Ad Placeholder Image

Ciri Ciri Sakit DB: Jangan Anggap Remeh Gejala Ini

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   30 April 2026

Waspada! Ciri Ciri Sakit DB yang Perlu Kamu Tahu

Ciri Ciri Sakit DB: Jangan Anggap Remeh Gejala IniCiri Ciri Sakit DB: Jangan Anggap Remeh Gejala Ini

Kenali Ciri-Ciri Sakit DB: Tanda Demam Berdarah Dengue yang Wajib Diwaspadai

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Mengenali ciri-ciri sakit DB sejak dini sangat krusial untuk penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi serius. Penyakit ini memiliki karakteristik gejala yang berkembang dalam beberapa fase, mulai dari demam tinggi hingga potensi fase kritis yang mengancam jiwa.

Apa Itu Demam Berdarah Dengue (DBD)?

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue. Virus ini menyebar ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti betina yang terinfeksi. DBD dapat menyerang siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa, dan jika tidak ditangani dengan baik, dapat menyebabkan kondisi fatal.

Ciri-Ciri Sakit DB: Gejala Demam Berdarah yang Perlu Diketahui

Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD) sering kali bervariasi, namun ada pola umum yang dapat diamati. Penyakit ini umumnya terbagi menjadi tiga fase: fase demam, fase kritis, dan fase pemulihan. Mengenali tanda-tanda pada setiap fase sangat penting.

Gejala Umum Awal Demam Berdarah (Fase Demam)

Fase ini biasanya berlangsung selama 2-7 hari pertama setelah terinfeksi. Gejala yang muncul mirip dengan flu biasa, namun memiliki intensitas yang lebih parah dan spesifik:

  • Demam Tinggi Mendadak: Suhu tubuh bisa naik drastis mencapai 39-40°C. Demam ini seringkali sulit turun bahkan dengan obat penurun panas biasa.
  • Sakit Kepala Parah: Terutama terasa di bagian belakang mata.
  • Nyeri Otot, Tulang, dan Sendi Hebat: Sering disebut sebagai “breakbone fever” karena rasa nyerinya yang sangat hebat di sekujur tubuh.
  • Mual dan Muntah: Disertai dengan kehilangan nafsu makan.
  • Nyeri Perut: Bisa terasa hebat.
  • Kelemahan dan Lesu: Penderita akan merasa sangat lemas dan tidak bertenaga.
  • Ruam Kulit: Bintik-bintik merah dapat muncul pada kulit, biasanya setelah 2-5 hari demam.

Fase Kritis Demam Berdarah

Fase ini merupakan periode paling berbahaya dan biasanya terjadi saat demam mulai turun, sekitar hari ke-3 hingga ke-5 setelah timbulnya gejala pertama. Penurunan demam bukan berarti penderita membaik, justru ini adalah waktu di mana komplikasi serius dapat terjadi. Oleh karena itu, observasi ketat sangat diperlukan pada fase ini.

Tanda-tanda pada fase kritis meliputi:

  • Penurunan Demam: Demam mulai mereda, seringkali disalahartikan sebagai tanda kesembuhan.
  • Potensi Perdarahan: Mimisan, gusi berdarah, atau bintik-bintik perdarahan di bawah kulit (petekie) dapat muncul. Pada kasus parah, perdarahan internal bisa terjadi.
  • Tanda Syok: Kondisi ini ditandai dengan keringat dingin, kulit pucat, ujung tangan dan kaki terasa dingin, serta penderita merasa sangat lemas dan gelisah. Syok dengue merupakan komplikasi serius yang memerlukan penanganan medis darurat.
  • Nyeri Perut Hebat: Sering disertai muntah terus-menerus.

Penyebab Demam Berdarah Dengue

Penyebab utama DBD adalah infeksi virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini aktif menggigit pada siang hari dan berkembang biak di genangan air bersih. Ada empat jenis serotipe virus dengue (DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4), dan infeksi salah satu serotipe tidak memberikan kekebalan terhadap serotipe lainnya.

Kapan Harus Segera Memeriksakan Diri ke Dokter?

Jika mengalami beberapa ciri-ciri sakit DB, terutama demam tinggi mendadak yang tidak kunjung turun dan disertai nyeri hebat, penting untuk segera mencari pertolongan medis. Terlebih lagi jika mulai muncul tanda-tanda fase kritis seperti perdarahan atau gejala syok, penanganan darurat di fasilitas kesehatan sangat dibutuhkan.

Pencegahan Demam Berdarah Dengue

Pencegahan DBD berfokus pada pemberantasan sarang nyamuk. Langkah-langkah yang dapat dilakukan meliputi:

  • Menguras dan Membersihkan: Menguras tempat penampungan air secara rutin, seperti bak mandi, drum, dan ember.
  • Menutup Rapat: Menutup rapat tempat penampungan air agar nyamuk tidak dapat masuk dan bertelur.
  • Mendaur Ulang: Memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat penampungan air.
  • Melakukan Fogging: Pada area dengan kasus DBD, fogging dapat dilakukan untuk membunuh nyamuk dewasa.
  • Menggunakan Kelambu dan Losion Anti Nyamuk: Terutama saat tidur atau beraktivitas di luar ruangan.

Dapatkan Penanganan Akurat di Halodoc

Mengenali ciri-ciri sakit DB dan penanganannya adalah kunci untuk mencegah komplikasi fatal. Jika mengalami gejala yang dicurigai sebagai demam berdarah, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah terhubung dengan dokter spesialis untuk mendapatkan diagnosis dan rencana perawatan yang tepat. Pemeriksaan dini dan penanganan yang cepat akan sangat membantu proses penyembuhan.