Kenali Ciri-Ciri Mastitis pada Ibu Menyusui, Bunda Wajib Tahu!

Ciri-Ciri Mastitis pada Ibu Menyusui: Kenali Gejala dan Kapan Harus ke Dokter
Mastitis adalah peradangan pada jaringan payudara yang seringkali disebabkan oleh infeksi, umumnya terjadi pada ibu menyusui. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri dan tidak nyaman, serta memengaruhi kelancaran proses menyusui. Mengenali ciri-ciri mastitis pada ibu menyusui sangat penting agar penanganan dapat segera diberikan, mencegah komplikasi lebih lanjut, dan memastikan ASI tetap dapat diberikan kepada bayi.
Definisi Mastitis
Mastitis adalah kondisi peradangan pada payudara yang paling sering dialami oleh ibu menyusui, meskipun bisa juga terjadi pada wanita yang tidak menyusui. Peradangan ini umumnya terjadi ketika saluran ASI tersumbat atau bakteri masuk ke payudara melalui puting yang luka.
Akibatnya, susu menumpuk di payudara, menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan bakteri dan menyebabkan infeksi. Kondisi ini dapat berkembang cepat dan membutuhkan perhatian medis.
Ciri-Ciri Mastitis pada Ibu Menyusui
Gejala mastitis dapat muncul secara tiba-tiba dan seringkali hanya memengaruhi satu payudara. Mengenali tanda-tanda ini penting untuk penanganan dini. Berikut adalah ciri-ciri mastitis pada ibu menyusui yang perlu diwaspadai, baik gejala lokal pada payudara maupun gejala sistemik yang memengaruhi seluruh tubuh.
Gejala Lokal pada Payudara
Gejala-gejala ini akan terasa langsung pada area payudara yang meradang:
- Nyeri dan Sensitivitas: Payudara terasa nyeri, sakit, atau sangat sensitif saat disentuh. Rasa nyeri ini bisa sangat mengganggu, terutama saat menyusui atau memompa ASI.
- Pembengkakan: Salah satu payudara tampak bengkak dan membesar dibandingkan payudara lainnya. Pembengkakan ini bisa disertai rasa penuh dan berat.
- Kemerahan dan Panas: Kulit payudara yang terkena peradangan terlihat memerah dan terasa hangat atau panas saat disentuh. Area kemerahan ini bisa menyerupai pola irisan kue atau pie.
- Benjolan: Terkadang, muncul benjolan keras atau area penebalan jaringan pada payudara yang terasa sakit ketika diraba. Benjolan ini adalah tanda penumpukan susu atau peradangan.
- Sensasi Terbakar: Beberapa ibu dapat merasakan sensasi terbakar yang terus-menerus pada payudara atau saat bayi menyusu. Hal ini bisa menjadi indikasi iritasi saraf akibat peradangan.
- Kondisi Puting: Puting susu bisa lecet, luka, atau dalam kasus yang lebih parah, dapat mengeluarkan nanah. Puting lecet sering menjadi pintu masuk bakteri penyebab mastitis.
Gejala Sistemik (Mirip Flu)
Selain gejala lokal pada payudara, mastitis juga sering disertai dengan gejala sistemik yang mirip dengan flu. Gejala ini menunjukkan bahwa tubuh sedang melawan infeksi yang terjadi:
- Demam Tinggi: Demam adalah salah satu tanda umum, biasanya suhu tubuh mencapai 38°C atau lebih. Demam tinggi sering menjadi indikator adanya infeksi.
- Menggigil: Badan terasa dingin dan disertai episode menggigil, meskipun suhu tubuh sedang tinggi. Menggigil adalah respons tubuh terhadap demam.
- Nyeri Otot dan Sendi: Penderita bisa mengalami sakit kepala, nyeri pada otot, dan persendian di seluruh tubuh. Rasa sakit ini mirip dengan gejala flu pada umumnya.
- Kelelahan: Rasa lelah yang berlebihan, lesu, dan tidak nyaman secara keseluruhan. Kelelahan dapat menghambat aktivitas sehari-hari dan proses menyusui.
Kapan Harus ke Dokter?
Mastitis dapat muncul secara tiba-tiba dan jika tidak segera ditangani, berisiko berkembang menjadi abses payudara, yaitu kumpulan nanah yang memerlukan tindakan medis lebih lanjut seperti drainase. Jika mengalami ciri-ciri mastitis pada ibu menyusui seperti yang disebutkan di atas, terutama jika disertai demam tinggi atau gejala semakin memburuk dalam 24 jam, segera konsultasikan dengan dokter atau bidan.
Penanganan yang tepat dan cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius, meredakan gejala, dan memastikan ibu tetap dapat melanjutkan proses menyusui. Diagnosis dini dan terapi antibiotik yang sesuai seringkali diperlukan untuk mengatasi infeksi.
Pencegahan Mastitis
Mencegah mastitis jauh lebih baik daripada mengobatinya. Beberapa langkah dapat dilakukan untuk mengurangi risiko peradangan payudara:
- Pastikan posisi dan pelekatan bayi saat menyusui sudah benar agar payudara dapat dikosongkan secara efektif dan tidak ada ASI yang tertinggal.
- Sering menyusui atau memompa ASI secara teratur, setidaknya setiap 2-3 jam, untuk mencegah penumpukan susu.
- Hindari pemakaian bra yang terlalu ketat atau pakaian yang menekan payudara, karena dapat menghambat aliran ASI.
- Istirahat yang cukup dan kelola stres dengan baik untuk menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat.
- Segera obati puting yang lecet atau luka untuk mencegah masuknya bakteri ke dalam saluran ASI.
- Lakukan pijatan lembut pada payudara saat menyusui atau memompa untuk membantu mengosongkan saluran ASI.
Kesimpulan: Rekomendasi Medis dari Halodoc
Mengenali ciri-ciri mastitis pada ibu menyusui adalah langkah pertama untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat. Jangan ragu untuk mencari bantuan medis profesional jika mengalami gejala-gejala tersebut.
Melalui aplikasi Halodoc, dapat berkonsultasi dengan dokter umum atau spesialis laktasi secara praktis dan mendapatkan informasi kesehatan yang akurat serta rekomendasi penanganan sesuai kondisi. Penanganan dini sangat penting untuk memastikan kesehatan ibu dan kelancaran proses menyusui.



