• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Dampak Pola Asuh Strict Parents bagi Perkembangan Anak
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Dampak Pola Asuh Strict Parents bagi Perkembangan Anak

Dampak Pola Asuh Strict Parents bagi Perkembangan Anak

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 04 Juli 2022

“Pola asuh strict parents dapat memberikan dampak negatif pada perkembangan anak. Mulai dari stres hingga membuat rasa percaya diri anak rendah.”

Dampak Pola Asuh Strict Parents bagi Perkembangan AnakDampak Pola Asuh Strict Parents bagi Perkembangan Anak

Halodoc, Jakarta – Memberikan pengasuhan yang tepat adalah kewajiban orang tua dalam membentuk dan mendidik anak. Tentunya setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Namun terkadang ini membuat orang tua kerap memberikan batasan yang terlalu tinggi dan kaku pada anak sehingga pola asuh strict parents pun terjadi.

Tanpa disadari, orang tua sering menuntut anak untuk melakukan hal yang menurutnya terbaik. Namun, waspada jika ibu merasa telah menerapkan pola asuh tersebut untuk anak. Pola asuh seperti ini dikenal juga sebagai strict parents. Selain dapat memicu masalah perilaku pada anak, pola asuh ini juga membuat perkembangan anak tidak optimal. Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Strict Parents Bisa Memicu Stres pada Anak

Menjadi orang tua membuat ibu menginginkan hal terbaik bagi anak di masa tumbuh kembangnya. Mulai dari memastikan kebutuhan nutrisi anak tercukupi, kondisi kesehatan mental anak dalam kondisi yang sehat, hingga masa depan yang baik untuk anak. 

Namun, menjadi orang tua yang sangat ketat atau strict parents sepertinya bukan ide yang tepat dalam mendidik anak. Ingat, jika menginginkan anak menjadi sukses, pola asuh yang tepat perlu dilakukan orang tua. Namun, jika orangtua kerap melakukan pola asuh strict parents untuk mengontrol anak agar tidak dicap sebagai orang tua yang gagal, tampaknya hal ini keliru dan berisiko menyebabkan dampak negatif pada anak.

Pola asuh strict parents merupakan pola asuh yang terlalu ketat, d imana orangtua memiliki ekspektasi yang tinggi pada anak. Orang tua juga kerap menuntut anak untuk melakukan berbagai hal yang menurut orang tua terbaik untuk anaknya. Dalam pengasuhan ini, anak-anak pun tidak mendapatkan banyak kesempatan untuk mengeluarkan pendapat atau mempertanyakan keputusan yang dibuat untuknya. 

Tentunya hal ini dapat memicu gangguan perilaku pada anak. Bahkan, pola asuh yang menyerupai pola asuh otoriter ini pun dapat memicu berbagai dampak negatif pada perkembangan anak. Berikut dampak negatif yang bisa dialami anak:

1. Rasa Percaya Diri yang Rendah

Anak-anak yang bertumbuh dalam pola asuh ini berisiko memiliki rasa percaya diri yang rendah. Anak juga memiliki lebih sedikit rasa inisiatif dibandingkan dengan anak-anak yang dibentuk dalam pola asuh yang tepat. 

Selain itu, anak-anak dalam pola asuh ini juga tidak memiliki kemampuan yang baik dapat membuat keputusan dalam hidupnya.

2. Anak Menjadi Lebih Mudah Marah

Anak yang berada dalam pengasuhan ini juga berisiko memiliki gangguan perilaku, seperti menjadi lebih mudah marah dan pemberontak. Hal ini disebabkan anak-anak belajar dan melihat apa yang orang tua lakukan dalam mendisiplinkan anak.

Nada bicara yang meninggi, paksaan, hingga ancaman kerap menjadi cara orangtua strict parents mendisiplinkan anak.

3. Berisiko Menjadi Anak yang Suka Mengintimidasi

Anak-anak yang melihat cara orang tua mereka dengan kekerasan verbal, ancaman, dan perilaku yang tidak menyenangkan kerap melakukan tindakan yang serupa dengan teman-teman seusianya. Hal ini berisiko membuat anak sering melakukan tindakan bullying. Bahkan, anak juga berisiko mendapatkan intimidasi atau bullying akibat rasa percaya diri dan harga diri yang rendah.

4. Stres Hingga Depresi

Bukan tidak mungkin, anak-anak dengan pola asuh ini dapat mengalami gangguan kesehatan mental, seperti stres hingga depresi. Selain itu, anak juga berisiko mengalami gangguan kesehatan mental lainnya, seperti gangguan cemas yang dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan kesehatan mentalnya.

Tanda Orang Tua Menerapkan Pola Asuh Strict Parents

Setelah mengetahui dampak yang bisa dialami anak akibat pola asuh strict parents, maka penting untuk mengetahui tanda-tanda ibu melakukan pola asuh ini pada anak. Nah, berikut ini tanda yang perlu diwaspadai sebagai tanda pola asuh strict parents, antara lain:

  • Orang tua tidak memiliki toleransi terhadap keputusan yang dibuat oleh anak.
  • Anak-anak lebih sering berbohong dengan orang tua.
  • Orang tua memiliki banyak daftar kegiatan atau hal yang wajib dilakukan oleh anak.
  • Orang tua jarang memberikan anak pilihan.
  • Jarang melakukan komunikasi yang baik dengan anak.
  • Orang tua kerap tidak percaya dengan hal yang dilakukan anak.
  • Orang tua lebih melihat hasil yang diraih anak dibandingkan prosesnya.

Tidak ada salahnya untuk mendiskusikan pola asuh yang tepat pada ahlinya. Selain pola asuh, pastikan ibu juga memberikan nutrisi yang tepat pada anak. 

Jika anak mengalami gangguan kesehatan, baik fisik atau mental, segera lakukan pemeriksaan pada rumah sakit untuk memastikan kondisi kesehatan anak. Segera cari tahu rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc. Caranya, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Referensi:

Medicine Net. Diakses pada 2022. What Happens When You Are Too Strict With Your Child?
Parenting for Brain. Diakses pada 2022. Strict Parents – 10 Signs & What’s Wrong With Them.
Very Well Family. Diakses pada 2022.How to Know If You Are an Overly Strict Parent.