Ad Placeholder Image

Chancroid Si Luka Kelamin: Gejala dan Penanganan

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 08 April 2026

Chancroid: Gejala Luka Menular Seksual dan Cara Atasinya

Chancroid Si Luka Kelamin: Gejala dan PenangananChancroid Si Luka Kelamin: Gejala dan Penanganan

Chancroid Adalah: Mengenal Infeksi Menular Seksual yang Perlu Diwaspadai

Chancroid adalah infeksi menular seksual (IMS) yang sangat menular, disebabkan oleh bakteri Haemophilus ducreyi. Kondisi ini ditandai dengan munculnya luka terbuka yang terasa nyeri (ulkus) pada area kelamin dan dapat mengeluarkan nanah. Selain itu, penderita juga bisa mengalami pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan yang disebut bubo. Meskipun dapat diobati dengan antibiotik, chancroid berpotensi meningkatkan risiko penularan HIV.

Chancroid Adalah Infeksi Bakteri pada Genital

Chancroid, atau dikenal juga sebagai “chancre lunak,” adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri Haemophilus ducreyi. Bakteri ini menyerang kulit dan selaput lendir di area genital, menyebabkan timbulnya luka yang khas. Luka ini seringkali sangat nyeri dan dapat mengeluarkan cairan, menjadikannya kondisi yang tidak nyaman. Meskipun jarang di negara-negara maju, chancroid lebih sering ditemukan di wilayah tropis dan subtropis.

Penyebab Chancroid

Penyebab utama chancroid adalah infeksi bakteri Haemophilus ducreyi. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh melalui luka kecil atau abrasi pada kulit atau selaput lendir saat kontak seksual. Setelah masuk, bakteri akan berkembang biak dan menyebabkan peradangan lokal. Ini kemudian memicu pembentukan lesi atau luka yang menjadi karakteristik utama penyakit ini.

Gejala Chancroid yang Perlu Dikenali

Gejala chancroid umumnya muncul dalam beberapa hari hingga dua minggu setelah terpapar bakteri. Penting untuk segera mengenali tanda-tandanya agar penanganan dapat dilakukan sesegera mungkin.

Berikut adalah gejala umum chancroid:

  • Benjolan Merah Kecil yang Nyeri: Awalnya, akan muncul benjolan merah kecil di area genital yang terasa nyeri saat disentuh.
  • Pembentukan Ulkus: Benjolan ini kemudian akan pecah dan berkembang menjadi luka terbuka atau ulkus.
  • Karakteristik Ulkus: Luka biasanya lunak, dapat berdarah, dan mengeluarkan nanah. Pada umumnya, ulkus ini sangat nyeri, kecuali jika letaknya di dalam vagina.
  • Pembengkakan Kelenjar Getah Bening (Bubo): Sekitar setengah dari penderita chancroid akan mengalami pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan. Pembengkakan ini disebut bubo, yang bisa sangat nyeri, berisi nanah, dan bahkan dapat pecah.

Bagaimana Chancroid Menular?

Chancroid adalah penyakit yang sangat menular melalui kontak seksual. Penularan terjadi ketika ada kontak langsung antara area genital atau kulit yang terluka dengan luka atau cairan yang keluar dari luka penderita chancroid. Bahkan gesekan ringan atau sentuhan pada area yang terinfeksi sudah cukup untuk menyebarkan bakteri. Oleh karena itu, praktik seks yang aman sangat penting untuk mencegah penularan penyakit ini.

Pengobatan Chancroid dengan Antibiotik

Deteksi dini dan pengobatan yang tepat sangat krusial untuk mengatasi chancroid. Infeksi ini dapat diobati secara efektif dengan pemberian antibiotik.

Jenis antibiotik yang umumnya diresepkan meliputi:

  • Azitromisin
  • Seftriakson

Penting untuk menyelesaikan seluruh dosis antibiotik yang diresepkan, meskipun gejala sudah membaik. Menghentikan pengobatan terlalu dini dapat menyebabkan bakteri resisten, kekambuhan infeksi, dan penyebaran lebih lanjut. Pasangan seksual penderita juga perlu menjalani pemeriksaan dan pengobatan.

Pencegahan Chancroid dan Pentingnya Kesehatan Seksual

Pencegahan chancroid berpusat pada praktik seks aman dan kesadaran akan risiko. Langkah-langkah pencegahan meliputi:

  • Seks Aman: Menggunakan kondom secara konsisten dan benar setiap kali berhubungan seksual.
  • Pembatasan Pasangan Seksual: Memiliki satu pasangan seksual yang tidak terinfeksi dan saling setia dapat mengurangi risiko.
  • Hindari Kontak dengan Luka: Hindari kontak seksual jika terdapat luka terbuka atau lesi yang mencurigakan pada area genital.
  • Pemeriksaan Rutin: Melakukan pemeriksaan kesehatan seksual secara rutin, terutama jika memiliki banyak pasangan atau berisiko tinggi.
  • Edukasi: Memahami bahaya IMS dan cara penularannya.

Komplikasi dan Risiko Terkait Chancroid

Selain menyebabkan luka yang nyeri, chancroid juga dapat menimbulkan beberapa komplikasi serius. Komplikasi utama adalah peningkatan risiko penularan HIV. Luka terbuka yang disebabkan oleh chancroid menyediakan jalur masuk yang mudah bagi virus HIV. Selain itu, chancroid dapat terjadi bersamaan dengan IMS lain seperti sifilis atau herpes, mempersulit diagnosis dan penanganan. Jika tidak diobati, bubo dapat pecah dan meninggalkan luka yang sulit sembuh.

Kesimpulan dan Rekomendasi Medis Halodoc

Chancroid adalah infeksi menular seksual serius yang disebabkan oleh bakteri Haemophilus ducreyi. Mengenali gejalanya sejak dini, seperti luka nyeri yang mengeluarkan nanah dan pembengkakan kelenjar getah bening, sangat penting untuk penanganan yang efektif. Pengobatan dengan antibiotik dapat menyembuhkan chancroid, namun kepatuhan terhadap seluruh dosis sangat diperlukan.

Untuk mendapatkan diagnosis akurat dan penanganan yang tepat, seseorang dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Jangan tunda pemeriksaan jika ada kekhawatiran terkait kesehatan seksual atau mengalami gejala yang mencurigakan. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah menemukan dokter spesialis yang berpengalaman untuk mendapatkan nasihat medis terpercaya dan penanganan yang sesuai.