Ad Placeholder Image

Ciri Mastitis pada Ibu Menyusui: Kenali Gejalanya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Mei 2026

Waspada Ciri Mastitis pada Ibu Menyusui, Yuk Kenali!

Ciri Mastitis pada Ibu Menyusui: Kenali GejalanyaCiri Mastitis pada Ibu Menyusui: Kenali Gejalanya

Ciri Mastitis pada Ibu Menyusui yang Penting Dikenali

Mastitis merupakan kondisi peradangan pada payudara yang umum dialami oleh ibu menyusui. Penting untuk mengetahui ciri mastitis pada ibu menyusui agar penanganan dapat segera dilakukan. Kondisi ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan signifikan dan berpotensi mengganggu proses menyusui.

Apa Itu Mastitis?

Mastitis adalah peradangan pada jaringan payudara yang kadang disertai infeksi. Peradangan ini umumnya terjadi pada ibu menyusui, meskipun bisa juga terjadi pada wanita yang tidak menyusui. Biasanya, mastitis hanya menyerang satu payudara dan bisa berkembang dengan cepat.

Ciri Mastitis pada Ibu Menyusui dan Gejalanya

Ciri mastitis pada ibu menyusui dapat muncul tiba-tiba dan meliputi gejala lokal pada payudara serta gejala sistemik yang mirip flu. Mengenali gejala ini sangat penting untuk penanganan dini. Payudara yang terkena mastitis seringkali menunjukkan perubahan fisik yang jelas.

Gejala Lokal pada Payudara

Gejala lokal ini terjadi langsung pada area payudara yang meradang atau terinfeksi:

  • Payudara terasa nyeri dan sakit. Area yang terpengaruh akan sensitif saat disentuh.
  • Payudara terlihat bengkak. Pembengkakan ini bisa terbatas pada satu area atau menyebar.
  • Kulit payudara memerah. Warna kemerahan ini seringkali membentuk pola seperti irisan atau area yang tidak rata.
  • Payudara terasa panas saat disentuh. Peningkatan suhu ini merupakan respons peradangan.
  • Muncul benjolan keras. Benjolan ini bisa terasa nyeri dan merupakan indikasi sumbatan saluran ASI.
  • Beberapa ibu menyusui melaporkan sensasi terbakar saat menyusui.
  • Puting payudara dapat mengalami lecet, yang memperburuk rasa sakit.
  • Mastitis seringkali hanya terjadi pada satu payudara, meskipun bisa juga memengaruhi keduanya.

Gejala Sistemik Mirip Flu

Selain gejala lokal, ibu menyusui juga bisa merasakan gejala umum pada tubuh, serupa dengan kondisi flu:

  • Demam tinggi, suhu tubuh mencapai 38°C atau lebih.
  • Menggigil, perasaan dingin yang tidak dapat dikendalikan.
  • Nyeri otot dan persendian di seluruh tubuh.
  • Kelelahan ekstrem, yang bisa sangat mengganggu aktivitas harian.

Penyebab Mastitis

Penyebab utama mastitis adalah ASI yang tidak sepenuhnya keluar dari payudara, yang mengakibatkan saluran ASI tersumbat. Penumpukan ASI ini menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri untuk berkembang biak. Bakteri dapat masuk ke payudara melalui retakan pada kulit puting atau melalui lubang puting susu.

Faktor risiko lain meliputi pelekatan bayi yang kurang tepat saat menyusui, jadwal menyusui yang tidak teratur, atau penggunaan bra yang terlalu ketat.

Pengobatan Mastitis

Jika mengalami ciri mastitis pada ibu menyusui, segera konsultasikan dengan dokter. Pengobatan mastitis umumnya melibatkan beberapa langkah:

  • Antibiotik: Dokter akan meresepkan antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri. Penting untuk menghabiskan seluruh dosis antibiotik sesuai petunjuk.
  • Terus menyusui: Sangat dianjurkan untuk terus menyusui atau memompa ASI dari payudara yang terkena. Ini membantu mengosongkan payudara dan mencegah sumbatan lebih lanjut.
  • Kompres hangat: Mengaplikasikan kompres hangat pada payudara yang sakit sebelum menyusui atau memompa dapat membantu melancarkan aliran ASI dan mengurangi nyeri.
  • Istirahat: Memastikan istirahat yang cukup membantu tubuh melawan infeksi dan mempercepat pemulihan.
  • Obat pereda nyeri: Dokter mungkin merekomendasikan obat pereda nyeri yang aman untuk ibu menyusui guna mengurangi rasa sakit dan demam.

Pencegahan Mastitis

Beberapa langkah pencegahan dapat dilakukan untuk mengurangi risiko mastitis:

  • Pastikan pelekatan bayi benar saat menyusui. Bayi harus membuka mulut lebar dan mengambil sebagian besar areola, bukan hanya puting.
  • Kosongkan payudara sepenuhnya saat menyusui. Tawarkan kedua payudara atau pastikan satu payudara benar-benar kosong sebelum beralih ke yang lain.
  • Hindari jeda menyusui yang terlalu lama. Susui bayi sesuai permintaan atau setidaknya setiap 2-3 jam.
  • Hindari pakaian atau bra yang terlalu ketat yang dapat menekan payudara dan menghambat aliran ASI.
  • Rawat puting yang lecet dengan baik untuk mencegah masuknya bakteri.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera mencari pertolongan medis jika mengalami ciri mastitis pada ibu menyusui, terutama jika demam tinggi tidak membaik setelah 24 jam, atau jika gejala memburuk. Penanganan yang cepat dapat mencegah komplikasi serius, seperti abses payudara.

Kesimpulan

Mengenali ciri mastitis pada ibu menyusui adalah langkah awal yang krusial untuk penanganan yang tepat. Jika merasakan gejala seperti payudara nyeri, bengkak, kemerahan, terasa panas, atau disertai demam dan menggigil, jangan tunda untuk berkonsultasi. Mendapatkan diagnosis dan pengobatan dini dari dokter dapat mempercepat pemulihan dan memastikan proses menyusui tetap berjalan lancar. Untuk informasi lebih lanjut dan konsultasi medis yang praktis, dapat memanfaatkan layanan Halodoc untuk berbicara dengan dokter terpercaya.