatan fisik dan sifat kepribadian seseorang. Keempat cairan tersebut adalah darah (sanguis), empedu kuning (chole), empedu hitam (melaina chole), dan lendir (phlegma).
Kata “sanguinis” sendiri berasal dari bahasa Latin sanguis, yang berarti darah. Menurut teori Galenus, orang dengan tipe kepribadian sanguinis memiliki kelebihan cairan darah dalam tubuhnya. Kondisi ini secara metaforis diyakini membuat mereka menjadi individu yang hangat, optimis, ceria, dan penuh energi. Meskipun ilmu kedokteran modern telah membuktikan bahwa teori cairan tubuh ini tidak akurat secara anatomis, konsep pengelompokan karakter (sanguinis, koleris, melankolis, dan plegmatis) tetap bertahan sebagai salah satu model awal observasi psikologis yang relevan hingga saat ini.
Karakteristik Utama Orang Sanguinis
Individu dengan tipe kepribadian sanguinis umumnya sangat mudah dikenali dalam sebuah keramaian. Mereka sering kali menjadi pusat perhatian tanpa harus bersusah payah. Berikut adalah beberapa karakteristik utama yang mendasari kepribadian ini:
- Sangat Ekstrovert dan Terbuka: Orang sanguinis mendapatkan energi mereka dari interaksi sosial. Berada di sekitar banyak orang tidak membuat mereka lelah, melainkan justru mengisi ulang “baterai” emosional mereka. Mereka suka berbicara, bercerita, dan berinteraksi.
- Optimis dan Antusias: Mereka cenderung melihat dunia dari kacamata yang positif. Ketika dihadapkan pada masalah, mereka sering kali percaya bahwa “semuanya akan baik-baik saja” dan selalu bisa menemukan hikmah atau sisi menyenangkan dari suatu peristiwa.
- Ekspresif secara Emosional: Sanguinis jarang menyembunyikan perasaan mereka. Jika mereka senang, mereka akan tertawa lepas; jika sedih, mereka mungkin akan menangis dengan tulus. Wajah dan bahasa tubuh mereka sangat mudah dibaca.
- Menyukai Petualangan dan Hal Baru: Rutinitas adalah musuh terbesar bagi tipe sanguinis. Mereka selalu mencari pengalaman baru, tempat baru untuk dikunjungi, atau hobi baru untuk dicoba. Mereka sangat spontan.
Kelebihan Kepribadian Sanguinis
Setiap tipe kepribadian memiliki kekuatan alaminya masing-masing. Bagi tipe sanguinis, kekuatan utama mereka terletak pada kemampuan interpersonal dan keluwesan mereka dalam menghadapi kehidupan. Berikut adalah beberapa kelebihan menonjol dari individu sanguinis:
1. Keterampilan Komunikasi yang Hebat
Orang sanguinis adalah komunikator yang luar biasa. Mereka bisa memulai percakapan dengan siapa saja, bahkan dengan orang yang baru pertama kali mereka temui. Kemampuan mereka dalam merangkai cerita (storytelling) membuat orang lain betah berlama-lama mengobrol dengan mereka.
2. Karismatik dan Mudah Disukai
Sifat mereka yang hangat, ramah, dan tidak menghakimi membuat orang lain merasa nyaman. Mereka memiliki karisma alami yang bisa mencairkan suasana kaku (ice-breaker) dalam suatu kelompok atau pertemuan.
3. Pemaaf dan Tidak Pendendam
Karena fokus mereka selalu pada masa kini dan kesenangan di masa depan, orang sanguinis jarang menyimpan dendam. Jika mereka marah, mereka akan meledak saat itu juga dan mengungkapkannya, namun tak lama setelah itu mereka bisa kembali tertawa seolah tidak terjadi apa-apa.
4. Kreatif dan Inovatif
Pikiran orang sanguinis sangat dinamis dan sering melompat dari satu ide ke ide lainnya. Hal ini membuat mereka sangat hebat dalam sesi brainstorming. Mereka dapat menghasilkan ide-ide segar dan out-of-the-box yang mungkin tidak terpikirkan oleh tipe kepribadian lain yang lebih kaku.
Faktor Pemicu Stres pada Sanguinis dan Tips Pencegahannya
- Isolasi Sosial: Terlalu lama sendirian bisa membuat sanguinis merasa cemas dan depresi. Atasi dengan menjadwalkan panggilan telepon atau video call rutin dengan teman.
- Rutinitas yang Monoton: Mengerjakan hal yang sama berulang kali menguras energi mereka. Cobalah mengubah suasana kerja, seperti bekerja dari kafe atau menata ulang meja kerja.
- Tugas yang Terlalu Detail: Menghadapi dokumen rumit bisa memicu stres. Gunakan aplikasi manajemen waktu atau pecah tugas besar menjadi langkah-langkah kecil yang bisa diselesaikan bertahap.
Kekurangan Kepribadian Sanguinis
Di balik keceriaannya, tipe sanguinis memiliki berbagai tantangan dan kelemahan yang perlu mereka kelola dengan baik agar tidak mengganggu kualitas hidup dan karier mereka.
1. Kurang Disiplin dan Mudah Teralihkan
Individu sanguinis sering kali kesulitan untuk fokus pada satu hal dalam waktu yang lama. Perhatian mereka sangat mudah teralihkan oleh hal-hal baru yang tampak lebih menarik. Akibatnya, mereka sering memulai banyak proyek tetapi jarang menyelesaikannya sampai tuntas.
2. Impulsif dalam Bertindak dan Mengambil Keputusan
Karena didorong oleh emosi dan antusiasme sesaat, mereka rentan terhadap perilaku impulsif. Hal ini bisa terlihat dari kebiasaan belanja yang tidak terkontrol (impulsive buying), membuat janji tanpa melihat jadwal, hingga mengambil keputusan besar tanpa perhitungan matang.
3. Pelupa dan Kurang Terorganisir
Mereka cenderung hidup “di saat ini” (living in the moment). Hal ini membuat mereka sering melupakan detail-detail kecil namun penting, seperti janji temu, hari ulang tahun kerabat, letak menaruh barang, hingga tenggat waktu pekerjaan.
4. Kecenderungan untuk Melebih-lebihkan (Exaggeration)
Karena hasrat mereka untuk menjadi pencerita yang menghibur, orang sanguinis terkadang tanpa sadar melebih-lebihkan fakta atau cerita agar terdengar lebih dramatis dan lucu. Meskipun tidak berniat berbohong, hal ini bisa membuat orang lain meragukan kredibilitas mereka pada hal-hal yang serius.
Sanguinis dalam Karier dan Hubungan
Karakter dasar memengaruhi bagaimana seseorang berfungsi dalam ekosistem sosial dan profesionalnya. Pemahaman akan hal ini dapat membantu individu sanguinis memilih jalan yang tepat untuk diri mereka sendiri.
1. Dinamika dalam Hubungan Asmara dan Pertemanan
Sebagai teman, seorang sanguinis adalah sosok yang sangat menyenangkan, setia kawan, dan selalu siap diajak bersenang-senang. Mereka adalah “nyawa” dalam setiap pesta. Dalam hubungan asmara, mereka sangat romantis, penuh kejutan, dan ekspresif dalam menunjukkan cinta. Namun, pasangan dari seorang sanguinis harus memiliki kesabaran ekstra dalam menghadapi sifat pelupa dan ketidakrapian mereka. Sanguinis sangat membutuhkan pasangan yang bisa menjadi “jangkar” atau penyeimbang yang mengingatkan mereka pada realitas dan komitmen.
2. Pilihan Karier yang Tepat
Pekerjaan di belakang meja yang sunyi dan menuntut ketelitian tinggi (seperti akuntan atau programmer data) biasanya bukan tempat yang nyaman bagi tipe sanguinis. Mereka akan berkembang pesat di pekerjaan yang melibatkan interaksi manusia, mobilitas, dan kreativitas. Bidang yang sangat cocok untuk mereka meliputi Public Relations (Humas), Sales and Marketing, MC atau Entertainer, Pemandu Wisata, Agen Real Estate, dan Event Organizer.
Kesehatan Mental Tipe Sanguinis
Meskipun terlihat selalu bahagia, orang sanguinis tidak kebal terhadap masalah kesehatan mental. Ada beberapa hal krusial terkait psikologis mereka yang harus diwaspadai.
Pertama, karena kebutuhan mereka yang besar akan validasi sosial dan interaksi, mereka rentan mengalami FOMO (Fear of Missing Out). Perasaan takut tertinggal dari tren atau tidak dilibatkan dalam acara pertemanan dapat memicu kecemasan (anxiety) yang signifikan. Mereka bisa merasa sangat sedih dan tidak berharga jika merasa diabaikan oleh kelompok sosialnya.
Kedua, kecenderungan impulsif dan pencarian kebaruan (novelty seeking) sering dikaitkan dengan sistem penghargaan dopamin di otak. Dalam beberapa kasus, jika tidak diarahkan pada hal-hal positif, karakter dasar ini membuat orang dengan kecenderungan sanguinis lebih rentan terhadap perilaku adiktif, baik itu kecanduan media sosial, belanja obsesif, hingga adiksi zat, karena otak mereka secara konstan mencari stimulasi kesenangan.
Ketiga, tipe sanguinis rentan mengalami kelelahan mental atau burnout karena mereka sering kesulitan mengatakan “tidak” pada ajakan sosial. Mereka memaksa diri untuk hadir di semua tempat dan menyenangkan semua orang, hingga akhirnya energi mereka terkuras habis dan berujung pada kelelahan ekstrem secara emosional dan fisik.
Studi Mengenai Kepribadian dan Otak
National Center for Biotechnology Information (NCBI) dan berbagai literatur neurobiologi modern sering mengaitkan tipe kepribadian klasik dengan fungsi neurotransmitter di otak. Para ahli, seperti Helen Fisher, seorang antropolog biologi, menyebutkan bahwa individu dengan tipe kepribadian ekstrovert yang impulsif dan kreatif (mirip dengan deskripsi sanguinis) memiliki aktivitas sistem dopamin yang dominan.
Selain itu, dalam model kepribadian Hans Eysenck, tipe sanguinis dipetakan ke dalam kuadran Ekstrovert dan Emosional Stabil. Hal ini menjelaskan mengapa meskipun mereka berenergi tinggi dan meledak-ledak (ekstrovert), mereka jarang menyimpan kepahitan atau depresi jangka panjang dengan mudah (stabil), berbeda dengan tipe melankolis yang cenderung introvert dan lebih rentan terhadap neuroticism (ketidakstabilan emosi).
Pada akhirnya, mengenali bahwa diri Anda atau orang terdekat Anda memiliki dominasi sifat sanguinis adalah langkah awal yang sangat baik untuk pengembangan diri. Tidak ada tipe kepribadian yang sempurna; semuanya membutuhkan keseimbangan. Bagi individu sanguinis, belajar disiplin, membuat perencanaan terstruktur, dan melatih kesadaran diri (mindfulness) untuk meredam impulsivitas adalah kunci untuk meraih kehidupan yang sukses dan bahagia.
Jika kamu merasa kesulitan dalam mengatur perilaku impulsif, mengalami kecemasan sosial yang mengganggu, atau merasa burnout akibat tuntutan sosial, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional psikologi. Kamu bisa dengan mudah mendapatkan layanan tersebut melalui Halodoc.
Konsultasi dengan Psikolog Klinis via Halodoc
Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Psikolog Klinis terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
American Psychological Association (APA). Diakses pada 2024. Personality.
Psychology Today. Diakses pada 2024. The Four Temperaments.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Neurobiology of Personality Traits.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. What Is Extroversion and How Does It Affect Mental Health?
FAQ
1. Apa sebenarnya arti sanguinis dalam psikologi?
Sanguinis adalah salah satu dari empat tipe temperamen dasar manusia kuno yang menggambarkan individu dengan kepribadian sangat ekstrovert, optimis, mudah bergaul, ceria, antusias, namun sering kali kurang terorganisir dan impulsif.
2. Apakah tipe kepribadian sanguinis bisa berubah seiring bertambahnya usia?
Kepribadian dasar atau temperamen biasanya bawaan sejak lahir dan menetap. Namun, seiring bertambahnya usia, pengalaman hidup, dan kedewasaan emosional, seseorang dapat belajar mengontrol kelemahan sanguinisnya, seperti menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab.
3. Bagaimana cara terbaik menghadapi pasangan yang sanguinis?
Beri mereka ruang untuk bersosialisasi dan mengekspresikan perasaannya. Berikan pujian dan apresiasi, karena mereka sangat menyukai validasi positif. Namun, kamu juga perlu dengan sabar membantu mengingatkan mereka soal tenggat waktu, komitmen, atau detail keuangan yang sering mereka lupakan.
4. Apakah seorang sanguinis bisa mengalami depresi?
Ya, tentu saja. Meskipun mereka secara alami optimis, orang sanguinis sangat rentan terhadap stres dan depresi apabila mereka merasa diisolasi secara sosial, diabaikan, atau terjebak dalam rutinitas yang sangat kaku dan menekan kebebasan berekspresi mereka.



