Ya, Crown Gigi Ditanggung BPJS! Pahami Syaratnya

Crown Gigi Ditanggung BPJS Kesehatan? Pahami Syarat dan Prosedurnya
Crown gigi atau mahkota gigi adalah salah satu prosedur restorasi gigi yang sering direkomendasikan dokter gigi untuk melindungi gigi yang rusak parah atau memperkuat struktur gigi. Pertanyaan umum yang sering muncul adalah apakah biaya pemasangan crown gigi dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Informasi ini sangat penting bagi peserta BPJS Kesehatan untuk memahami hak dan kewajiban terkait perawatan gigi.
Biaya crown gigi memang dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan dengan batasan subsidi tertentu. Dukungan ini diberikan asalkan terdapat indikasi medis yang jelas dari dokter gigi, bukan untuk tujuan estetika semata. Selain itu, prosedur harus dilakukan di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Apa Itu Crown Gigi?
Crown gigi adalah selubung berbentuk seperti gigi asli yang dipasang untuk menutupi seluruh permukaan gigi yang rusak, rapuh, atau telah mengalami perawatan saluran akar. Tujuan utamanya adalah mengembalikan bentuk, ukuran, kekuatan, dan penampilan gigi. Material crown gigi bervariasi, mulai dari logam, porselen, hingga kombinasi keduanya.
Pemasangan crown gigi melindungi gigi dari kerusakan lebih lanjut dan memungkinkan gigi berfungsi dengan baik saat mengunyah. Proses ini memerlukan beberapa kali kunjungan ke dokter gigi untuk persiapan gigi, pencetakan, dan pemasangan crown permanen.
Indikasi Medis Pemasangan Crown Gigi
Pemasangan crown gigi bukan sekadar pilihan estetika, melainkan seringkali menjadi kebutuhan medis. Dokter gigi akan merekomendasikan crown dalam beberapa kondisi:
- Gigi rusak parah akibat karies atau trauma.
- Gigi yang telah menjalani perawatan saluran akar, yang cenderung menjadi rapuh.
- Melindungi gigi yang retak atau patah.
- Memperbaiki bentuk atau warna gigi yang mengalami kelainan.
- Mendukung jembatan gigi (bridge) atau gigi tiruan cekat lainnya.
Penting untuk diingat bahwa BPJS Kesehatan hanya menanggung crown gigi jika ada indikasi medis yang kuat dan bukan hanya untuk perbaikan penampilan.
Apakah Crown Gigi Ditanggung BPJS Kesehatan?
Ya, biaya crown gigi dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan, namun dengan beberapa syarat dan batasan yang perlu dipahami peserta. BPJS Kesehatan menyediakan subsidi untuk pemasangan crown gigi, bukan menanggung seluruh biaya secara penuh.
Subsidi maksimal yang diberikan BPJS Kesehatan adalah sekitar Rp250.000 per rahang. Jika pemasangan crown diperlukan pada kedua rahang, total subsidi dapat mencapai sekitar Rp1.000.000. Jumlah subsidi ini dapat bervariasi tergantung lokasi fasilitas kesehatan dan jumlah gigi yang memerlukan tindakan. Sisa biaya yang melebihi batas subsidi akan menjadi tanggungan pribadi peserta BPJS Kesehatan.
Syarat dan Ketentuan Klaim BPJS untuk Crown Gigi
Untuk dapat mengklaim subsidi crown gigi melalui BPJS Kesehatan, ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi:
- Kepesertaan Aktif: Peserta BPJS Kesehatan harus memiliki status kepesertaan yang aktif dan tidak memiliki tunggakan iuran.
- Indikasi Medis Jelas: Pemasangan crown harus berdasarkan indikasi medis yang kuat dari dokter gigi, seperti gigi rusak parah atau pasca perawatan saluran akar, bukan untuk tujuan estetika.
- Fasilitas Kesehatan Mitra: Prosedur harus dilakukan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
- Rujukan Dokter Gigi: Pasien harus mendapatkan rujukan dari dokter gigi di FKTP ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi jika tindakan memerlukan penanganan spesialis.
- Prosedur Sesuai Aturan: Proses pengajuan klaim harus mengikuti prosedur dan alur yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan.
Prosedur Pemasangan Crown Gigi dengan BPJS
Langkah-langkah yang perlu ditempuh untuk pemasangan crown gigi dengan BPJS Kesehatan umumnya meliputi:
- Kunjungan ke FKTP: Datang ke dokter gigi di Puskesmas atau klinik gigi yang terdaftar sebagai FKTP BPJS Kesehatan.
- Pemeriksaan dan Diagnosis: Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan dan menentukan apakah pemasangan crown gigi diperlukan berdasarkan indikasi medis.
- Rujukan (jika perlu): Jika FKTP tidak memiliki fasilitas atau dokter spesialis yang diperlukan, dokter gigi akan memberikan surat rujukan ke rumah sakit atau klinik gigi tingkat lanjut yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
- Verifikasi Dokumen: Serahkan dokumen yang diperlukan seperti kartu BPJS Kesehatan, KTP, dan surat rujukan ke fasilitas kesehatan rujukan.
- Tindakan Medis: Dokter gigi akan melakukan persiapan gigi dan pemasangan crown sesuai prosedur.
- Pembayaran Sisa Biaya: Peserta akan membayar selisih biaya antara total harga crown dengan besaran subsidi yang ditanggung BPJS Kesehatan.
Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Pasca Pemasangan Crown
Setelah pemasangan crown gigi, menjaga kebersihan dan kesehatan gigi serta mulut sangat penting untuk memastikan crown bertahan lama dan mencegah masalah gigi lainnya. Sikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride, gunakan benang gigi secara rutin, dan hindari mengonsumsi makanan yang terlalu keras atau lengket yang dapat merusak crown.
Kunjungan rutin ke dokter gigi untuk pemeriksaan dan pembersihan profesional juga tidak kalah penting. Hal ini membantu mendeteksi potensi masalah lebih awal dan menjaga kesehatan gigi secara keseluruhan.
Rekomendasi Medis Praktis di Halodoc
Memahami prosedur dan biaya perawatan gigi adalah langkah awal yang baik untuk menjaga kesehatan gigi. Jika terdapat indikasi medis untuk pemasangan crown gigi dan ingin memanfaatkan BPJS Kesehatan, selalu pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter gigi di fasilitas kesehatan tingkat pertama yang terdaftar.
Selain menjaga kesehatan gigi, penting juga untuk memperhatikan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Jika sewaktu-waktu mengalami demam atau nyeri yang tidak nyaman, terutama setelah prosedur gigi, penggunaan obat pereda demam dan nyeri seperti Praxion Suspensi 60 ml dapat dipertimbangkan untuk membantu meredakan gejala. Namun, penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat apa pun untuk memastikan dosis dan penggunaannya tepat.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai kesehatan gigi dan kebutuhan medis lainnya, jangan ragu untuk berbicara dengan dokter profesional melalui aplikasi Halodoc. Dokter di Halodoc siap memberikan saran medis yang akurat dan terpercaya.



