Ad Placeholder Image

Dada Burung: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Pectus Carinatum

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   24 Februari 2026

Dada Burung: Penyebab, Gejala & Cara Mengatasi

Dada Burung: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Pectus CarinatumDada Burung: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Pectus Carinatum

Dada burung, atau dikenal secara medis sebagai Pectus Carinatum, adalah kondisi ketika tulang dada menonjol keluar. Kondisi ini disebabkan oleh pertumbuhan tulang rawan yang tidak normal. Umumnya, dada burung terlihat pada masa kanak-kanak atau remaja dan lebih sering terjadi pada anak laki-laki. Penanganan kondisi ini bervariasi, mulai dari observasi, penggunaan brace, fisioterapi, hingga operasi, tergantung pada tingkat keparahan.

Definisi Dada Burung (Pectus Carinatum)

Dada burung adalah kelainan bentuk pada dada di mana tulang dada (sternum) menonjol ke depan. Kondisi ini membuat dada tampak seperti dada burung merpati. Pectus Carinatum terjadi akibat pertumbuhan berlebihan pada tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk dengan tulang dada. Kondisi ini umumnya tidak mengancam jiwa, tetapi dapat memengaruhi rasa percaya diri dan, dalam beberapa kasus, menyebabkan masalah pernapasan.

Gejala Dada Burung

Gejala utama dada burung adalah penampilan fisik dada yang menonjol. Namun, beberapa individu juga dapat mengalami gejala lain, termasuk:

  • Nyeri dada, terutama saat beraktivitas fisik
  • Sesak napas
  • Mudah lelah
  • Detak jantung cepat

Pada banyak kasus, gejala dada burung mulai terlihat atau memburuk selama masa pubertas, saat pertumbuhan tulang berlangsung cepat.

Penyebab Dada Burung

Penyebab pasti Pectus Carinatum belum sepenuhnya dipahami. Namun, terdapat beberapa faktor yang berperan dalam perkembangan kondisi ini:

  • Pertumbuhan tulang rawan berlebih: Pertumbuhan abnormal pada tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk dan tulang dada adalah penyebab utama.
  • Faktor genetik: Dada burung seringkali terkait dengan riwayat keluarga, menunjukkan adanya komponen genetik.
  • Kondisi medis lain: Beberapa kondisi medis, seperti sindrom Marfan atau sindrom Turner, dapat meningkatkan risiko terjadinya Pectus Carinatum.

Diagnosis Dada Burung

Diagnosis dada burung biasanya dilakukan melalui pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa bentuk dada dan menanyakan riwayat kesehatan pasien. Pemeriksaan tambahan mungkin diperlukan untuk menyingkirkan kondisi medis lain atau untuk mengevaluasi tingkat keparahan Pectus Carinatum:

  • Rontgen dada: Untuk melihat struktur tulang dada dan tulang rusuk.
  • CT scan: Untuk mendapatkan gambaran yang lebih detail tentang tulang dan jaringan lunak di dada.
  • EKG (Elektrokardiogram): Untuk mengevaluasi fungsi jantung, terutama jika ada keluhan sesak napas atau nyeri dada.

Pengobatan Dada Burung

Pengobatan Pectus Carinatum tergantung pada tingkat keparahan dan gejala yang dialami. Pilihan pengobatan meliputi:

  • Observasi: Pada kasus ringan tanpa gejala, dokter mungkin hanya menyarankan observasi berkala.
  • Brace dada: Brace dada adalah alat yang dirancang khusus untuk memberikan tekanan pada tulang dada dan membantu mengoreksi bentuknya. Alat ini biasanya digunakan pada anak-anak dan remaja dengan tulang yang masih fleksibel.
  • Fisioterapi: Latihan pernapasan dan peregangan dapat membantu memperbaiki postur tubuh dan memperkuat otot-otot dada.
  • Operasi: Operasi mungkin diperlukan pada kasus yang parah atau jika pengobatan lain tidak berhasil. Prosedur bedah dapat melibatkan pengangkatan tulang rawan yang berlebihan atau pemasangan implan untuk memperbaiki bentuk dada.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika Anda atau anak Anda mengalami gejala dada burung, seperti tulang dada yang menonjol atau keluhan nyeri dada dan sesak napas, segera konsultasikan dengan dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebab dan memberikan penanganan yang sesuai. Konsultasi dengan dokter spesialis ortopedi atau bedah toraks mungkin diperlukan untuk evaluasi lebih lanjut.

Penanganan yang tepat dapat membantu memperbaiki penampilan fisik, meredakan gejala, dan meningkatkan kualitas hidup.