Ad Placeholder Image

Darah 60 Normal? Kenali Tanda Tekanan Darah Rendah

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   29 April 2026

Darah 60 Normal? Ini Fakta Tekanan Darah Rendah

Darah 60 Normal? Kenali Tanda Tekanan Darah RendahDarah 60 Normal? Kenali Tanda Tekanan Darah Rendah

Darah 60 Apakah Normal? Memahami Tekanan Darah Rendah dan Dampaknya

Banyak orang khawatir ketika hasil pengukuran tekanan darah menunjukkan angka di luar batas normal. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, “Darah 60 apakah normal?” Tekanan darah 60, terutama jika merujuk pada angka bawah atau tekanan diastolik, umumnya tidak dianggap normal untuk orang dewasa.

Kondisi ini memerlukan perhatian karena dapat menjadi indikasi hipotensi atau tekanan darah rendah. Hipotensi bisa menimbulkan berbagai gejala yang memengaruhi kualitas hidup dan kesehatan secara keseluruhan.

Apa Itu Tekanan Darah 60 mmHg?

Ketika seseorang menyebut “tekanan darah 60”, angka ’60’ ini biasanya merujuk pada tekanan diastolik, yaitu angka bawah dalam pembacaan tekanan darah. Contohnya adalah 60/40 mmHg atau 80/60 mmHg.

Tekanan diastolik adalah tekanan pada pembuluh darah saat jantung beristirahat di antara detaknya. Angka atas atau tekanan sistolik menunjukkan tekanan saat jantung memompa darah.

Mengapa Darah 60 Tidak Normal pada Orang Dewasa?

Untuk orang dewasa, rentang tekanan darah normal umumnya berada di antara 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg. Angka tekanan darah di bawah 90/60 mmHg dikategorikan sebagai hipotensi atau tekanan darah rendah.

Oleh karena itu, tekanan diastolik 60 mmHg, terutama jika tekanan sistoliknya juga rendah (misalnya 80/60 mmHg atau bahkan 60/40 mmHg), berada di bawah ambang batas normal. Kondisi ini bisa mengindikasikan bahwa organ-organ tubuh tidak menerima suplai darah yang cukup.

Gejala yang Perlu Diwaspadai Saat Tekanan Darah Rendah

Tekanan darah 60, atau kondisi hipotensi secara umum, dapat menyebabkan berbagai gejala karena kurangnya aliran darah ke otak dan organ vital lainnya. Beberapa gejala umum yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Pusing atau sensasi seperti akan pingsan, terutama saat berdiri terlalu cepat (hipotensi ortostatik).
  • Kelelahan atau lemas yang tidak biasa.
  • Mual.
  • Penglihatan kabur.
  • Kurang konsentrasi.
  • Kulit dingin dan lembap.
  • Napas cepat dan dangkal.
  • Dalam kasus yang parah, dapat menyebabkan pingsan atau bahkan syok.

Jika seseorang mengalami tekanan darah rendah disertai gejala-gejala ini, sangat penting untuk mencari perhatian medis.

Penyebab Umum Tekanan Darah Rendah

Berbagai faktor dapat menyebabkan tekanan darah menjadi rendah. Memahami penyebabnya penting untuk penanganan yang tepat. Beberapa penyebab umum hipotensi meliputi:

  • Dehidrasi: Kurangnya cairan dalam tubuh dapat mengurangi volume darah.
  • Pendarahan: Kehilangan darah dalam jumlah besar akibat cedera atau kondisi medis lainnya.
  • Kondisi Jantung: Masalah jantung seperti bradikardia (detak jantung lambat) atau gagal jantung dapat mengurangi jumlah darah yang dipompa.
  • Masalah Endokrin: Gangguan tiroid atau insufisiensi adrenal dapat memengaruhi tekanan darah.
  • Infeksi Berat (Sepsis): Infeksi yang parah bisa menyebabkan penurunan tekanan darah drastis.
  • Reaksi Alergi Berat (Anafilaksis): Reaksi alergi akut dapat menyebabkan syok anafilaktik dengan tekanan darah rendah.
  • Kekurangan Nutrisi: Defisiensi vitamin B12 dan folat dapat menyebabkan anemia, yang bisa berujung pada hipotensi.
  • Obat-obatan Tertentu: Beberapa obat diuretik, alfa blocker, beta blocker, atau obat untuk disfungsi ereksi dapat menurunkan tekanan darah.
  • Kehamilan: Perubahan hormon dan sirkulasi darah selama kehamilan seringkali menyebabkan tekanan darah sedikit menurun.

Penanganan dan Pencegahan Tekanan Darah Rendah

Penanganan tekanan darah rendah bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika tekanan darah rendah disebabkan oleh kondisi medis tertentu, penanganan kondisi tersebut akan menjadi prioritas.

Untuk kasus hipotensi yang tidak parah dan tanpa gejala serius, perubahan gaya hidup dapat membantu. Ini termasuk meningkatkan asupan cairan, menghindari minuman beralkohol, makan makanan bergizi seimbang dalam porsi kecil, dan berhati-hati saat mengubah posisi dari duduk atau berbaring ke berdiri.

Beberapa langkah pencegahan umum yang dapat diterapkan meliputi:

  • Meningkatkan konsumsi air putih secara teratur.
  • Membatasi asupan alkohol.
  • Mengonsumsi makanan yang cukup nutrisi dan kaya garam secukupnya (dengan rekomendasi dokter).
  • Berolahraga secara teratur untuk meningkatkan sirkulasi.
  • Menggunakan stoking kompresi untuk membantu meningkatkan aliran darah dari kaki ke jantung.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika tekanan darah terus-menerus menunjukkan angka 60 (terutama diastolik) disertai gejala pusing, lemas, atau bahkan pingsan, sangat penting untuk segera mencari bantuan medis. Penanganan yang tepat dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.

Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menentukan penyebab pasti tekanan darah rendah dan merekomendasikan rencana penanganan yang sesuai. Hindari diagnosis dan pengobatan mandiri tanpa saran profesional kesehatan.

Kesimpulan: Rekomendasi dari Halodoc

Tekanan darah 60 mmHg umumnya tidak normal untuk orang dewasa dan dikategorikan sebagai hipotensi. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala seperti pusing, lemas, atau pingsan, yang memerlukan perhatian medis. Jika mengalami gejala tersebut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

Melalui Halodoc, pengguna dapat dengan mudah melakukan konsultasi dengan dokter spesialis, mendapatkan informasi kesehatan yang akurat, atau bahkan membuat janji temu di fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Prioritaskan kesehatan dengan penanganan yang cepat dan tepat.