Ad Placeholder Image

Ciri Ciri FAM: Si 'Tikus Payudara' yang Tak Berbahaya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   04 Mei 2026

Kenali Ciri Ciri FAM Si Tikus Payudara

Ciri Ciri FAM: Si 'Tikus Payudara' yang Tak BerbahayaCiri Ciri FAM: Si 'Tikus Payudara' yang Tak Berbahaya

Fibroadenoma Mammae (FAM) adalah benjolan jinak di payudara yang umumnya tidak menimbulkan rasa sakit. Kondisi ini seringkali menjadi kekhawatiran, terutama pada wanita muda. Penting untuk mengenali ciri ciri FAM agar dapat melakukan deteksi dini dan penanganan yang tepat. Benjolan FAM biasanya berbentuk bulat atau lonjong, memiliki tepi yang tegas, terasa kenyal atau padat, serta mudah digerakkan saat disentuh, menyerupai sensasi “tikus payudara”.

Apa Itu Fibroadenoma Mammae (FAM)?

Fibroadenoma Mammae (FAM) merupakan jenis tumor jinak yang paling umum ditemukan pada payudara wanita. Benjolan ini terbentuk dari jaringan glandular (kelenjar) dan jaringan stroma (ikat) payudara. FAM tidak bersifat kanker dan tidak meningkatkan risiko terkena kanker payudara.

Kondisi ini paling sering ditemukan pada wanita berusia 20 hingga 30 tahun. Namun, FAM juga dapat muncul pada usia berapapun. Ukuran benjolan bisa bervariasi, dari sangat kecil hingga beberapa sentimeter.

Ciri Ciri FAM yang Perlu Diketahui

Mengenali ciri-ciri khas Fibroadenoma Mammae sangat penting untuk membedakannya dari kondisi payudara lain. Berikut adalah karakteristik utama FAM yang perlu diperhatikan:

  • Tidak Menimbulkan Nyeri: Umumnya, benjolan FAM tidak menyebabkan rasa sakit. Beberapa wanita mungkin merasakan nyeri ringan, terutama menjelang atau selama periode menstruasi.
  • Bentuk Bulat atau Lonjong: Benjolan memiliki bentuk yang teratur, biasanya bulat atau lonjong. Bentuknya dapat dirasakan dengan jelas saat perabaan.
  • Tepi yang Tegas: Batas benjolan terasa jelas dan terpisah dari jaringan payudara di sekitarnya. Hal ini memudahkan untuk membedakannya.
  • Tekstur Kenyal atau Padat: Saat diraba, benjolan FAM terasa kenyal namun padat. Teksturnya seragam di seluruh bagian benjolan.
  • Mudah Digerakkan: Ciri khas lainnya adalah benjolan terasa mudah digerakkan di bawah kulit saat disentuh. Gerakan ini sering digambarkan seperti “tikus payudara” karena dapat berpindah-pindah.
  • Ukuran yang Berubah: Ukuran FAM bisa membesar atau mengecil seiring waktu. Perubahan ini seringkali dipengaruhi oleh fluktuasi hormon, seperti selama siklus menstruasi, kehamilan, atau terapi hormon.
  • Umumnya Muncul pada Usia Muda: FAM paling sering didiagnosis pada wanita di rentang usia 20 hingga 30 tahun. Namun, kondisi ini juga bisa terjadi pada wanita di berbagai kelompok usia.

Kapan Harus Waspada Terhadap Benjolan Payudara?

Meskipun FAM adalah benjolan jinak, setiap penemuan benjolan baru di payudara memerlukan evaluasi medis. Penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika merasakan benjolan yang:

  • Bertumbuh dengan cepat.
  • Menimbulkan rasa sakit yang signifikan atau perubahan pada kulit payudara.
  • Disertai dengan keluarnya cairan dari puting.

Pemeriksaan oleh profesional kesehatan adalah langkah terbaik untuk memastikan diagnosis dan menyingkirkan kemungkinan kondisi lain yang lebih serius.

Penyebab Fibroadenoma Mammae

Penyebab pasti Fibroadenoma Mammae belum sepenuhnya diketahui. Namun, para ahli menduga bahwa pertumbuhan FAM sangat berkaitan dengan hormon estrogen. Peningkatan kadar estrogen dapat merangsang pertumbuhan jaringan payudara, termasuk pembentukan FAM.

Oleh karena itu, kondisi ini seringkali membesar selama kehamilan atau penggunaan terapi hormon. Sebaliknya, benjolan cenderung mengecil setelah menopause, ketika kadar estrogen alami menurun.

Diagnosis Fibroadenoma Mammae

Untuk mendiagnosis FAM, dokter akan melakukan beberapa langkah. Dimulai dengan pemeriksaan fisik payudara untuk meraba benjolan dan menilai karakteristiknya.

Selanjutnya, dokter mungkin merekomendasikan pemeriksaan penunjang seperti ultrasonografi (USG) payudara, terutama untuk wanita muda. Mammografi juga dapat dilakukan, khususnya bagi wanita di atas usia 40 tahun. Dalam beberapa kasus, biopsi jarum halus atau biopsi eksisi mungkin diperlukan untuk memastikan benjolan adalah FAM dan bukan kondisi lain.

Pengobatan dan Penanganan FAM

Penanganan Fibroadenoma Mammae bervariasi tergantung ukuran benjolan, ada tidaknya gejala, dan kekhawatiran pasien. Jika benjolan kecil, tidak menimbulkan gejala, dan telah dipastikan jinak, dokter mungkin hanya akan merekomendasikan observasi atau pemantauan rutin.

Namun, operasi pengangkatan benjolan dapat disarankan jika FAM membesar dengan cepat, menimbulkan nyeri, atau pasien merasa khawatir. Ada beberapa teknik bedah yang dapat digunakan, termasuk lumpektomi (pengangkatan benjolan saja) atau krioablasi (pembekuan benjolan).

Pencegahan Fibroadenoma Mammae

Tidak ada cara pasti untuk mencegah Fibroadenoma Mammae. Namun, deteksi dini sangat penting untuk memastikan benjolan jinak dan memantau perkembangannya.

Melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) secara rutin setiap bulan adalah langkah awal yang baik. Selain itu, menjalani pemeriksaan payudara klinis oleh dokter dan pemeriksaan pencitraan seperti USG atau mammografi sesuai rekomendasi usia juga dianjurkan.

Konsultasi Medis di Halodoc

Mengenali ciri ciri FAM adalah langkah awal yang penting untuk kesehatan payudara. Jika menemukan benjolan atau perubahan apapun pada payudara, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan profesional medis.

Halodoc menyediakan layanan konsultasi medis yang dapat diakses dengan mudah. Melalui Halodoc, dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk mendapatkan diagnosis akurat, saran penanganan, dan informasi kesehatan berbasis riset terbaru.