Ad Placeholder Image

Ciri Ciri TB Kelenjar pada Anak: Ortu Wajib Tahu!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   27 April 2026

Mengenali Ciri TB Kelenjar pada Anak: Benjolan dan Gejala

Ciri Ciri TB Kelenjar pada Anak: Ortu Wajib Tahu!Ciri Ciri TB Kelenjar pada Anak: Ortu Wajib Tahu!

Ciri-ciri TB kelenjar pada anak seringkali menjadi perhatian orang tua karena manifestasinya yang mungkin tidak langsung dikenali. Kondisi ini umumnya ditandai dengan munculnya benjolan, terutama di area leher, ketiak, atau selangkangan. Benjolan tersebut biasanya membesar secara perlahan dan pada awalnya tidak menimbulkan rasa nyeri. Selain benjolan, anak dengan TB kelenjar juga bisa menunjukkan gejala umum tuberkulosis (TBC) seperti batuk yang berlangsung lama, demam ringan yang terus-menerus, dan penurunan berat badan. Mengenali tanda-tanda ini penting untuk deteksi dini dan penanganan yang tepat.

Apa Itu TB Kelenjar pada Anak?

Tuberkulosis kelenjar, atau limfadenitis TB, adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang kelenjar getah bening. Pada anak-anak, kondisi ini menjadi salah satu bentuk TB ekstra paru yang paling sering terjadi. Kelenjar getah bening adalah bagian penting dari sistem kekebalan tubuh yang berfungsi menyaring zat berbahaya dan melawan infeksi.

Infeksi bakteri TBC pada kelenjar getah bening menyebabkan kelenjar membengkak. Penularan TB kelenjar pada anak umumnya terjadi melalui droplet (percikan air liur) dari orang dewasa yang menderita TB aktif. Anak-anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna sehingga lebih rentan terinfeksi.

Ciri-Ciri Benjolan TB Kelenjar pada Anak

Benjolan merupakan tanda utama yang perlu diwaspadai sebagai ciri TB kelenjar pada anak. Karakteristik benjolan ini memiliki pola perkembangan tertentu.

  • Lokasi Benjolan. Benjolan TB kelenjar paling sering ditemukan di area leher, khususnya di bawah rahang atau di samping leher. Namun, benjolan juga dapat muncul di ketiak atau pangkal paha.
  • Perkembangan Ukuran. Awalnya, benjolan mungkin berukuran kecil dan tidak terasa sakit saat disentuh. Seiring waktu, benjolan ini akan membesar secara perlahan-lahan.
  • Konsistensi Benjolan. Pada tahap awal, benjolan bisa terasa lembut. Namun, jika infeksi berlanjut, konsistensinya dapat berubah menjadi lebih keras.
  • Perubahan pada Kulit. Kulit di atas benjolan kadang-kadang tidak menunjukkan perubahan. Namun, pada kasus tertentu, kulit di area benjolan bisa tampak kemerahan atau menjadi nyeri saat disentuh seiring berjalannya waktu.

Gejala Umum TBC Lain yang Menyertai

Selain benjolan, anak dengan TB kelenjar juga dapat menunjukkan gejala umum tuberkulosis yang mengindikasikan bahwa sistem kekebalan tubuh sedang berjuang melawan infeksi. Penting untuk memperhatikan kombinasi gejala ini.

  • Batuk Kronis. Anak mungkin mengalami batuk yang berlangsung lebih dari 2-3 minggu. Batuk ini seringkali tidak membaik meskipun sudah diberikan obat batuk biasa.
  • Demam Ringan. Anak bisa mengalami demam ringan yang berlangsung terus-menerus, terutama pada malam hari. Demam ini seringkali tidak terlalu tinggi namun persisten.
  • Keringat Malam Berlebih. Anak sering berkeringat banyak di malam hari, bahkan saat suhu lingkungan tidak panas. Kondisi ini dapat menyebabkan anak terbangun dengan pakaian yang basah.
  • Penurunan Berat Badan. Berat badan anak bisa turun atau sulit mengalami kenaikan, meskipun asupan makanannya cukup. Hal ini terjadi karena tubuh menggunakan lebih banyak energi untuk melawan infeksi.
  • Nafsu Makan Menurun. Anak menunjukkan kurangnya minat terhadap makanan atau mengalami penurunan nafsu makan secara signifikan. Kondisi ini berkontribusi pada kesulitan naik berat badan.
  • Lesu dan Mudah Lelah. Anak terlihat lebih lesu, kurang aktif, dan mudah merasa lelah. Ini merupakan tanda daya tahan tubuhnya menurun akibat infeksi bakteri TBC.

Penyebab TB Kelenjar pada Anak

Penyebab utama TB kelenjar pada anak adalah infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini biasanya menyebar melalui udara ketika seseorang yang terinfeksi TB paru batuk, bersin, atau berbicara. Anak-anak yang memiliki kontak erat dengan penderita TB aktif berisiko lebih tinggi untuk tertular.

Setelah masuk ke dalam tubuh, bakteri dapat menyebar melalui aliran darah atau sistem limfatik menuju kelenjar getah bening. Sistem kekebalan tubuh anak yang masih berkembang mungkin tidak mampu sepenuhnya menahan penyebaran bakteri, sehingga bakteri dapat berkembang biak dan menyebabkan pembengkakan pada kelenjar.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Apabila terdapat benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan anak yang tidak kunjung hilang atau justru membesar, segera periksakan ke dokter. Terlebih jika benjolan tersebut disertai dengan gejala umum TB seperti batuk kronis, demam ringan yang persisten, keringat malam, atau penurunan berat badan.

Deteksi dini sangat penting untuk memastikan diagnosis yang akurat dan memulai penanganan yang efektif. Penundaan pemeriksaan dapat memperburuk kondisi dan mempersulit pengobatan.

Rekomendasi Medis dari Halodoc

Jika ditemukan ciri ciri TB kelenjar pada anak, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak atau dokter umum di fasilitas kesehatan terdekat. Pemeriksaan fisik, tes darah, hingga biopsi mungkin diperlukan untuk menegakkan diagnosis.

Melalui Halodoc, dapat mencari informasi lebih lanjut mengenai TB kelenjar pada anak dan mendapatkan rekomendasi dokter yang sesuai. Aplikasi Halodoc juga memfasilitasi janji temu dengan dokter secara virtual atau langsung untuk penanganan yang cepat dan tepat. Ikuti saran medis profesional untuk kesehatan anak.