• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Co-Parenting, Cara Membesarkan Anak pada Orangtua yang Bercerai
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Co-Parenting, Cara Membesarkan Anak pada Orangtua yang Bercerai

Co-Parenting, Cara Membesarkan Anak pada Orangtua yang Bercerai

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 16 Desember 2022

“Co-parenting adalah sistem pengasuhan anak yang biasa dilakukan para orangtua yang bercerai. Meski begitu, beberapa kesalahan dapat mempengaruhi tumbuh-kembang anak secara fisik bahkan emosi.”

Co-Parenting, Cara Membesarkan Anak pada Orangtua yang BerceraiCo-Parenting, Cara Membesarkan Anak pada Orangtua yang Bercerai

Halodoc, Jakarta – Perceraian terkadang memang sesuatu yang tidak diinginkan tetapi tetap terjadi. Namun, pengasuhan anak adalah sesuatu yang harus terus berjalan oleh kedua orangtua, baik ayah maupun ibu.

Nah, salah satu cara pengasuhan yang bisa dilakukan pascaperceraian adalah co-parenting. Hal ini dapat membuat anak tetap menerima perhatian dari orangtuanya secara bergantian.

Segala Hal yang Perlu Diketahui Tentang Co-Parenting

Sistem Co-parenting yang sehat harus melibatkan dua orangtua yang sudah tidak bersama lagi, agar tetap bisa membesarkan anaknya. Dengan begitu, keduanya dapat memastikan anak tumbuh dengan kasih sayang dan berada di lingkungan yang aman.

Bukan hanya berkontribusi pada tindak asuh dan aktivitas anak, kedua orangtua juga harus sering berinteraksi dan menghormati satu sama lain. Menjalani co-parenting ayah dan ibu perlu mengesampingkan perasaan pribadinya, agar mampu memberikan kebutuhan anak secara fisik dan emosional.

Cara yang Dilakukan Agar Co-Parenting Dapat Efektif

Salah satu hal yang paling utama dari sistem pengasuhan ini adalah mendahulukan kebutuhan emosional dan fisik anak. Hal ini harus menjadi prioritas dan perlu mengesampingkan perasaan pribadi dari ayah atau ibunya.

Keduanya juga perlu paham jika cara pengasuhan ini adalah sesuatu yang menantang, sebab tempat yang ditinggali berbeda. Bahkan, jarak antar rumah dapat mempersulit cara pengasuhan ini untuk diterapkan.

Kunci sebenarnya agar co-parenting dapat berjalan dengan lancar adalah komunikasi. Orangtuanya harus melakukan segala cara agar bisa mendengarkan satu sama lain, terutama saat membicarakan tentang anaknya. Pastikan untuk berbicara tanpa menyudutkan salah satu pihak.

Cobalah untuk membuat aturan dan rutinitas yang dibuat untuk dipatuhi oleh anak dan juga orangtuanya. Hal ini dapat memberikan banyak manfaat dan membantu dalam memberikan kestabilan fisik dan emosional bagi anak untuk berkembang.

Beberapa Tips Penerapan Co-Parenting

Mengasuh anak harus disertai dengan kerja keras, terlebih pada orangtua yang sudah bercerai. Namun hal ini diperlukan agar anak tumbuh dengan baik. Nah, ada beberapa tips agar co-parenting dapat dilakukan secara efektif:

  • Komunikasi: Orangtua harus mendiskusikan hal-hal yang berhubungan dengan anaknya secara terbuka. Jangan pernah mengangkat masalah pribadi atau masa lalu, terlebih di depan anak. Komunikasi yang baik dapat menyelesaikan konflik agar pengasuhan lebih mudah berjalan.
  • Kompromi: Kedua orangtua perlu terbuka satu sama lain terhadap perasaan khawatir atau gagasan yang dapat memberikan manfaat bagi anak. Saling mendukung dan melindungi satu sama lain di depan anak tentu akan menunjang keberhasilan dari sistem co-parenting.
  • Membuat Strategi: Tidak semua keputusan yang dibuat perlu disetujui, tetapi kesepakatan yang paling dasar perlu dibuat. Hal ini dapat menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh-kembang anak, seperti kesehatan, pendidikan, dan lainnya.

Selain itu, ada beberapa kesalahan yang harus dihindari dalam pengasuhan bersama ini, seperti:

  • Tidak pernah berbicara buruk satu sama lain di depan anak. Memang sulit untuk mengesampingkan rasa sakit hati atau benci, tetapi cobalah untuk memikirkan perasaan anak.
  • Tidak membuat anak sebagai “senjata” terhadap orangtua lain, seperti menahan kunjungan.
  • Tidak menyuruh anak untuk memberikan pesan pada salah satu pihak, sebab dapat menempatkan Si Kecil di tengah konflik.
  • Hindari berusaha untuk memenangkan hati anak dengan cara yang berlebihan.

Diingatkan kembali, jangan pernah libatkan perasaan pribadi selama pengasuhan anak, sebab ini terkait menjaga perasaan anak, bukan orangtuanya. Dengan begitu, anak bisa merasa bahagia dan stabil secara emosi.

Nah, itulah berbagai hal tentang co-parenting yang perlu diketahui dan diterapkan untuk keberlangsungan pengasuhan anak. Agar sukses, kedua orangtua perlu mengesampingkan ego masing-masing untuk kebaikan anak.

Apabila masih memiliki pertanyaan lainnya terkait tindak pengasuhan ini pada anak, fitur tanya dokter dari Halodoc bisa digunakan untuk mendapatkan jawaban dari ahlinya. Cukup dengan download aplikasi Halodoc, segala kemudahan dalam akses kesehatan bisa melalui smartphone di tangan. Jangan ragu lagi, unduh aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Very Well Family. Diakses pada 2022. 10 Signs of a Healthy, Effective Co-Parenting Relationship.
Medical News Today. Diakses pada 2022. What to know about co-parenting.