Ad Placeholder Image

Craniosynostosis: Penyebab, Jenis, & Dampaknya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   25 Februari 2026

Craniosynostosis: Penyebab, Gejala & Penanganan

Craniosynostosis: Penyebab, Jenis, & DampaknyaCraniosynostosis: Penyebab, Jenis, & Dampaknya

Craniosynostosis adalah kondisi langka yang perlu dikenali sejak dini. Mari pelajari lebih lanjut mengenai penyebab, gejala, dan pilihan penanganannya.

Apa itu Craniosynostosis?

Craniosynostosis adalah kelainan lahir ketika satu atau lebih sutura (sambungan tulang tengkorak) bayi menutup terlalu awal. Normalnya, sutura ini fleksibel untuk memungkinkan pertumbuhan otak. Penutupan prematur ini menghambat pertumbuhan tengkorak dan dapat menyebabkan bentuk kepala yang abnormal.

Gejala Craniosynostosis

Gejala craniosynostosis bervariasi tergantung jenis dan tingkat keparahannya. Beberapa gejala umum meliputi:

  • Bentuk kepala tidak normal (memanjang, segitiga, atau tidak simetris).
  • Ubun-ubun (fontanel) yang tidak teraba atau menutup terlalu dini.
  • Dahi yang menonjol.
  • Posisi telinga yang tidak sejajar.

Pada kasus yang parah dan tidak diobati, craniosynostosis dapat menyebabkan peningkatan tekanan di dalam kepala (tekanan intrakranial), gangguan penglihatan, keterlambatan perkembangan, dan masalah pernapasan.

Penyebab Craniosynostosis

Penyebab pasti craniosynostosis seringkali tidak diketahui. Namun, beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini:

  • Faktor genetik: Beberapa sindrom genetik seperti sindrom Apert, Crouzon, dan Pfeiffer dikaitkan dengan craniosynostosis.
  • Faktor lingkungan: Paparan zat-zat tertentu selama kehamilan diduga dapat meningkatkan risiko.

Pada banyak kasus, craniosynostosis terjadi secara sporadis tanpa riwayat keluarga yang jelas.

Jenis-Jenis Craniosynostosis

Craniosynostosis diklasifikasikan berdasarkan sutura mana yang terpengaruh:

  • Sagittal: Sutura sagittal menutup prematur, menyebabkan kepala menjadi panjang dan sempit (scaphocephaly).
  • Coronal: Sutura coronal menutup prematur, menyebabkan dahi menjadi datar di satu sisi (plagiocephaly anterior).
  • Metopic: Sutura metopik menutup prematur, menyebabkan dahi berbentuk segitiga (trigonocephaly).
  • Lambdoid: Sutura lambdoid menutup prematur (sangat jarang), menyebabkan kepala menjadi datar di bagian belakang (plagiocephaly posterior).

Diagnosis Craniosynostosis

Diagnosis craniosynostosis biasanya melibatkan:

  • Pemeriksaan fisik: Dokter akan memeriksa bentuk kepala bayi dan merasakan ubun-ubun.
  • CT Scan kepala: Pemindaian CT memberikan gambaran detail tulang tengkorak dan membantu mengidentifikasi sutura yang menutup.

Pengobatan Craniosynostosis

Pengobatan utama untuk craniosynostosis adalah operasi. Tujuan operasi adalah untuk membuka sutura yang menyatu dan memberikan ruang bagi otak untuk berkembang secara normal. Jenis operasi yang dilakukan tergantung pada jenis craniosynostosis dan usia bayi.

Komplikasi Craniosynostosis

Jika tidak diobati, craniosynostosis dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk:

  • Peningkatan tekanan intrakranial
  • Gangguan penglihatan
  • Keterlambatan perkembangan
  • Masalah kognitif
  • Deformitas wajah dan kepala permanen

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda mencurigai bayi Anda memiliki craniosynostosis. Diagnosis dan penanganan dini dapat membantu mencegah komplikasi dan memastikan perkembangan otak yang optimal.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang craniosynostosis, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak di Halodoc. Konsultasi dengan dokter lebih mudah dan cepat melalui aplikasi Halodoc.