Ad Placeholder Image

Ciri-Ciri Serangan Stroke Kedua: Kenali dan Waspadai!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Februari 2026

Ciri-Ciri Serangan Stroke Kedua: Waspada & Kenali!

Ciri-Ciri Serangan Stroke Kedua: Kenali dan Waspadai!Ciri-Ciri Serangan Stroke Kedua: Kenali dan Waspadai!

Stroke adalah kondisi serius yang dapat terjadi berulang kali. Memahami ciri-ciri serangan stroke kedua sangat penting agar penanganan cepat dan tepat dapat dilakukan. Mengenali gejala awal dan bertindak cepat dapat meminimalkan kerusakan otak dan meningkatkan peluang pemulihan.

Definisi Stroke Kedua

Stroke kedua adalah serangan stroke yang terjadi setelah seseorang pernah mengalami stroke sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan adanya masalah berkelanjutan pada pembuluh darah otak atau faktor risiko yang tidak terkontrol dengan baik.

Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, baik karena penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Stroke kedua dapat terjadi karena penyebab yang sama dengan stroke pertama, atau karena faktor risiko baru yang berkembang.

Ciri-Ciri Serangan Stroke Kedua

Ciri-ciri serangan stroke kedua seringkali mirip dengan stroke pertama, tetapi bisa juga berbeda tergantung pada area otak yang terkena. Gejala dapat muncul secara tiba-tiba dan memerlukan tindakan medis segera.

Berikut adalah beberapa gejala utama yang perlu diwaspadai:

  • Kelemahan atau kelumpuhan mendadak pada wajah, lengan, atau kaki, terutama pada satu sisi tubuh.
  • Kesulitan berbicara atau memahami perkataan, bicara menjadi pelo atau tidak jelas.
  • Kebas atau mati rasa mendadak pada wajah, lengan, atau kaki, terutama pada satu sisi tubuh.
  • Gangguan penglihatan, seperti penglihatan kabur, ganda, atau kehilangan penglihatan pada satu atau kedua mata.
  • Sakit kepala hebat yang datang tiba-tiba dan tanpa penyebab yang jelas.
  • Kehilangan keseimbangan atau koordinasi, kesulitan berjalan, atau pusing berputar.

Tanda Utama Stroke: “SEGERA KE RS”

Untuk mempermudah mengingat tanda-tanda stroke dan pentingnya tindakan cepat, gunakan akronim “SEGERA KE RS”:

  • Senyum tidak simetris (mulut mencong atau miring ke satu sisi).
  • Gerakan separuh anggota tubuh (lengan atau kaki) melemah atau lumpuh tiba-tiba.
  • Bicara pelo, tidak jelas, bicara tidak nyambung, atau sulit mengerti.
  • Kebas atau baal mendadak pada separuh tubuh.
  • Rabun, pandangan kabur secara tiba-tiba pada satu atau dua mata, atau pandangan ganda.
  • Angguan keseimbangan, pusing berputar, atau koordinasi buruk (sulit berjalan).
  • Sakit kepala hebat secara mendadak yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Gejala stroke kedua dapat muncul sangat cepat dan seringkali memerlukan penanganan darurat (IGD) yang lebih segera dibandingkan yang pertama. Selain gejala di atas, stroke kedua dapat disertai mual, muntah, kejang, atau penurunan kesadaran.

Gejala bisa sama persis dengan yang pertama atau berbeda, tergantung area otak yang terdampak. Penting untuk segera menghubungi fasilitas kesehatan terdekat (119 atau IGD) jika salah satu gejala muncul.

Penyebab Stroke Kedua

Penyebab stroke kedua seringkali serupa dengan penyebab stroke pertama. Beberapa faktor risiko utama meliputi:

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak terkontrol.
  • Kolesterol tinggi (hiperlipidemia).
  • Penyakit jantung, seperti fibrilasi atrium.
  • Diabetes.
  • Merokok.
  • Obesitas.
  • Kurangnya aktivitas fisik.
  • Riwayat keluarga dengan stroke.

Selain itu, beberapa kondisi medis lain seperti gangguan pembekuan darah atau penyakit autoimun juga dapat meningkatkan risiko stroke.

Pengobatan Stroke Kedua

Pengobatan stroke kedua bertujuan untuk meminimalkan kerusakan otak, mencegah komplikasi, dan membantu pemulihan. Jenis pengobatan tergantung pada jenis stroke (iskemik atau hemoragik) dan kondisi pasien.

Beberapa pilihan pengobatan meliputi:

  • Obat-obatan untuk memecah gumpalan darah (pada stroke iskemik).
  • Obat-obatan untuk mengontrol tekanan darah dan mencegah perdarahan lebih lanjut (pada stroke hemoragik).
  • Terapi fisik, terapi okupasi, dan terapi wicara untuk membantu pemulihan fungsi tubuh.
  • Pembedahan, jika diperlukan, untuk mengangkat gumpalan darah atau memperbaiki pembuluh darah yang pecah.

Pencegahan Stroke Kedua

Pencegahan stroke kedua melibatkan pengelolaan faktor risiko dan perubahan gaya hidup sehat. Beberapa langkah yang dapat diambil meliputi:

  • Mengontrol tekanan darah, kolesterol, dan gula darah.
  • Berhenti merokok.
  • Menjaga berat badan yang sehat.
  • Melakukan aktivitas fisik secara teratur.
  • Mengkonsumsi makanan sehat, rendah garam, lemak jenuh, dan kolesterol.
  • Mengelola stres.
  • Mematuhi rencana pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika mengalami ciri-ciri serangan stroke kedua, bahkan jika gejalanya ringan atau hilang timbul. Waktu adalah faktor penting dalam penanganan stroke. Semakin cepat pengobatan dimulai, semakin besar peluang pemulihan.

Rekomendasi Halodoc

Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai stroke atau faktor risiko, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Dapatkan informasi yang akurat dan terpercaya untuk menjaga kesehatan.