Waspada! Ini Ciri Ciri Ada Cacing di Mata yang Wajib Tahu

DAFTAR ISI
- Apa Itu Cacing Mata?
- Jenis dan Penyebab Cacing Mata
- Gejala Cacing Mata
- Kapan Harus ke Dokter?
- Diagnosis dan Pengobatan Cacing Mata
- Studi Terkait
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Mendengar kata “cacing” mungkin hal pertama yang terlintas di pikiran kamu adalah infeksi pada saluran pencernaan. Namun, tahukah kamu bahwa parasit ini juga bisa menginfeksi organ penglihatan? Kondisi ini dikenal secara medis sebagai infeksi cacing mata atau okular parasitosis. Meskipun terdengar seperti adegan dalam film fiksi ilmiah, kondisi ini adalah masalah medis nyata yang bisa terjadi dan memerlukan penanganan serius.
Infeksi cacing pada mata bukanlah penyakit yang bisa disepelekan. Parasit yang masuk dan berkembang biak di area mata atau jaringan sekitarnya dapat memicu peradangan hebat, kerusakan saraf optik, hingga risiko kebutaan permanen jika tidak segera ditangani. Cacing ini bisa masuk ke tubuh manusia melalui berbagai cara, mulai dari gigitan serangga pembawa larva, hingga kontak langsung dengan tanah atau kotoran hewan peliharaan yang telah terkontaminasi.
Mengingat berbahayanya kondisi ini, edukasi mengenai gejala, penyebab, dan langkah penanganannya menjadi sangat penting. Sebagai apoteker, saya perlu menegaskan bahwa infeksi parasit pada mata tidak bisa diobati hanya dengan obat tetes mata biasa yang dijual bebas. Kondisi ini membutuhkan diagnosis medis yang tepat dan obat antiparasit resep dokter yang spesifik untuk jenis cacing yang menginfeksi.
Nah, mau tahu apa saja jenis, gejala, dan bagaimana cara penanganan medis untuk infeksi cacing mata? Berikut ulasan lengkapnya!
Apa Itu Cacing Mata?
Cacing mata adalah istilah awam yang merujuk pada kondisi di mana parasit berupa cacing mikroskopis maupun cacing makroskopis (yang bisa dilihat dengan mata telanjang) menginfeksi struktur mata manusia. Infeksi ini bisa terjadi di permukaan mata (konjungtiva), di bawah kulit kelopak mata, atau bahkan masuk ke dalam bola mata (intraokular) dan retina.
Kondisi ini umumnya lebih banyak ditemukan di daerah tropis dan subtropis, terutama di area dengan sanitasi yang kurang baik dan populasi serangga vektor yang tinggi. Meskipun prevalensinya di Indonesia untuk kasus tertentu (seperti Loa loa) sangat jarang karena merupakan penyakit endemik Afrika, namun jenis infeksi cacing mata lainnya seperti Toxocariasis cukup sering ditemukan, terutama pada anak-anak yang sering bermain di tanah yang terkontaminasi.
Jenis dan Penyebab Cacing Mata
Terdapat beberapa jenis cacing parasit yang memiliki kecenderungan untuk bermigrasi atau menargetkan jaringan mata manusia. Berikut adalah beberapa jenis yang paling umum ditemui dalam dunia medis:
1. Toxocara canis dan Toxocara cati (Ocular Larva Migrans)
Ini adalah jenis penyebab infeksi cacing mata yang paling umum terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Cacing ini aslinya hidup di usus anjing (T. canis) dan kucing (T. cati). Manusia, terutama anak-anak, bisa terinfeksi jika tidak sengaja menelan telur cacing mikroskopis yang menempel di tangan setelah bermain di tanah atau pasir yang terkontaminasi kotoran hewan tersebut. Saat telur menetas di dalam usus manusia, larvanya bisa menembus dinding usus, masuk ke aliran darah, dan bermigrasi ke mata (Ocular Larva Migrans), menyebabkan peradangan pada retina yang bisa memicu kebutaan.
2. Loa loa (Cacing Mata Afrika)
Loiasis atau penyakit cacing mata Afrika disebabkan oleh cacing nematoda Loa loa. Infeksi ini ditularkan melalui gigitan lalat rusa (Chrysops) yang membawa larva cacing. Cacing dewasa dapat hidup di bawah kulit manusia selama bertahun-tahun dan sering kali bermigrasi melintasi konjungtiva (selaput lendir mata). Saat cacing ini bergerak di permukaan mata, penderita benar-benar bisa merasakan dan melihat cacing tersebut bergerak.
3. Onchocerca volvulus (River Blindness)
Dikenal juga sebagai penyakit buta sungai (Onchocerciasis), infeksi ini disebarkan melalui gigitan lalat hitam (Simulium) yang berkembang biak di sungai berarus deras. Larva cacing menyebar ke seluruh tubuh, termasuk mata. Reaksi sistem imun tubuh terhadap larva yang mati di dalam mata menyebabkan peradangan kronis yang merusak kornea dan saraf optik, menjadikannya salah satu penyebab utama kebutaan akibat infeksi di dunia.
4. Thelazia callipaeda (Cacing Mata Oriental)
Thelaziasis ditularkan oleh lalat buah yang hinggap di sekitar mata untuk memakan air mata atau sekresi mata. Lalat ini meninggalkan larva cacing Thelazia di konjungtiva mata. Cacing ini kemudian tumbuh dan hidup di permukaan mata, saluran air mata, atau kelopak mata, menyebabkan iritasi parah.
Tips Pencegahan Infeksi Parasit pada Mata
- Selalu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah bermain di luar ruangan, terutama setelah menyentuh tanah atau pasir.
- Lakukan deworming (pemberian obat cacing) secara rutin pada hewan peliharaan seperti anjing dan kucing di rumah.
- Hindari mengucek mata dengan tangan yang kotor.
- Gunakan kacamata pelindung atau kacamata anti serangga jika bepergian ke daerah endemik atau saat bekerja di kebun yang banyak lalat/serangga.
Gejala Cacing Mata
Gejala yang muncul akibat infeksi cacing mata sangat bergantung pada jenis cacing yang menginfeksi dan lokasi persisnya di dalam struktur mata. Namun, beberapa tanda dan gejala umum yang perlu sangat diwaspadai meliputi:
- Sensasi benda asing: Penderita sering merasa ada sesuatu yang mengganjal atau bergerak-gerak di dalam mata atau di bawah kelopak mata.
- Kemerahan dan iritasi parah: Mata bagian putih (sklera) menjadi sangat merah, berair, dan terasa sangat gatal.
- Gangguan penglihatan: Munculnya floaters (bayangan bintik atau garis hitam yang melayang-layang di lapang pandang), pandangan kabur, atau sensitivitas berlebih terhadap cahaya (fotofobia).
- Nyeri pada mata: Rasa sakit yang tajam atau berdenyut di sekitar bola mata akibat peradangan jaringan (uveitis atau endoftalmitis).
- Perubahan fisik mata: Dalam kasus Loiasis atau Thelaziasis, cacing terkadang benar-benar bisa terlihat seperti benang keputihan yang meliuk-liuk di bagian putih mata manusia.
- Pembengkakan: Terjadinya pembengkakan di sekitar mata atau kelopak mata (edema periorbital).
Kapan Harus ke Dokter?
Jika kamu atau anggota keluargamu mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas, terutama melihat bayangan benda yang bergerak di permukaan mata, peradangan yang tidak kunjung sembuh, dan penurunan tajam penglihatan secara tiba-tiba, jangan pernah menunda untuk mencari pertolongan medis. Segera putuskan kapan harus ke dokter agar mendapatkan diagnosis yang akurat melalui pemeriksaan slit-lamp oleh dokter spesialis mata (oftalmologis).
Sangat dilarang keras mencoba mengeluarkan cacing sendiri menggunakan pinset atau alat tajam lainnya di rumah. Tindakan ceroboh ini dapat menyebabkan infeksi bakteri sekunder yang parah, melukai kornea mata, dan memperbesar risiko kehilangan penglihatan secara permanen.
Diagnosis dan Pengobatan Cacing Mata
1. Proses Diagnosis
Dokter spesialis mata akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mendiagnosis infeksi parasit. Ini meliputi pemeriksaan menggunakan alat khusus (slit-lamp) untuk melihat struktur mata secara makro, tes darah untuk melihat kadar eosinofil (sel darah putih yang meningkat saat ada infeksi parasit), hingga USG mata (ultrasonografi okular) untuk mendeteksi keberadaan kista atau larva di bagian belakang mata yang tidak terlihat dari luar.
2. Tindakan Pengobatan Medis
Sebagai informasi farmakologis, pengobatan infeksi cacing mata tidak bisa menggunakan obat bebas. Terapi umumnya melibatkan:
- Operasi / Ekstraksi Manual: Pada kasus cacing yang berada di permukaan konjungtiva (seperti Loa loa atau Thelazia), dokter mata akan melakukan anestesi lokal dan mengeluarkan cacing hidup secara perlahan menggunakan instrumen bedah mikro steril.
- Obat Antiparasit: Dokter akan meresepkan obat keras golongan anthelmintik (anti-cacing) khusus seperti Albendazole, Ivermectin, atau Diethylcarbamazine (DEC) untuk membunuh larva cacing yang ada di dalam aliran darah dan jaringan tubuh lainnya.
- Obat Kortikosteroid: Penggunaan obat antiparasit sering kali menyebabkan cacing mati di dalam mata, yang bisa memicu reaksi alergi dan peradangan hebat. Oleh karena itu, dokter biasanya akan meresepkan kortikosteroid lokal (tetes mata) atau oral untuk mengendalikan inflamasi dan mencegah kerusakan saraf optik.
Bagi kamu yang sedang dalam tahap pemulihan atau membutuhkan suplemen kesehatan umum untuk mendukung daya tahan tubuh harian, kamu bisa dengan mudah beli obat dan vitamin yang aman serta terjamin keasliannya melalui layanan kesehatan tepercaya.
Studi Mengenai Infeksi Parasit Okular
National Center for Biotechnology Information (NCBI) pernah menerbitkan studi klinis terkait prevalensi Ocular Toxocariasis pada anak-anak. Studi tersebut menjelaskan bahwa paparan tanah yang terkontaminasi kotoran anjing tanpa penerapan kebersihan tangan yang baik menjadi faktor risiko utama kebutaan sebelah mata (unilateral blindness) pada kelompok usia pediatrik.
Temuan ini menegaskan kembali betapa vitalnya peran edukasi kesehatan masyarakat, khususnya bagi para orang tua. Menjaga kebersihan lingkungan bermain anak dan memastikan hewan peliharaan rutin mendapatkan obat cacing adalah investasi jangka panjang untuk mencegah cacat penglihatan permanen akibat parasit.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Loiasis.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2024. Parasites – Toxocariasis (also known as Roundworm Infection).
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2024. What Is Loa Loa?
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Ocular Parasitosis: A Comprehensive Review.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Eye Infections: Symptoms & Causes.
FAQ
1. Apakah cacing mata bisa menular dari orang ke orang?
Tidak. Infeksi parasit pada mata tidak menular secara langsung dari manusia ke manusia melalui kontak fisik atau pandangan. Parasit membutuhkan vektor seperti serangga (nyamuk, lalat) atau inang perantara (kotoran hewan peliharaan, tanah yang terkontaminasi) untuk bisa menginfeksi tubuh manusia.
2. Apakah memakai lensa kontak bisa meningkatkan risiko terkena cacing mata?
Lensa kontak sendiri tidak secara langsung menyebabkan infeksi cacing. Namun, penggunaan lensa kontak yang tidak higienis (mencuci dengan air keran kotor atau tangan yang terkontaminasi telur parasit dari tanah) dapat memfasilitasi masuknya patogen (termasuk parasit mikroskopis seperti Acanthamoeba) ke dalam kornea mata.
3. Apakah obat cacing apotek biasa bisa menyembuhkan cacing mata?
Tidak bisa. Obat cacing bebas yang dijual di apotek umumnya ditujukan untuk mengatasi infeksi cacing usus (seperti cacing kremi atau cacing gelang di pencernaan). Infeksi parasit di mata membutuhkan obat keras resep dokter dengan dosis spesifik dan pemantauan ketat untuk mencegah reaksi peradangan akibat matinya parasit di dalam mata.
4. Bagaimana cara dokter mengeluarkan cacing dari dalam mata?
Jika cacing berada di permukaan mata atau di bawah konjungtiva, dokter mata akan memberikan obat tetes bius lokal. Setelah area mata mati rasa, dokter akan membuat sayatan mikro yang sangat kecil dan menarik cacing tersebut keluar menggunakan pinset bedah khusus secara hati-hati. Prosedur ini aman jika dilakukan oleh profesional medis.



