Ad Placeholder Image

Chickenpox: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati dan Mencegah

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   16 Februari 2026

Chickenpox: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati & Mencegah

Chickenpox: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati dan MencegahChickenpox: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati dan Mencegah

Apa Itu Cacar Air?

Cacar air (chickenpox) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Varicella Zoster (VZV). Penyakit ini ditandai dengan munculnya ruam berupa bintik-bintik merah berisi cairan yang terasa sangat gatal di seluruh tubuh. Cacar air umumnya menyerang anak-anak, tetapi orang dewasa yang belum pernah terinfeksi atau divaksinasi juga dapat tertular.

Cacar air sangat mudah menular melalui kontak langsung dengan cairan dari lepuh atau melalui udara, seperti saat penderita batuk atau bersin. Meskipun sangat tidak nyaman, cacar air biasanya sembuh dengan sendirinya dalam waktu satu hingga dua minggu.

Gejala Cacar Air

Gejala cacar air biasanya muncul 10 hingga 21 hari setelah terpapar virus. Beberapa gejala umum meliputi:

  • Ruam merah yang sangat gatal: Ruam ini muncul secara bertahap di seluruh tubuh, dimulai dari wajah, dada, dan punggung, kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya.
  • Bintik-bintik berisi cairan (lepuh): Bintik merah akan berkembang menjadi lepuh yang berisi cairan, kemudian pecah dan mengering membentuk keropeng.
  • Demam ringan: Penderita cacar air mungkin mengalami demam ringan, biasanya tidak lebih dari 38,5 derajat Celsius.
  • Gejala mirip flu: Sebelum ruam muncul, penderita mungkin mengalami gejala seperti pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, lemas, dan kehilangan nafsu makan.

Penyebab dan Penularan Cacar Air

Cacar air disebabkan oleh infeksi virus Varicella Zoster (VZV). Penularan virus ini sangat mudah terjadi melalui:

  • Udara: Virus menyebar melalui droplet (percikan air liur) saat penderita batuk atau bersin.
  • Kontak langsung: Bersentuhan langsung dengan cairan dari lepuh cacar air juga dapat menularkan virus.

Seseorang yang terinfeksi cacar air dapat menularkan penyakit ini mulai dari 1-2 hari sebelum ruam muncul, hingga semua lepuh telah mengering dan membentuk keropeng.

Pengobatan dan Perawatan Cacar Air

Tujuan utama pengobatan cacar air adalah untuk meredakan gejala gatal dan demam, serta mencegah terjadinya komplikasi. Beberapa langkah perawatan yang dapat dilakukan di rumah meliputi:

  • Tidak menggaruk lepuh: Menggaruk lepuh dapat menyebabkan infeksi bakteri dan meninggalkan bekas luka.
  • Mandi air hangat atau kompres dingin: Mandi air hangat atau mengompres kulit dengan air dingin dapat membantu meredakan rasa gatal.
  • Obat-obatan: Dokter mungkin akan meresepkan obat antivirus seperti asiklovir untuk mengurangi keparahan penyakit, terutama pada orang dewasa atau orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Obat pereda demam dan nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen dapat digunakan untuk menurunkan demam dan mengurangi rasa sakit.

Penting untuk menghindari pemberian aspirin pada anak-anak yang menderita cacar air, karena dapat meningkatkan risiko terjadinya sindrom Reye, kondisi langka namun serius yang dapat menyebabkan kerusakan hati dan otak.

Pencegahan Cacar Air

Cara terbaik untuk mencegah cacar air adalah dengan vaksinasi. Vaksin cacar air sangat efektif dalam mencegah penyakit atau mengurangi keparahannya jika tetap terinfeksi. Vaksin ini umumnya diberikan dalam dua dosis, dengan dosis pertama diberikan pada usia 12-15 bulan dan dosis kedua pada usia 4-6 tahun.

Selain vaksinasi, menghindari kontak dengan penderita cacar air juga dapat membantu mencegah penularan penyakit ini.

Peringatan Penting

Cacar air dapat lebih berbahaya bagi beberapa kelompok orang, termasuk:

  • Bayi baru lahir: Bayi yang lahir dari ibu yang belum pernah terkena cacar air atau belum divaksinasi berisiko tinggi mengalami komplikasi serius.
  • Ibu hamil: Cacar air pada ibu hamil dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi.
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah: Orang dengan kondisi medis tertentu atau yang sedang menjalani pengobatan yang menekan sistem kekebalan tubuh berisiko tinggi mengalami komplikasi serius akibat cacar air.

Perlu diketahui bahwa virus VZV akan tetap berada di dalam tubuh setelah sembuh dari cacar air. Virus ini dapat aktif kembali di kemudian hari dan menyebabkan herpes zoster (cacar api), yaitu kondisi yang menyebabkan ruam yang menyakitkan pada satu sisi tubuh.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala cacar air, terutama jika termasuk dalam kelompok yang berisiko tinggi mengalami komplikasi. Dokter dapat memberikan penanganan yang tepat dan mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai cacar air, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Dapatkan informasi dan penanganan medis yang akurat dan terpercaya untuk menjaga kesehatan Anda dan keluarga.