
Daftar Contoh Penyakit Menular dan Tidak Menular yang Umum
Yuk Kenali Contoh Penyakit Menular dan Tidak Menular Ini

DAFTAR ISI
- Apa Itu Penyakit Tidak Menular (PTM)?
- Sebutkan Contoh Penyakit Tidak Menular
- Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular
- Langkah Pencegahan PTM
- Studi Terkait PTM
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- Referensi
- FAQ
Pernahkah kamu mendengar istilah Penyakit Tidak Menular atau PTM? Berbeda dengan flu, batuk, atau COVID-19 yang bisa berpindah dari satu orang ke orang lain dengan cepat, penyakit tidak menular bekerja secara perlahan, diam-diam, namun memiliki dampak yang sangat mematikan. Pada kenyataannya, PTM saat ini menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia, termasuk di Indonesia.
Banyak orang yang tidak menyadari bahwa gaya hidup sehari-hari sangat memengaruhi risiko terkena PTM. Mengonsumsi makanan tinggi gula dan garam, kebiasaan merokok, hingga kurangnya aktivitas fisik menjadi penyumbang terbesar terhadap kemunculan penyakit jenis ini. Celakanya, gejala penyakit tidak menular seringkali baru muncul ketika kondisi tubuh sudah mengalami kerusakan organ yang cukup parah.
Mengetahui dan memahami apa saja jenis penyakit ini merupakan langkah awal yang krusial untuk melindungi dirimu dan keluarga. Pemeriksaan kesehatan secara rutin atau medical check-up sangat disarankan, terutama jika kamu memiliki riwayat genetik penyakit tertentu di dalam keluarga inti.
Maka dari itu, wajar jika banyak orang mencari tahu dan bertanya, tolong sebutkan contoh penyakit tidak menular yang paling umum terjadi agar bisa lebih waspada. Nah, untuk mengetahui ulasan lengkap mengenai daftar penyakitnya, faktor risiko, dan cara pencegahannya, mari simak pembahasan detailnya di bawah ini!
Apa Itu Penyakit Tidak Menular (PTM)?
Sebelum masuk ke daftar contohnya, penting untuk memahami definisinya terlebih dahulu. Penyakit Tidak Menular (PTM) atau Non-Communicable Diseases (NCDs) adalah jenis penyakit yang tidak dapat ditularkan dari satu individu ke individu lainnya. Penyakit ini tidak disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, jamur, maupun parasit.
Karakteristik utama dari PTM adalah durasinya yang panjang (kronis) dan perkembangannya yang umumnya berjalan sangat lambat. Kondisi ini sering kali merupakan hasil dari kombinasi berbagai faktor, mulai dari faktor genetik (keturunan), fisiologis, lingkungan, hingga perilaku hidup sehari-hari.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), PTM membunuh sekitar 41 juta orang setiap tahunnya, yang setara dengan 74% dari seluruh kematian di dunia secara global. Angka ini terus meningkat, khususnya di negara berpendapatan menengah dan rendah seperti Indonesia, seiring dengan perubahan gaya hidup modern yang serba instan dan kurang gerak.
Sebutkan Contoh Penyakit Tidak Menular
Berdasarkan data medis dan pengklasifikasian dari Kementerian Kesehatan RI dan WHO, berikut ini adalah jawaban jika ada yang meminta untuk sebutkan contoh penyakit tidak menular yang paling umum dijumpai di masyarakat:
1. Penyakit Kardiovaskular (Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah)
Penyakit kardiovaskular adalah kelompok penyakit yang menyerang jantung dan pembuluh darah. Ini merupakan penyebab kematian tertinggi di antara seluruh PTM. Beberapa contoh spesifik dari penyakit kardiovaskular meliputi:
- Penyakit Jantung Koroner: Terjadi ketika pembuluh darah yang menyuplai oksigen dan darah ke jantung (arteri koroner) mengalami penyempitan akibat penumpukan plak kolesterol (aterosklerosis). Hal ini bisa memicu serangan jantung fatal.
- Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi): Sering disebut sebagai silent killer karena jarang menimbulkan gejala hingga tekanannya sudah sangat tinggi dan merusak organ lain. Hipertensi memaksa jantung bekerja lebih keras dari biasanya.
- Stroke: Kondisi gawat darurat yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terputus akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah di otak (stroke hemoragik).
- Gagal Jantung: Kondisi medis kronis di mana jantung tidak memompa darah dengan baik sebagaimana mestinya, menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru dan area tubuh lainnya.
2. Diabetes Melitus (Kencing Manis)
Diabetes adalah penyakit tidak menular yang ditandai dengan tingginya kadar gula (glukosa) dalam darah akibat tubuh tidak dapat memproduksi insulin yang cukup atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Contoh pembagian diabetes meliputi:
- Diabetes Tipe 1: Gangguan autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel penghasil insulin di pankreas. Biasanya terdiagnosis pada anak-anak atau remaja.
- Diabetes Tipe 2: Jenis diabetes yang paling umum (sekitar 90% dari seluruh kasus diabetes). Sangat erat kaitannya dengan obesitas, pola makan tinggi gula, dan kurangnya aktivitas fisik. Tubuh menjadi resisten terhadap insulin.
- Diabetes Gestasional: Diabetes yang muncul hanya selama masa kehamilan dan biasanya menghilang setelah melahirkan, meskipun meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2 di masa depan bagi sang ibu.
3. Kanker (Tumor Ganas)
Kanker merujuk pada pertumbuhan sel-sel abnormal yang cepat dan tak terkendali di bagian tubuh mana pun. Sel-sel ini dapat menyusup dan menghancurkan jaringan tubuh normal di sekitarnya, serta menyebar ke organ lain (metastasis). Contoh penyakit tidak menular dari kategori kanker yang paling umum adalah:
- Kanker Payudara: Paling umum terjadi pada wanita, ditandai dengan benjolan tidak wajar pada jaringan payudara.
- Kanker Paru-paru: Penyebab utama kematian akibat kanker, sebagian besar dipicu oleh kebiasaan merokok aktif maupun paparan asap rokok pasif.
- Kanker Serviks: Kanker leher rahim yang sebagian besar dipicu oleh infeksi HPV, namun perkembangannya menjadi kanker termasuk dalam kategori kronis tidak menular.
- Kanker Usus Besar (Kolorektal): Kanker yang menyerang usus besar atau rektum, sangat dipengaruhi oleh pola makan rendah serat dan tinggi daging merah atau makanan olahan.
4. Penyakit Pernapasan Kronis
Meskipun ada penyakit pernapasan yang menular seperti TBC atau pneumonia, ada pula gangguan saluran napas kronis yang tidak menular, di antaranya:
- Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK): Penyakit radang paru-paru kronis yang menyebabkan aliran udara terhalang dari paru-paru. Gejalanya meliputi sesak napas, batuk kronis, dan produksi dahak berlebih. Merokok adalah penyebab utamanya.
- Asma: Kondisi jangka panjang yang memengaruhi saluran udara di paru-paru, membuatnya meradang, menyempit, dan membengkak. Asma sering kali dipicu oleh alergen, udara dingin, atau stres.
5. Penyakit Ginjal Kronis (PGK)
Kondisi di mana ginjal mengalami kerusakan secara perlahan dan kehilangan kemampuannya untuk menyaring limbah dan cairan berlebih dari darah. Penyebab utama gagal ginjal kronis adalah hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol. Pada stadium akhir, pasien akan membutuhkan cuci darah (hemodialisis) seumur hidup atau transplantasi ginjal.
6. Penyakit Gangguan Mental dan Neurologis
Banyak yang tidak menyadari bahwa masalah kesehatan mental juga termasuk dalam kelompok PTM. Contoh penyakit tidak menular dalam ranah kejiwaan dan saraf meliputi:
- Depresi Mayor: Gangguan suasana hati yang menyebabkan perasaan sedih kronis dan kehilangan minat, memengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, dan berperilaku.
- Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorder): Kekhawatiran dan ketakutan yang intens, berlebihan, dan terus-menerus terhadap situasi sehari-hari.
- Penyakit Alzheimer dan Demensia: Gangguan neurodegeneratif progresif yang menghancurkan memori, kemampuan berpikir, dan pada akhirnya kemampuan untuk melakukan tugas-tugas sederhana.
7. Penyakit Autoimun
Penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh dari kuman malah menyerang sel-sel tubuh yang sehat. Contoh penyakit ini meliputi:
- Rheumatoid Arthritis: Peradangan sendi kronis yang menyebabkan nyeri, bengkak, dan kaku pada persendian.
- Lupus (SLE): Penyakit autoimun sistemik yang dapat memengaruhi berbagai organ tubuh, termasuk kulit, sendi, ginjal, otak, dan organ lainnya.
Faktor Pemicu Utama Penyakit Tidak Menular
- Penggunaan Tembakau: Merokok aktif maupun pasif merusak pembuluh darah dan paru-paru secara signifikan.
- Diet Tidak Sehat: Konsumsi berlebih pada gula, garam, lemak trans, dan kurangnya asupan serat dari sayur serta buah memicu obesitas dan diabetes.
- Kurangnya Aktivitas Fisik: Gaya hidup sedentary (banyak duduk/rebahan) memperlambat metabolisme tubuh.
- Konsumsi Alkohol Berlebih: Membebani kerja hati, meningkatkan tekanan darah, dan meningkatkan risiko kanker.
Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular
Setelah memahami ulasan tentang sebutkan contoh penyakit tidak menular, kamu juga perlu mengetahui faktor risikonya. Faktor risiko PTM dibagi menjadi dua kategori besar: faktor yang tidak dapat diubah (non-modifiable) dan faktor yang dapat diubah (modifiable).
Faktor risiko yang tidak dapat diubah meliputi usia yang semakin menua, jenis kelamin, dan riwayat genetika atau keturunan. Misalnya, jika orang tua memiliki riwayat diabetes atau penyakit jantung koroner, maka keturunannya akan memiliki probabilitas yang jauh lebih besar untuk mengidap penyakit yang sama, meskipun bukan berarti itu mutlak terjadi.
Sedangkan faktor risiko yang dapat diubah sepenuhnya bergantung pada kebiasaan harian. Jika kamu menyadari memiliki riwayat genetik penyakit tertentu, modifikasi gaya hidup sangat krusial. Jika ada anggota keluarga yang sering mengeluhkan gejala penyakit kronis, disarankan untuk tidak mendiagnosis sendiri. Sebaiknya konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan arahan medis yang tepat dan rujukan tes laboratorium jika diperlukan.
Langkah Pencegahan PTM
1. Terapkan Perilaku CERDIK
Kementerian Kesehatan RI memiliki kampanye bernama CERDIK untuk mencegah PTM. CERDIK merupakan singkatan dari: Cek kesehatan berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres. Menerapkan 6 pilar ini secara konsisten dapat menurunkan risiko terkena PTM hingga 80%.
2. Kontrol Asupan Harian dan Suplemen
Batasi konsumsi gula maksimal 4 sendok makan, garam maksimal 1 sendok teh, dan lemak maksimal 5 sendok makan per hari. Perbanyak minum air putih. Selain dari makanan, memenuhi kebutuhan mikronutrien tubuh juga penting. Jika asupan dari makanan kurang, suplemen tambahan bisa menjadi opsi yang baik. Apabila kehabisan persediaan vitamin, kini kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan praktis.
Studi Terkait PTM
Laporan dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2023 menunjukkan data yang memprihatinkan bahwa kematian prematur akibat Penyakit Tidak Menular (usia 30 hingga 69 tahun) menyumbang 17 juta jiwa setiap tahunnya. Sebagian besar kematian prematur ini, yaitu sekitar 86%, terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Studi observasional yang dipublikasikan oleh jurnal The Lancet juga membuktikan bahwa modifikasi gaya hidup, seperti melakukan jalan cepat 30 menit setiap hari dan memperbanyak asupan kalium dari buah-buahan, secara signifikan dapat menurunkan kejadian hipertensi sekunder dan memperpanjang angka harapan hidup hingga 5-7 tahun bagi penderita pre-diabetes.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Noncommunicable diseases.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2024. Buku Pedoman Manajemen Penyakit Tidak Menular.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Chronic Disease Management.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2024. About Chronic Diseases.
The Lancet Global Health. Diakses pada 2024. Global burden of NCDs and risk factors.
FAQ
1. Jika ada tugas sekolah yang meminta sebutkan contoh penyakit tidak menular, apa jawaban yang paling tepat?
Jawaban yang paling tepat adalah penyakit kardiovaskular (hipertensi, serangan jantung, stroke), diabetes melitus tipe 1 dan 2, berbagai jenis kanker, serta penyakit pernapasan kronis seperti asma dan PPOK. Penyakit-penyakit ini tidak ditularkan melalui virus atau bakteri.
2. Apakah obesitas termasuk dalam daftar penyakit tidak menular?
Ya, secara medis obesitas diklasifikasikan sebagai penyakit tidak menular yang kronis. Obesitas bukan sekadar kelebihan berat badan, melainkan kondisi penumpukan lemak berlebih yang menjadi faktor risiko utama terjadinya PTM lainnya seperti diabetes dan penyakit jantung.
3. Apakah penyakit tidak menular bisa disembuhkan total?
Sebagian besar Penyakit Tidak Menular (PTM) bersifat kronis dan tidak bisa disembuhkan secara total (cure), melainkan hanya dapat dikendalikan (manage) agar tidak menimbulkan komplikasi. Penderita hipertensi dan diabetes umumnya harus mengontrol gaya hidup dan minum obat jangka panjang.
4. Bagaimana cara deteksi dini penyakit tidak menular?
Deteksi dini bisa dilakukan melalui pemeriksaan rutin seperti cek tekanan darah secara berkala, tes gula darah puasa, cek kolesterol lengkap, menimbang indeks massa tubuh (IMT), serta melakukan papsmear atau mammografi bagi wanita untuk deteksi kanker.







