Ad Placeholder Image

Cisplatin: Manfaat, Efek Samping, dan Cara Kerja Obat Kanker

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   26 Februari 2026

Cisplatin: Manfaat, Efek Samping, & Cara Kerja Obat Kanker

Cisplatin: Manfaat, Efek Samping, dan Cara Kerja Obat KankerCisplatin: Manfaat, Efek Samping, dan Cara Kerja Obat Kanker

Apa Itu Cisplatin?

Cisplatin adalah obat kemoterapi yang mengandung platinum. Obat ini digunakan untuk mengatasi berbagai jenis kanker, terutama yang sudah mencapai stadium lanjut.

Cisplatin bekerja dengan cara merusak DNA sel kanker, sehingga sel tersebut tidak dapat tumbuh dan berkembang biak. Karena sifatnya yang kuat, penggunaan cisplatin harus di bawah pengawasan ketat dokter.

Manfaat dan Indikasi Cisplatin

Cisplatin sering digunakan untuk mengobati:

  • Kanker testis metastatik (sudah menyebar).
  • Kanker ovarium.
  • Kanker kandung kemih.

Obat ini bisa digunakan sebagai terapi tunggal atau dikombinasikan dengan obat kemoterapi lain, seperti bleomisin dan etoposid. Pemberian cisplatin selalu dilakukan melalui infus (intravena) di rumah sakit atau klinik dengan pengawasan dokter.

Bagaimana Cara Kerja Cisplatin?

Cisplatin mengandung platinum yang aktif mengganggu materi genetik (DNA) sel kanker. Gangguan ini menyebabkan terbentuknya ikatan silang (crosslink) pada untaian DNA, yang akhirnya memicu kematian sel kanker.

Dengan kata lain, cisplatin menghambat kemampuan sel kanker untuk memperbaiki diri dan terus tumbuh.

Efek Samping Cisplatin yang Perlu Diperhatikan

Penggunaan cisplatin dapat menimbulkan berbagai efek samping. Beberapa efek samping umum meliputi:

  • Mual dan muntah parah (biasanya memerlukan obat anti-mual).
  • Kelelahan.
  • Penurunan jumlah sel darah (dapat meningkatkan risiko infeksi dan perdarahan).

Selain efek samping umum, cisplatin juga dapat menyebabkan efek samping serius, seperti:

  • Toksisitas ginjal (dapat menyebabkan gagal ginjal akut).
  • Kerusakan saraf (neuropati perifer, yang menyebabkan mati rasa, kesemutan, atau nyeri pada tangan dan kaki).
  • Gangguan pendengaran (tinnitus atau kehilangan pendengaran).

Peringatan dan Perhatian Khusus Penggunaan Cisplatin

Sebelum pemberian cisplatin, pasien biasanya akan menerima terapi prehidrasi, yaitu pemberian cairan infus selama 8-12 jam. Tujuannya adalah untuk melindungi ginjal dari kerusakan akibat obat.

Cisplatin termasuk dalam kategori D untuk kehamilan, artinya ada risiko terhadap janin. Namun, dalam situasi tertentu, manfaat penggunaan obat ini mungkin lebih besar daripada risikonya. Penggunaan cisplatin pada ibu hamil harus dipertimbangkan dengan sangat hati-hati oleh dokter.

Dosis dan Cara Pemberian Cisplatin

Dosis cisplatin bervariasi, biasanya berkisar antara 50-120 mg/m2 luas permukaan tubuh, diberikan setiap 3-4 minggu, tergantung pada protokol kemoterapi yang digunakan.

Obat ini diberikan melalui infus intravena dengan pemantauan ketat terhadap fungsi ginjal dan produksi urin pasien.

Pentingnya Konsultasi dengan Dokter

Informasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan umum tentang cisplatin. Penting untuk diingat bahwa informasi ini tidak menggantikan saran medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter atau ahli kesehatan lainnya untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Jika Anda atau orang terdekat sedang menjalani pengobatan dengan cisplatin, penting untuk mematuhi semua instruksi dokter dan melaporkan setiap efek samping yang dialami.

Rekomendasi Medis di Halodoc

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang cisplatin atau masalah kesehatan lainnya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter di Halodoc. Halodoc menyediakan layanan konsultasi online yang mudah dan terpercaya.

Dengan Halodoc, Anda dapat berbicara dengan dokter kapan saja dan di mana saja. Unduh aplikasi Halodoc sekarang untuk mendapatkan akses ke informasi kesehatan yang akurat dan terpercaya.