Waspada! Ciri Ciri Mastitis Pada Payudara yang Harus Kamu Tahu

Apa Itu Mastitis?
Mastitis adalah peradangan pada jaringan payudara yang seringkali disebabkan oleh infeksi bakteri. Kondisi ini umumnya menyerang wanita menyusui, namun tidak menutup kemungkinan terjadi pada wanita yang tidak menyusui, bahkan pria. Peradangan ini menyebabkan payudara terasa nyeri, bengkak, merah, dan panas. Penting untuk mengenali ciri ciri mastitis pada payudara agar penanganan dapat segera diberikan dan mencegah komplikasi serius.
Ciri-Ciri Mastitis pada Payudara
Tanda dan gejala mastitis seringkali muncul secara tiba-tiba dan dapat memburuk dengan cepat. Mengenali ciri-ciri ini sangat krusial untuk penanganan yang tepat. Gejala pada payudara biasanya hanya terjadi pada satu sisi.
- Nyeri Hebat
Payudara akan terasa sangat sakit, perih, atau berdenyut. Rasa nyeri ini dapat meningkat, terutama saat disentuh atau ketika sedang menyusui.
- Pembengkakan
Area payudara yang terkena akan membengkak dan terasa penuh. Pembengkakan ini bisa sangat jelas terlihat dan membuat payudara terasa tegang.
- Kemerahan atau Keunguan
Kulit payudara di area yang meradang akan tampak merah atau bahkan keunguan. Perubahan warna ini adalah indikasi adanya peradangan atau infeksi di bawah kulit.
- Panas saat Disentuh
Area yang terinfeksi akan terasa hangat atau bahkan panas saat disentuh. Ini merupakan respons alami tubuh terhadap peradangan.
- Terasa Keras atau Berbenjol
Jaringan payudara dapat terasa keras atau terdapat benjolan di bagian yang meradang. Benjolan ini seringkali merupakan saluran ASI yang tersumbat atau area infeksi.
- Puting Perih dan Nyeri
Puting susu juga bisa terpengaruh, terasa perih atau nyeri. Kondisi ini dapat menyulitkan proses menyusui.
- Keluarnya Nanah
Dalam kasus yang lebih parah, terkadang bisa keluar nanah dari puting susu. Ini adalah tanda infeksi yang lebih serius dan memerlukan perhatian medis segera.
- ASI Terasa Asin atau Bayi Menolak Menyusu
Rasa ASI dapat berubah menjadi lebih asin akibat infeksi. Akibatnya, bayi mungkin menolak untuk menyusu dari payudara yang terinfeksi.
Gejala Umum Mastitis
Selain ciri-ciri pada payudara, mastitis juga sering disertai dengan gejala umum yang menyerupai flu. Gejala ini menunjukkan bahwa tubuh sedang melawan infeksi dan peradangan.
- Demam Tinggi
Penderita mastitis sering mengalami demam tinggi, umumnya mencapai 38.5°C atau lebih. Demam adalah indikasi respons imun tubuh terhadap infeksi.
- Menggigil
Sensasi dingin yang kuat dan menggigil sering menyertai demam. Ini adalah reaksi tubuh saat suhu inti meningkat.
- Nyeri Otot
Rasa sakit dan pegal di seluruh otot tubuh adalah gejala umum lainnya. Nyeri otot sering dirasakan bersamaan dengan gejala flu lainnya.
- Kelelahan
Tubuh akan terasa sangat lemah dan lelah. Kelelahan ini bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan memerlukan istirahat yang cukup.
Penyebab Mastitis
Penyebab utama mastitis adalah bakteri yang masuk ke payudara, seringkali melalui puting susu yang lecet atau retak. Bakteri ini kemudian berkembang biak dan menyebabkan infeksi. Sumbatan pada saluran ASI juga menjadi faktor pemicu penting. Ketika saluran ASI tersumbat, ASI tidak dapat mengalir keluar dengan lancar, menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri.
Faktor risiko lain meliputi teknik menyusui yang kurang tepat, penggunaan bra yang terlalu ketat, melewatkan jadwal menyusui, atau sistem kekebalan tubuh yang lemah. Kebersihan payudara yang kurang terjaga juga dapat meningkatkan risiko.
Penanganan Mastitis
Mastitis memerlukan penanganan segera untuk mencegah komplikasi yang lebih serius, seperti abses payudara (kumpulan nanah di dalam payudara). Abses dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan memerlukan drainase medis. Penanganan awal biasanya meliputi pemberian antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri. Dokter juga mungkin merekomendasikan obat pereda nyeri dan anti-inflamasi untuk mengurangi gejala.
Selain pengobatan medis, ibu menyusui disarankan untuk terus menyusui atau memompa ASI dari payudara yang terinfeksi. Ini membantu melancarkan aliran ASI dan mengurangi sumbatan. Kompres hangat pada payudara juga dapat membantu meredakan nyeri dan melancarkan aliran ASI.
Pencegahan Mastitis
Mencegah mastitis sangat penting, terutama bagi ibu menyusui. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko meliputi:
- Teknik Menyusui yang Benar
Pastikan posisi dan pelekatan bayi saat menyusui sudah benar. Ini membantu mengosongkan payudara secara efektif.
- Menyusui Teratur dan Tuntas
Hindari melewatkan jadwal menyusui dan pastikan payudara dikosongkan secara tuntas pada setiap sesi. Jika bayi tidak mengosongkan payudara, gunakan pompa ASI.
- Hindari Pakaian Ketat
Gunakan bra yang nyaman dan tidak terlalu ketat untuk menghindari tekanan berlebihan pada payudara.
- Jaga Kebersihan Payudara
Bersihkan payudara secara rutin, terutama setelah menyusui. Perhatikan kebersihan tangan sebelum menyusui.
- Istirahat Cukup dan Nutrisi Seimbang
Menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat yang cukup dan asupan gizi seimbang dapat membantu mencegah infeksi.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika mengalami ciri ciri mastitis pada payudara seperti nyeri hebat, bengkak, merah, panas, disertai demam tinggi atau gejala flu lainnya, segera konsultasikan dengan dokter. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius. Jika gejala tidak membaik dalam 24-48 jam setelah penanganan awal, atau jika muncul benjolan yang tidak kunjung hilang, segera cari bantuan medis.
Mengenali ciri-ciri mastitis sejak dini adalah kunci untuk penanganan yang efektif. Jika mengalami gejala yang disebutkan, segera hubungi profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat. Halodoc menyediakan akses mudah untuk konsultasi dengan dokter dan informasi kesehatan yang akurat.



