Ad Placeholder Image

Contoh Penyakit: Pahami Beda Menular dan Tidak Menular

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

Kenali Contoh Penyakit Umum: Menular dan Kronis

Contoh Penyakit: Pahami Beda Menular dan Tidak MenularContoh Penyakit: Pahami Beda Menular dan Tidak Menular

DAFTAR ISI


Penyakit tidak menular (PTM) kini menjadi tantangan kesehatan global yang sangat serius, termasuk di Indonesia. Berbeda dengan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau virus dan dapat berpindah antarmanusia, PTM berkembang secara perlahan dalam jangka waktu yang panjang. Sering kali, penyakit ini tidak menunjukkan gejala yang nyata pada tahap awal, sehingga banyak orang baru menyadarinya ketika kondisinya sudah cukup parah atau menimbulkan komplikasi.

Kondisi seperti hipertensi, diabetes melitus, hingga penyakit jantung merupakan beberapa contoh PTM yang angka kejadiannya terus meningkat setiap tahun. Hal ini sangat dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup modern yang cenderung kurang gerak dan pola makan yang tidak seimbang. Penting bagi kamu untuk memahami bahwa PTM bukan lagi penyakit yang hanya menyerang kelompok lanjut usia, melainkan sudah mulai mengintai kelompok usia produktif.

Penanganan PTM memerlukan kedisiplinan yang tinggi, mulai dari deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin hingga pengelolaan gaya hidup. Jika kamu merasakan adanya keluhan yang tidak kunjung membaik atau memiliki riwayat keluarga dengan penyakit tertentu, ada baiknya segera melakukan tindakan preventif. Pencegahan selalu jauh lebih baik dan lebih ekonomis daripada pengobatan di masa mendatang.

Nah, mau tahu apa saja informasi lengkap mengenai jenis, faktor risiko, dan cara mencegah penyakit tidak menular? Berikut ulasannya!

Mengenal Apa Itu Penyakit Tidak Menular

Penyakit tidak menular, atau yang sering disebut sebagai penyakit kronis, adalah kondisi medis yang tidak ditularkan dari satu orang ke orang lain. Secara medis, PTM didefinisikan sebagai penyakit yang durasinya panjang dan umumnya berkembang secara lambat. Penyakit ini merupakan hasil dari kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku.

Di Indonesia, pergeseran pola penyakit dari penyakit menular ke penyakit tidak menular (transisi epidemiologi) terlihat sangat jelas dalam dua dekade terakhir. Beban ekonomi yang ditimbulkan oleh PTM sangat besar, karena penderitanya sering kali memerlukan perawatan jangka panjang atau bahkan seumur hidup. Oleh karena itu, edukasi mengenai pengenalan gejala awal menjadi sangat krusial agar penanganan bisa dilakukan sedini mungkin.

Jenis-Jenis Penyakit Tidak Menular yang Umum di Indonesia

Ada beberapa kategori utama PTM yang menyumbang angka kematian dan kesakitan tertinggi di masyarakat Indonesia. Berikut adalah rinciannya:

1. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

Hipertensi sering dijuluki sebagai “silent killer” karena penderitanya sering kali tidak merasakan gejala apa pun sampai tekanan darahnya mencapai tingkat yang membahayakan jiwa. Jika dibiarkan, hipertensi dapat merusak pembuluh darah dan organ vital seperti jantung, otak, dan ginjal.

2. Diabetes Melitus Tipe 2

Penyakit ini terjadi ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif atau tidak memproduksi cukup insulin. Akibatnya, kadar gula dalam darah meningkat drastis. Diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kebutaan, gagal ginjal, hingga amputasi kaki akibat luka yang sulit sembuh.

3. Penyakit Jantung Koroner dan Stroke

Keduanya masuk dalam kategori penyakit kardiovaskular. Stroke terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu, sedangkan penyakit jantung koroner terjadi karena penyumbatan pada pembuluh darah jantung. Keduanya merupakan penyebab kematian nomor satu di banyak rumah sakit di Indonesia.

4. Kanker

Kanker adalah kondisi di mana sel-sel tubuh tumbuh secara tidak terkendali dan merusak jaringan di sekitarnya. Jenis kanker yang umum ditemukan antara lain kanker payudara, kanker serviks, kanker paru, dan kanker usus besar.

5. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

Penyakit ini umumnya menyerang sistem pernapasan dan sering kali disebabkan oleh paparan asap rokok jangka panjang atau polusi udara yang ekstrem. Penderitanya akan mengalami sesak napas yang progresif dan batuk kronis.

Faktor Risiko dan Pemicu Penyakit Tidak Menular

Memahami faktor risiko adalah kunci utama dalam pengendalian PTM. Secara umum, faktor risiko PTM dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu faktor yang tidak dapat diubah dan faktor perilaku yang dapat dimodifikasi.

Faktor Risiko yang Dapat Dimodifikasi
  1. Pola Makan Tidak Sehat: Konsumsi tinggi gula, garam, dan lemak jenuh merupakan pemicu utama obesitas dan hipertensi.
  2. Kurang Aktivitas Fisik: Gaya hidup sedenter atau jarang berolahraga meningkatkan risiko penumpukan lemak tubuh.
  3. Kebiasaan Merokok: Zat kimia dalam rokok merusak pembuluh darah dan jaringan paru secara permanen.
  4. Konsumsi Alkohol: Penggunaan alkohol berlebih berkaitan erat dengan kerusakan hati dan peningkatan risiko kanker.

Selain faktor perilaku, terdapat pula faktor risiko yang tidak dapat dihindari, seperti usia (risiko meningkat seiring bertambahnya usia), jenis kelamin, dan faktor genetik (riwayat penyakit keluarga). Namun, meskipun kamu memiliki faktor genetik, risiko tersebut dapat ditekan dengan menjaga pola hidup yang sehat sejak dini.

Langkah Pencegahan dengan Pola Hidup Sehat

Kementerian Kesehatan RI telah mengampanyekan perilaku CERDIK sebagai langkah utama mencegah penyakit tidak menular. Kamu bisa menerapkan langkah-langkah berikut sebagai bagian dari rutinitas harian:

  • C: Cek kesehatan secara berkala. Lakukan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol minimal sekali dalam enam bulan, meskipun kamu merasa sehat.
  • E: Enyahkan asap rokok. Hindari menjadi perokok aktif maupun perokok pasif karena dampaknya sama-sama berbahaya bagi kesehatan jangka panjang.
  • R: Rajin aktivitas fisik. Luangkan waktu minimal 30 menit setiap hari untuk bergerak, seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang.
  • D: Diet seimbang. Tingkatkan konsumsi buah dan sayur, serta batasi asupan makanan olahan yang tinggi natrium (garam).
  • I: Istirahat cukup. Tidur 7-8 jam setiap malam membantu metabolisme tubuh bekerja dengan optimal dan menurunkan tingkat stres.
  • K: Kelola stres. Stres yang tidak terkendali dapat memicu tekanan darah tinggi. Cari hobi atau lakukan meditasi untuk menjaga kesehatan mental.

Jika kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu atau membutuhkan suplemen pendukung untuk menjaga kesehatan jantung dan metabolisme, kamu bisa beli obat online di Halodoc dengan jaminan produk 100% asli yang diantar langsung ke rumah.

Studi Mengenai Penyakit Tidak Menular

World Health Organization (WHO) menerbitkan studi di tahun 2023 yang menjelaskan bahwa penyakit tidak menular membunuh 41 juta orang setiap tahun, yang setara dengan 74% dari semua kematian di seluruh dunia.

Studi tersebut menyoroti bahwa sebagian besar kematian akibat PTM terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Hal ini menegaskan pentingnya penguatan sistem kesehatan primer untuk melakukan deteksi dini dan manajemen penyakit yang lebih baik guna mencegah komplikasi fatal.

Kapan Harus ke Dokter?

Mengingat sifat PTM yang sering tidak bergejala, kamu perlu waspada jika mengalami beberapa tanda peringatan berikut:

1. Sering Merasa Kelelahan Ekstrem

Rasa lelah yang tidak hilang meski sudah istirahat cukup bisa menjadi tanda adanya gangguan pada fungsi jantung atau metabolisme gula darah.

2. Perubahan Berat Badan yang Drastis

Penurunan berat badan tanpa diet atau kenaikan berat badan yang sangat cepat (obesitas sentral) merupakan indikator kuat adanya masalah kesehatan internal.

3. Sering Buang Air Kecil dan Haus Berlebihan

Dua gejala klasik ini sering dikaitkan dengan gejala awal diabetes melitus yang perlu segera dipastikan melalui tes laboratorium.

Apabila kamu mengalami gejala-gejala tersebut, jangan menunda untuk mendapatkan penanganan medis. Kamu bisa konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan diagnosis awal dan arahan pemeriksaan lebih lanjut.

FAQ

1. Apakah penyakit tidak menular bisa disembuhkan secara total?

Sebagian besar PTM bersifat kronis, yang berarti sulit untuk sembuh total secara permanen. Namun, dengan pengobatan yang tepat dan perubahan gaya hidup, kondisi ini sangat bisa dikontrol sehingga penderitanya dapat hidup normal tanpa komplikasi.

2. Siapa yang paling berisiko terkena penyakit tidak menular?

Meskipun lansia memiliki risiko lebih tinggi, kini kelompok usia muda (20-40 tahun) semakin banyak yang terkena PTM akibat gaya hidup yang tidak sehat, seperti konsumsi makanan cepat saji dan kurang gerak.

3. Mengapa stres bisa menyebabkan penyakit tidak menular?

Stres memicu pelepasan hormon kortisol dan adrenalin yang jika terjadi terus-menerus dapat meningkatkan tekanan darah, kadar gula darah, dan memicu peradangan pada pembuluh darah.

4. Bagaimana cara mudah mendeteksi PTM di rumah?

Kamu bisa menggunakan alat kesehatan mandiri seperti tensimeter digital untuk memonitor tekanan darah atau alat cek gula darah portabel. Hasil tersebut dapat menjadi data awal yang berguna saat berkonsultasi dengan tenaga medis.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan yang mungkin mengarah pada penyakit tidak menular, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:

Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Mengenal Penyakit Tidak Menular (PTM).
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Noncommunicable Diseases.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Chronic Diseases and Health Promotion.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Understanding Lifestyle Diseases.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2026. About Chronic Diseases.