Ad Placeholder Image

Cek IMT Normal Menurut WHO: Sehat Ideal Itu Berapa?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 April 2026

Berapa IMT Normal Menurut WHO? Ini Jawabannya!

Cek IMT Normal Menurut WHO: Sehat Ideal Itu Berapa?Cek IMT Normal Menurut WHO: Sehat Ideal Itu Berapa?

Memahami IMT Normal Menurut WHO: Indikator Berat Badan Sehat

Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan salah satu alat skrining yang digunakan secara luas untuk menilai kategori berat badan seseorang berdasarkan perbandingan berat badan dengan tinggi badan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan rentang standar IMT sebagai panduan global untuk mengidentifikasi berat badan yang sehat serta risiko terkait berat badan kurang, berlebih, atau obesitas.

Memahami rentang IMT normal menurut WHO sangat penting sebagai langkah awal untuk memonitor kesehatan dan mencegah berbagai masalah kesehatan yang timbul akibat berat badan tidak ideal. Artikel ini akan membahas secara detail kategori IMT WHO, perhitungan, serta pertimbangan khusus dalam interpretasinya.

Apa Itu IMT (Indeks Massa Tubuh)?

Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI) adalah ukuran yang digunakan untuk menilai apakah berat badan seseorang proporsional dengan tinggi badannya. Perhitungan IMT dilakukan dengan membagi berat badan dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badan dalam meter (kg/m²). Nilai IMT memberikan indikasi awal tentang risiko kesehatan terkait berat badan.

Kategori IMT Menurut WHO untuk Dewasa

Menurut WHO, kategori IMT untuk orang dewasa berusia 18 tahun ke atas dibagi menjadi beberapa rentang, yang mencerminkan status berat badan dan potensi risiko kesehatan.

  • Kurang Berat Badan (Underweight): IMT kurang dari 18,5 kg/m². Kondisi ini dapat mengindikasikan kekurangan gizi atau masalah kesehatan lain.
  • Normal: IMT antara 18,5 – 24,9 kg/m². Rentang ini dianggap sebagai berat badan yang sehat dan ideal, dengan risiko penyakit paling rendah.
  • Berat Badan Berlebih (Overweight): IMT antara 25 – 29,9 kg/m². Menandakan akumulasi lemak tubuh berlebih yang dapat meningkatkan risiko kesehatan.
  • Obesitas: IMT sama dengan atau lebih dari 30 kg/m². Obesitas dibagi lagi menjadi Obesitas I (30 – 34,9 kg/m²), Obesitas II (35 – 39,9 kg/m²), dan Obesitas III (≥ 40 kg/m²), dengan risiko kesehatan yang semakin meningkat seiring kenaikan IMT.

Penyesuaian IMT untuk Kasus Khusus

Meskipun standar WHO bersifat umum, terdapat beberapa penyesuaian yang perlu dipertimbangkan untuk populasi tertentu.

Untuk Lansia

Interpretasi IMT pada lansia (usia di atas 60 tahun) bisa sedikit berbeda. Meskipun rentang 18,5-24,9 kg/m² masih dianggap normal, beberapa penelitian menyarankan rentang yang sedikit lebih tinggi, misalnya 25-27 kg/m², mungkin lebih sesuai. Hal ini karena penurunan massa otot dan perubahan komposisi tubuh seiring bertambahnya usia.

Untuk Populasi Asia Pasifik

WHO dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memiliki standar yang sedikit lebih ketat untuk populasi Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Perbedaan ini didasarkan pada distribusi lemak tubuh yang berbeda pada etnis Asia, yang cenderung memiliki risiko penyakit metabolik lebih tinggi pada IMT yang lebih rendah.

  • Berat Badan Berlebih (Overweight): Dimulai pada IMT 23 kg/m².
  • Obesitas: Dimulai pada IMT 25 kg/m² atau lebih.

Batasan IMT sebagai Indikator Kesehatan

Penting untuk diketahui bahwa IMT memiliki beberapa batasan dan tidak selalu mencerminkan status kesehatan secara keseluruhan.

  • IMT tidak membedakan antara massa otot dan lemak. Oleh karena itu, atlet atau individu dengan massa otot tinggi mungkin memiliki IMT di atas rentang normal namun tetap sehat karena komposisi tubuh mereka dominan otot.
  • IMT tidak akurat untuk wanita hamil, karena berat badan yang bertambah disebabkan oleh pertumbuhan janin dan cairan ketuban, bukan semata-mata akumulasi lemak.
  • IMT juga tidak mempertimbangkan distribusi lemak tubuh, padahal akumulasi lemak di area perut (obesitas sentral) lebih berisiko terhadap penyakit metabolik dibandingkan lemak di bagian lain.

Rekomendasi Tambahan untuk Penilaian Berat Badan

Untuk penilaian status berat badan dan kesehatan yang lebih akurat, terutama dalam kondisi khusus, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Profesional kesehatan dapat mempertimbangkan faktor-faktor lain.

  • Pengukuran lingkar pinggang untuk menilai obesitas sentral.
  • Analisis komposisi tubuh untuk mengetahui persentase lemak dan otot.
  • Riwayat kesehatan, gaya hidup, dan faktor risiko penyakit.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Mengetahui IMT normal menurut WHO adalah langkah awal yang baik untuk memonitor kesehatan. Namun, nilai IMT hanyalah salah satu indikator dan perlu diinterpretasikan dengan bijak, terutama dengan adanya faktor seperti usia, etnis, dan komposisi tubuh.

Bila memiliki kekhawatiran tentang berat badan atau status kesehatan, sangat disarankan untuk berbicara dengan dokter atau ahli gizi. Melalui Halodoc, dapat berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk mendapatkan penilaian yang komprehensif, saran nutrisi yang tepat, dan rencana manajemen berat badan yang sesuai dengan kondisi individu.