
Cold Brew Adalah: Cara Bikin Sendiri dan Manfaatnya!
Cold brew adalah kopi yang diseduh dengan air dingin selama 12–24 jam, menghasilkan rasa lebih lembut, rendah asam, kaya manfaat kesehatan, dan bisa dibuat sendiri di rumah.

DAFTAR ISI
- Apa Itu Cold Brew Coffee?
- Manfaat Cold Brew Coffee untuk Kesehatan
- Cara Membuat Cold Brew Sendiri di Rumah
- Perbedaan Cold Brew dan Iced Coffee
- Efek Samping dan Hal yang Perlu Diperhatikan
- Studi Mengenai Kopi Seduh Dingin
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Bagi para pecinta kopi di Indonesia, tren menikmati kopi terus mengalami perkembangan pesat. Salah satu metode penyeduhan yang belakangan ini sangat populer dan banyak dicari adalah cold brew coffee atau kopi seduh dingin. Tidak hanya menyuguhkan rasa yang unik dan menyegarkan, minuman ini juga kerap menjadi perbincangan karena diklaim memiliki berbagai keunggulan bagi kesehatan dibandingkan kopi yang diseduh dengan air panas.
Banyak orang yang sebelumnya menghindari kopi karena masalah lambung atau asam lambung mulai beralih ke metode cold brew. Secara medis dan farmakologis, proses ekstraksi kopi tanpa menggunakan suhu panas memang memengaruhi senyawa kimia yang larut ke dalam air. Hal ini berdampak pada tingkat keasaman, kandungan kafein, hingga profil antioksidan yang masuk ke dalam tubuh kita saat mengonsumsinya.
Sebagai seseorang yang peduli dengan kesehatan pencernaan namun tetap ingin mendapatkan asupan kafein untuk menemani aktivitas sehari-hari, penting bagi kamu untuk memahami apa sebenarnya cold brew itu. Mengetahui cara kerja ekstraksinya akan membantumu menakar seberapa aman minuman ini untuk tubuhmu, terutama jika kamu memiliki riwayat sensitivitas lambung.
Nah, mau tahu lebih dalam mengenai apa itu cold brew coffee, manfaatnya bagi kesehatan, cara meraciknya sendiri di rumah, hingga batas aman konsumsinya? Berikut ulasan lengkapnya!
Apa Itu Cold Brew Coffee?
Cold brew coffee adalah metode pembuatan kopi di mana bubuk kopi kasar (coarse grind) direndam menggunakan air bersuhu ruangan atau air dingin selama jangka waktu yang lama, biasanya berkisar antara 12 hingga 24 jam. Berbeda dengan kopi pada umumnya yang mengandalkan suhu panas untuk mengekstraksi rasa, aroma, dan senyawa aktif dari biji kopi secara instan, cold brew mengandalkan “waktu” sebagai agen ekstraktornya.
Dari sudut pandang kimia dan farmakognosi, air panas melarutkan senyawa asam (seperti asam kuinat dan asam klorogenat) serta minyak dari biji kopi dengan sangat cepat. Proses inilah yang sering kali membuat kopi panas memiliki rasa pahit yang tajam dan tingkat keasaman yang tinggi. Sebaliknya, proses perendaman lambat dengan air dingin pada metode cold brew tidak melarutkan senyawa asam dan minyak tersebut secara maksimal.
Hasilnya? Kamu akan mendapatkan konsentrat kopi yang rasanya jauh lebih halus (smooth), lebih manis secara alami, tidak terlalu pahit, dan yang paling penting, memiliki tingkat keasaman yang lebih rendah. Konsentrat ini nantinya bisa disajikan dengan menambahkan air, es batu, atau susu sesuai dengan selera.
Manfaat Cold Brew Coffee untuk Kesehatan
1. Lebih Ramah untuk Asam Lambung (pH Lebih Tinggi)
Kopi biasa sering kali menjadi pantangan bagi penderita GERD atau gastritis karena sifatnya yang asam dapat memicu iritasi pada dinding lambung dan melemaskan katup esofagus bagian bawah. Kopi cold brew terbukti memiliki pH yang sedikit lebih tinggi (lebih basa) dan konsentrasi senyawa asam yang lebih rendah dibandingkan kopi seduh panas. Hal ini membuatnya lebih bisa ditoleransi oleh lambung dan mengurangi risiko heartburn atau rasa perih di perut.
2. Meningkatkan Metabolisme Tubuh
Sama seperti kopi pada umumnya, kopi seduh dingin mengandung kafein. Kafein merupakan stimulan sistem saraf pusat yang dapat meningkatkan Resting Metabolic Rate (RMR) hingga 11%. Dengan metabolisme yang lebih cepat, tubuh kamu akan membakar lebih banyak kalori bahkan saat sedang beristirahat, yang dapat mendukung program pengelolaan berat badan jika diimbangi dengan pola makan sehat.
3. Sumber Antioksidan yang Baik
Biji kopi kaya akan antioksidan, yang berfungsi melawan radikal bebas dalam tubuh yang dapat menyebabkan stres oksidatif dan penuaan dini. Meskipun beberapa jenis antioksidan terekstraksi lebih baik dengan air panas, proses cold brew tetap mempertahankan senyawa antioksidan penting lainnya, termasuk asam klorogenat yang belum terdegradasi oleh suhu panas yang ekstrem.
4. Meningkatkan Fokus dan Suasana Hati
Kafein dalam cold brew memblokir adenosin (neurotransmiter yang membuat kita merasa kantuk) dan meningkatkan pelepasan dopamin serta norepinefrin. Efek farmakologis ini secara langsung akan meningkatkan kewaspadaan mental, fokus, kecepatan reaksi, dan memperbaiki suasana hati (mood) kamu saat bekerja atau belajar.
5. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung dan Diabetes Tipe 2
Konsumsi kopi dalam batas wajar (3-4 cangkir sehari) secara konsisten dihubungkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2. Kandungan magnesium, trigonelin, senyawa fenolik, dan lignan dalam kopi membantu menstabilkan gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin dalam tubuh.
Faktor Pemicu Masalah Lambung Saat Minum Kopi
- Minum saat perut kosong: Mengonsumsi kafein sebelum sarapan dapat memicu produksi asam lambung berlebih.
- Kelebihan gula atau krimer: Seringkali masalah pencernaan bukan disebabkan oleh kopinya, melainkan laktosa dari susu sapi atau gula buatan yang sulit dicerna.
- Stres berlebihan: Stres yang dikombinasikan dengan kafein tinggi dapat memperburuk gejala GERD.
Cara Membuat Cold Brew Sendiri di Rumah
Membuat kopi seduh dingin di rumah sangatlah mudah, higienis, dan tentu saja lebih hemat dibandingkan membelinya di kafe. Berikut adalah langkah-langkah dan rasio yang bisa kamu terapkan:
1. Siapkan Bahan dan Alat
Kamu membutuhkan biji kopi yang digiling kasar (coarse grind). Jangan gunakan bubuk kopi halus karena akan membuat kopi menjadi terlalu pahit (over-extracted) dan sulit disaring. Siapkan juga air mineral bersuhu ruang atau air saringan matang, serta toples kaca besar (mason jar) yang memiliki tutup rapat.
2. Perhatikan Rasio Kopi dan Air
Rasio yang paling umum digunakan untuk membuat konsentrat cold brew adalah 1:4 atau 1:5. Artinya, untuk setiap 100 gram kopi bubuk kasar, kamu menggunakan 400 hingga 500 ml air. Kamu bisa menyesuaikan rasio ini tergantung seberapa kuat rasa kopi yang kamu inginkan.
3. Proses Perendaman (Steeping)
Masukkan bubuk kopi ke dalam toples, lalu tuangkan air secara perlahan. Aduk perlahan hingga semua bubuk kopi basah secara merata. Tutup toples dengan rapat. Biarkan toples berada di suhu ruangan atau simpan di dalam kulkas selama 12 hingga 24 jam. Semakin lama direndam, rasanya akan semakin kuat.
4. Proses Penyaringan
Setelah waktu perendaman selesai, saring campuran tersebut. Kamu bisa menggunakan saringan kain (cheesecloth), kertas saringan kopi, atau alat French press. Pastikan tidak ada ampas kopi yang tersisa pada hasil saringan agar konsentrat bisa bertahan lama tanpa menjadi asam. Konsentrat ini bisa bertahan hingga 1-2 minggu di dalam kulkas.
5. Cara Penyajian
Karena yang kamu buat adalah “konsentrat”, jangan meminumnya secara langsung karena kadar kafeinnya sangat tinggi. Encerkan konsentrat dengan air putih atau susu dengan perbandingan 1:1 (atau sesuai selera). Tambahkan es batu untuk sensasi yang lebih menyegarkan.
Perbedaan Cold Brew dan Iced Coffee
Banyak orang masih mengira bahwa cold brew sama dengan iced coffee (es kopi). Secara medis dan komposisi, keduanya cukup berbeda:
Iced Coffee dibuat dengan menyeduh kopi menggunakan air panas seperti biasa (bisa dengan mesin espresso atau manual brew), lalu didinginkan secara cepat dengan menuangkannya langsung ke atas es batu. Proses ini mengunci rasa asam dan pahit dari ekstraksi panas. Es batu yang mencair juga sering kali membuat rasa kopi menjadi encer (watered down).
Cold Brew sama sekali tidak bersentuhan dengan suhu panas. Ekstraksi dilakukan perlahan dengan air dingin. Hasilnya adalah minuman dengan keasaman rendah, rasa yang lebih manis alami, bodi yang lebih kental, dan tidak akan menjadi encer saat disajikan karena dicampur dari bentuk konsentrat.
Efek Samping dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Meskipun memiliki banyak manfaat dan ramah bagi lambung, konsumsi minuman ini tetap harus dibatasi. Hal paling krusial yang perlu diingat adalah kandungan kafein dalam cold brew seringkali lebih tinggi dibandingkan kopi biasa. Hal ini dikarenakan rasio kopi terhadap air yang lebih banyak dan waktu kontak yang sangat lama selama proses perendaman.
Asupan kafein yang berlebihan (di atas 400 mg per hari untuk orang dewasa sehat) dapat memicu berbagai masalah kesehatan, antara lain:
- Jantung berdebar cepat (palpitasi).
- Kecemasan (anxiety), gelisah, dan tremor pada tangan.
- Insomnia atau gangguan siklus tidur.
- Peningkatan tekanan darah sementara.
- Efek diuretik berlebihan yang dapat menyebabkan dehidrasi jika tidak diimbangi dengan minum air putih.
Jika kamu memiliki riwayat penyakit jantung, darah tinggi, atau sedang hamil, sangat disarankan untuk membatasi konsumsi kafein harian. Apabila setelah minum kopi kamu mengalami dada berdebar hebat, sesak napas, atau nyeri ulu hati persisten, ada baiknya kamu segera konsultasi dokter spesialis penyakit dalam untuk mendapatkan pemeriksaan klinis. Di sisi lain, jika hanya berupa iritasi lambung ringan, kamu bisa mencari obat antasida atau sekadar beli obat maag bebas melalui aplikasi kesehatan terpercaya untuk menetralisir asam lambung sementara.
Studi Mengenai Kopi Seduh Dingin
Scientific Reports menerbitkan studi di tahun 2018 yang membandingkan parameter fisikokimia antara kopi yang diseduh dingin dan panas. Studi tersebut menemukan bahwa metode seduh panas mengekstraksi lebih banyak total asam yang dapat dititrasi (titratable acidity) dan memiliki kapasitas antioksidan yang sedikit lebih tinggi pada biji yang dipanggang ringan (light roast).
Namun, studi tersebut juga menegaskan bahwa profil pH minuman cold brew cenderung lebih merata dan sedikit kurang asam secara rasa (perceived acidity). Temuan ini mendukung klaim empiris masyarakat bahwa varian es kopi seduh dingin lebih nyaman dan tidak memicu reaksi berlebihan pada individu yang memiliki pencernaan sensitif, asalkan porsi kafeinnya tetap dikontrol dengan baik.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
American Heart Association. Diakses pada 2024. Caffeine and Heart Disease.
Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses pada 2024. Coffee.
Scientific Reports. Diakses pada 2024. Acidity and Antioxidant Activity of Cold Brew Coffee.
Healthline. Diakses pada 2024. 9 Impressive Health Benefits of Cold Brew Coffee.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Caffeine: How much is too much?
FAQ
1. Apakah cold brew aman untuk diminum setiap hari?
Ya, aman dikonsumsi setiap hari selama kamu tidak melebihi batas asupan kafein harian yang direkomendasikan (sekitar 400 mg untuk dewasa sehat). Pastikan kamu juga mengimbangi dengan minum air putih yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi.
2. Berapa lama konsentrat cold brew bisa disimpan di kulkas?
Jika disimpan dalam wadah tertutup rapat di dalam kulkas, konsentrat kopi ini dapat bertahan antara 1 hingga 2 minggu. Hindari membiarkannya di suhu ruangan setelah disaring karena dapat merusak rasa dan memicu pertumbuhan bakteri.
3. Bisakah saya memanaskan cold brew coffee jika ingin minum kopi hangat?
Tentu saja. Jika cuaca sedang dingin dan kamu ingin kopi hangat namun dengan keasaman rendah khas seduhan dingin, kamu bisa memanaskan konsentrat tersebut atau mencampurnya dengan air panas. Memanaskannya tidak akan mengembalikan senyawa asam yang tertinggal selama proses steeping.
4. Apakah kopi ini baik untuk diet menurunkan berat badan?
Kopi ini sangat baik untuk diet karena konsentrat hitam murni hampir tidak mengandung kalori, namun efektif meningkatkan laju metabolisme pembakaran lemak. Pastikan kamu tidak menambahkan gula cair, sirup berkalori tinggi, atau krimer manis berlebihan agar manfaat dietnya tidak hilang.


