Ad Placeholder Image

Ciri-ciri Scabies Anak dan Cara Ampuh Obati Tuntas

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 April 2026

Scabies pada Anak? Kenali Gejala dan Cara Tepat Atasinya

Ciri-ciri Scabies Anak dan Cara Ampuh Obati TuntasCiri-ciri Scabies Anak dan Cara Ampuh Obati Tuntas

Jaga Si Kecil: Mengenali dan Mengatasi Scabies pada Anak

Scabies pada anak merupakan infeksi kulit menular yang disebabkan oleh tungau mikroskopis. Kondisi ini sering kali menimbulkan rasa gatal hebat, terutama saat malam hari, yang dapat mengganggu kualitas tidur anak. Penting bagi orang tua untuk mengenali gejala scabies pada anak sejak dini agar penanganan dapat segera dilakukan dan mencegah penyebaran lebih lanjut di lingkungan keluarga.

Definisi Scabies pada Anak

Scabies adalah kondisi kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei var. hominis. Tungau betina membuat terowongan di bawah permukaan kulit untuk bertelur, menyebabkan reaksi alergi yang memicu gatal dan ruam. Pada anak-anak, kondisi ini sangat menular dan bisa menyebar melalui kontak kulit langsung yang lama atau berbagi barang pribadi.

Anak-anak, khususnya bayi dan balita, memiliki kulit yang lebih sensitif. Hal ini membuat gejala scabies bisa tampak lebih parah dan memerlukan perhatian medis segera. Penanganan yang cepat dan tepat sangat krusial untuk mencegah komplikasi.

Gejala Scabies pada Anak

Gejala scabies pada anak dapat bervariasi, tetapi ada beberapa tanda umum yang perlu diwaspadai. Gejala utama adalah gatal parah yang cenderung memburuk pada malam hari. Rasa gatal ini seringkali sangat intens sehingga dapat mengganggu tidur anak.

Selain gatal, akan muncul bintik merah kecil, lepuh, atau ruam kulit. Ruam ini biasanya terlihat di area tubuh tertentu. Area tersebut meliputi sela-sela jari tangan dan kaki, pergelangan tangan, siku, ketiak, pinggang, selangkangan, serta lipatan kulit lainnya.

Pada bayi dan anak kecil, ruam scabies dapat muncul di area yang tidak biasa. Area tersebut termasuk telapak tangan, telapak kaki, kulit kepala, leher, dan wajah. Lepuh berisi cairan kecil juga mungkin terlihat, terutama di telapak tangan dan kaki bayi. Gejala pada bayi juga bisa lebih meluas dan menyebabkan iritasi kulit yang signifikan.

Penyebab Scabies pada Anak

Penyebab utama scabies adalah tungau Sarcoptes scabiei var. hominis. Tungau betina masuk dan bersarang di lapisan terluar kulit. Di sana, mereka bertelur dan mengeluarkan kotoran yang memicu respons imun tubuh. Respons inilah yang menyebabkan munculnya rasa gatal dan ruam.

Penularan scabies paling sering terjadi melalui kontak kulit-ke-kulit secara langsung dan cukup lama. Hal ini bisa terjadi saat bermain, tidur bersama, atau berpelukan. Berbagi pakaian, handuk, sprei, atau barang pribadi lainnya juga dapat menjadi jalur penularan, meskipun lebih jarang.

Lingkungan yang padat penduduk, sanitasi yang kurang baik, dan sistem kekebalan tubuh yang lemah dapat meningkatkan risiko penularan. Anak-anak di lingkungan sekolah atau penitipan anak seringkali lebih rentan. Ini karena mereka memiliki lebih banyak kontak dekat dengan teman sebaya.

Diagnosis Scabies pada Anak

Diagnosis scabies pada anak biasanya dilakukan oleh dokter berdasarkan pemeriksaan fisik. Dokter akan mencari ciri khas terowongan tungau di kulit. Terowongan ini seringkali tampak sebagai garis tipis keabu-abuan atau kemerahan.

Terkadang, dokter juga dapat mengambil sampel kerokan kulit dari area yang terinfeksi. Sampel tersebut kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk mengidentifikasi tungau, telur, atau kotorannya. Diagnosis yang akurat penting untuk memastikan pengobatan yang tepat.

Pengobatan Scabies pada Anak

Pengobatan scabies pada anak harus dilakukan sesegera mungkin untuk mencegah komplikasi dan penularan. Dokter biasanya akan meresepkan krim atau losion topikal yang mengandung Permetrin 5%. Krim ini efektif membunuh tungau dan telurnya.

Krim Permetrin umumnya dioleskan ke seluruh tubuh anak, mulai dari leher hingga ujung kaki. Aplikasinya dilakukan pada malam hari dan dibilas keesokan paginya. Penting untuk mengikuti instruksi dokter mengenai durasi dan frekuensi penggunaan secara teliti.

Selain pengobatan topikal, seluruh anggota keluarga yang tinggal serumah harus diobati secara serentak. Tindakan ini bertujuan untuk mencegah reinfeksi silang. Bahkan anggota keluarga yang tidak menunjukkan gejala pun perlu mendapatkan pengobatan. Ini karena scabies memiliki masa inkubasi.

Untuk meredakan gatal parah, dokter mungkin meresepkan antihistamin oral. Jika terjadi demam atau nyeri akibat infeksi sekunder karena garukan, dokter bisa merekomendasikan obat pereda demam dan nyeri. Misalnya, obat dengan kandungan parasetamol seperti Praxion Suspensi 60 ml. Penggunaan Praxion Suspensi 60 ml harus sesuai dosis anjuran dan petunjuk dokter. Praxion dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada anak.

Pakaian, sprei, handuk, dan selimut yang digunakan oleh anak yang terinfeksi harus dicuci dengan air panas. Suhu air minimal 50°C. Kemudian, barang-barang tersebut dikeringkan dengan suhu tinggi atau dijemur di bawah sinar matahari. Barang-barang yang tidak dapat dicuci bisa disimpan dalam kantong plastik tertutup rapat selama minimal 72 jam.

Pencegahan Scabies pada Anak

Pencegahan scabies melibatkan beberapa langkah penting untuk melindungi anak dan keluarga. Hindari kontak kulit langsung yang lama dengan orang yang terinfeksi. Pastikan juga anak tidak berbagi barang pribadi.

Menjaga kebersihan diri dan lingkungan adalah langkah pencegahan yang efektif. Rutin mencuci tangan dan mandi secara teratur dapat membantu mengurangi risiko penularan. Selalu menjaga kebersihan rumah, terutama tempat tidur dan sofa.

Jika ada anggota keluarga yang terdiagnosis scabies, lakukan pengobatan serentak untuk semua orang di rumah. Langkah ini sangat penting. Tindakan ini untuk memutuskan rantai penularan dan mencegah kambuhnya infeksi. Edukasi tentang scabies juga penting untuk masyarakat.

Kapan Harus ke Dokter?

Orang tua perlu segera membawa anak ke dokter jika mencurigai adanya scabies. Terutama jika anak menunjukkan gejala gatal parah yang tidak kunjung reda. Kunjungan ke dokter juga diperlukan jika muncul ruam di berbagai bagian tubuh. Gejala yang memburuk atau adanya tanda-tanda infeksi sekunder, seperti demam atau nanah pada ruam, juga memerlukan perhatian medis.

Diagnosis dini dan pengobatan yang tepat akan sangat membantu proses penyembuhan. Konsultasi dengan dokter melalui Halodoc dapat memberikan panduan profesional. Ini penting untuk memastikan anak mendapatkan penanganan yang sesuai. Penanganan yang tepat mencegah komplikasi jangka panjang.