Ad Placeholder Image

Compartment Syndrome: Gejala, Penyebab, dan Penanganan

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Februari 2026

Compartment Syndrome: Gejala, Penyebab, & Penanganan

Compartment Syndrome: Gejala, Penyebab, dan PenangananCompartment Syndrome: Gejala, Penyebab, dan Penanganan

Apa Itu Compartment Syndrome?

Compartment syndrome adalah kondisi serius yang terjadi ketika tekanan di dalam kompartemen otot meningkat. Kompartemen otot adalah kelompok otot, saraf, dan pembuluh darah yang tertutup oleh selubung jaringan ikat yang disebut fascia. Peningkatan tekanan ini dapat mengurangi aliran darah ke otot dan saraf, menyebabkan kerusakan permanen jika tidak segera ditangani. Kondisi ini sering terjadi setelah cedera parah, tetapi juga dapat disebabkan oleh aktivitas fisik yang berat.

Gejala Compartment Syndrome

Gejala compartment syndrome dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan jenisnya (akut atau kronis). Beberapa gejala umum meliputi:

  • Nyeri hebat yang tidak sesuai dengan tingkat cedera. Nyeri ini sering digambarkan sebagai rasa terbakar atau sakit yang berdenyut.
  • Kencang atau tegang pada otot yang terkena.
  • Kesemutan atau mati rasa.
  • Kelemahan pada otot yang terkena.
  • Pembengkakan pada area yang terkena.

Pada kasus yang parah, dapat terjadi foot drop (ketidakmampuan untuk mengangkat bagian depan kaki). Penting untuk segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala-gejala ini.

Penyebab Compartment Syndrome

Compartment syndrome dapat disebabkan oleh berbagai faktor, yang dibedakan menjadi dua jenis utama: akut dan kronis.

Compartment Syndrome Akut

Compartment syndrome akut biasanya disebabkan oleh cedera traumatis, seperti:

  • Patah tulang.
  • Luka memar yang parah.
  • Luka bakar.
  • Cedera akibat benturan keras.
  • Penggunaan perban atau gips yang terlalu ketat.

Kondisi-kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan atau pembengkakan di dalam kompartemen otot, sehingga meningkatkan tekanan.

Compartment Syndrome Kronis

Compartment syndrome kronis, juga dikenal sebagai exertional compartment syndrome, sering terjadi pada atlet dan disebabkan oleh aktivitas fisik yang berulang dan intens, seperti:

  • Berlari.
  • Berenang.
  • Bersepeda.

Aktivitas ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan di dalam kompartemen otot selama latihan.

Diagnosis Compartment Syndrome

Diagnosis compartment syndrome biasanya didasarkan pada pemeriksaan fisik dan riwayat medis pasien. Dokter akan memeriksa gejala-gejala dan mencari tanda-tanda peningkatan tekanan di dalam kompartemen otot. Pengukuran tekanan di dalam kompartemen otot dapat dilakukan dengan menggunakan jarum khusus yang dimasukkan ke dalam otot. Tekanan di atas 30 mmHg dianggap sebagai indikasi compartment syndrome.

Pengobatan Compartment Syndrome

Pengobatan compartment syndrome tergantung pada jenis dan tingkat keparahannya.

Pengobatan Compartment Syndrome Akut

Compartment syndrome akut adalah keadaan darurat medis yang memerlukan tindakan segera. Pengobatan utama adalah fasciotomy, yaitu prosedur bedah di mana fascia (selubung jaringan ikat) dibuka untuk mengurangi tekanan di dalam kompartemen otot.

Pengobatan Compartment Syndrome Kronis

Pengobatan compartment syndrome kronis biasanya melibatkan:

  • Istirahat dari aktivitas yang memicu gejala.
  • Fisioterapi untuk meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan otot.
  • Penggunaan ortotik atau alas kaki khusus.
  • Dalam beberapa kasus, pembedahan fasciotomy mungkin diperlukan jika pengobatan konservatif tidak efektif.

Pencegahan Compartment Syndrome

Beberapa langkah dapat diambil untuk membantu mencegah compartment syndrome:

  • Hindari aktivitas fisik yang berlebihan, terutama jika Anda baru memulai program latihan baru.
  • Secara bertahap tingkatkan intensitas dan durasi latihan Anda.
  • Gunakan teknik yang tepat saat berolahraga atau melakukan aktivitas fisik.
  • Kenakan perlengkapan pelindung yang sesuai saat berpartisipasi dalam olahraga atau aktivitas berisiko tinggi.
  • Hindari penggunaan perban atau gips yang terlalu ketat.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami gejala compartment syndrome, terutama setelah cedera atau aktivitas fisik yang berat. Keterlambatan penanganan dapat menyebabkan kerusakan otot dan saraf permanen. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Jangan tunda, unduh Halodoc sekarang!