• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Dapat Berakibat Fatal, Ini 7 Cara Mencegah Infeksi Usus
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Dapat Berakibat Fatal, Ini 7 Cara Mencegah Infeksi Usus

Dapat Berakibat Fatal, Ini 7 Cara Mencegah Infeksi Usus

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 11 November 2022

“Terdapat beberapa cara yang dapat diterapkan untuk mencegah infeksi usus. Mulai dari memasak makanan hingga matang, menghindari konsumsi makanan mentah atau kurang matang, hingga melakukan tindakan pencegahan penyakit toksoplasmosis.”

Dapat Berakibat Fatal, Ini 7 Cara Mencegah Infeksi UsusDapat Berakibat Fatal, Ini 7 Cara Mencegah Infeksi Usus

Halodoc, Jakarta – Usus adalah salah satu organ tubuh yang berperan penting dalam sistem pencernaan. Namun, organ usus juga diketahui rentan akan berbagai gangguan kesehatan seperti infeksi. Sebab, mikroorganisme seperti bakteri, parasit, virus, atau fungi (jamur) dapat masuk ke dalam usus dan menyebabkan infeksi. Nah, infeksi usus tersebut, kadang dikenal dengan istilah lain yaitu infeksi gastroenteritis atau infeksi gastrointestinal. 

Adanya infeksi usus diketahui dapat berakibat fatal pada tubuh, apalagi jika telat terdeteksi. Karena itu, sebagai bentuk pencegahan, ketahuilah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi usus. Lantas, kira-kira apa saja caranya? 

Kenali dulu Gejalanya

Sebelum membahas langkah pencegahan, ada baiknya kamu mengetahui beberapa gejala dari infeksi usus. Hal ini bertujuan agar deteksi dini dapat dilakukan, sehingga penanganan dapat dijalani secepatnya. Untuk gejalanya sendiri, infeksi usus biasanya berlangsung beberapa hari, meski dapat berlanjut selama 14 hari. Gejala utamanya ditandai dengan kram perut dan diare. Selain itu, ada beberapa gejala lain yang juga dapat timbul, antara lain: 

  • Mual.
  • Muntah.
  • Demam.
  • Kehilangan selera makan.
  • Nyeri otot.
  • Dehidrasi.
  • Sakit kepala.
  • Adanya lendir atau darah dalam tinja.
  • Penurunan berat badan secara drastis tanpa sebab yang jelas. 

Sebagian besar infeksi gastrointestinal akibat virus biasanya akan berlangsung kurang dari seminggu, meskipun mungkin berlanjut lebih lama pada sebagian orang. Sementara itu, infeksi usus akibat bakteri akan memiliki gejala yang hampir serupa dengan infeksi virus. 

Namun, pada sebagian kasus, infeksi usus akibat bakteri lebih mungkin menyebabkan demam tinggi atau diare berdarah. Untuk infeksi usus akibat parasit, kondisi ini biasanya lebih sering menyebabkan darah atau lendir pada diare. 

Munculnya darah atau lendir saat diare tersebut dapat berlangsung sampai pengidapnya menerima pengobatan. Jika mengalami gejala utama dari infeksi usus seperti kram perut dan diare, sebaiknya segeralah memeriksakan diri ke dokter. 

Cara Mencegah Infeksi Usus

Infeksi usus dapat dicegah dengan menjaga apa yang dimakan dan minum, dan dengan mengikuti praktik kebersihan yang baik. Berikut adalah beberapa cara yang dapat diterapkan: 

1. Masak makanan seperti ikan, daging, telur, dan sayuran dengan matang. 

2. Hindari mengonsumsi makanan mentah atau makanan yang dimasak kurang matang. 

3. Hindari konsumsi susu yang tidak dipasteurisasi atau produk olahan susu yang tidak diketahui higienitasnya. 

4. Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun, khususnya setelah keluar rumah dan sebelum menyentuh makanan.

5. Hindari kontak dekat dengan orang yang dicurigai memiliki infeksi gastroenteritis.

6. Saat bepergian ke daerah di mana air bersih dan kebersihan makanan tidak dapat dijamin, pastikan untuk senantiasa mengonsumsi air kemasan dan hindari mengonsumsi air dari keran atau sumber lain. 

7. Lakukan tindakan pencegahan untuk mencegah toksoplasmosis, termasuk menghindari kotak kotoran kucing jika hamil. 

Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi usus. Mulai dari memasak makanan hingga matang, menghindari konsumsi makanan mentah atau kurang matang, hingga melakukan tindakan pencegahan penyakit toksoplasmosis. Infeksi gastrointestinal disebabkan oleh sejumlah bakteri, virus, dan parasit. Dalam banyak kasus, infeksi akan berlalu dalam beberapa hari.

Meski begitu, jika kamu atau orang terdekatmu mengalami gejala seperti demam tinggi, buang air besar berdarah, atau diare, segeralah periksakan kondisi ke dokter. Penanganan yang dilakukan sedari dini tentunya dapat meminimalkan risiko komplikasi yang fatal.

Nah, melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa membuat janji rumah sakit dengan dokter pilihan untuk memeriksakan kondisi. Tentunya tanpa perlu menunggu atau mengantre berlama-lama. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi: 
Medical News Today. Diakses pada 2022. Everything you need to know about gastrointestinal infections. 
Healthline. Diakses pada 2022. Gastrointestinal Infection: Symptoms, Causes, and Treatment. 
Health Direct.gov. Diakses pada 2022. Bowel infections.