Ad Placeholder Image

Darah Nifas Berhenti Keluar Lagi? Ini Alasannya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   26 Februari 2026

Darah Nifas Sempat Berhenti dan Keluar Lagi, Normalkah?

Darah Nifas Berhenti Keluar Lagi? Ini Alasannya!Darah Nifas Berhenti Keluar Lagi? Ini Alasannya!

Darah Nifas Berhenti dan Keluar Lagi: Normal atau Perlu Waspada?

Masa nifas adalah periode penting pemulihan setelah melahirkan. Pendarahan nifas atau lokia adalah hal yang normal terjadi selama masa ini. Namun, ketika darah nifas yang sempat berhenti lalu keluar lagi, pertanyaan muncul tentang apakah kondisi tersebut normal atau justru membutuhkan perhatian medis.

Secara umum, darah nifas yang sempat berhenti kemudian keluar lagi bisa saja normal, terutama jika jumlahnya sedikit dan tidak disertai gejala lain. Hal ini mungkin menandakan bahwa proses nifas belum sepenuhnya usai, adanya peningkatan aktivitas fisik, atau bahkan merupakan awal siklus menstruasi kembali. Namun, kondisi ini juga bisa menjadi tanda masalah kesehatan yang memerlukan penanganan dokter jika darah yang keluar banyak, berbau, berwarna merah segar terus-menerus, atau disertai demam, nyeri, dan keputihan abnormal.

Apa Itu Darah Nifas (Lokia)?

Lokia atau darah nifas adalah pendarahan normal yang terjadi setelah persalinan. Pendarahan ini terdiri dari darah, jaringan rahim yang luruh, lendir, dan bakteri. Lokia biasanya berlangsung selama 2 hingga 6 minggu, namun dapat bervariasi pada setiap individu.

Warna dan jumlah lokia umumnya akan berubah seiring waktu. Awalnya merah terang dan banyak, kemudian berubah menjadi merah kecoklatan, kuning, hingga putih atau bening sebelum akhirnya berhenti sepenuhnya.

Penyebab Darah Nifas Berhenti dan Keluar Lagi yang Biasanya Normal

Ada beberapa kondisi yang umum terjadi dan menyebabkan darah nifas yang sempat berhenti, kemudian keluar lagi, dan biasanya tidak berbahaya:

  • **Aktivitas Fisik Meningkat:** Melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat atau berlebihan setelah masa istirahat dapat memicu kembali aliran darah nifas yang sempat berhenti. Rahim mungkin berkontraksi lebih kuat dan mengeluarkan sisa-sisa darah.
  • **Menyusui atau Memerah ASI:** Proses menyusui atau memerah ASI dapat melepaskan hormon oksitosin yang memicu kontraksi rahim. Kontraksi ini membantu rahim kembali ke ukuran semula dan dapat menyebabkan keluarnya sisa darah nifas.
  • **Awal Siklus Menstruasi:** Jika sudah lebih dari 40 hari pasca melahirkan, kembalinya darah bisa jadi merupakan awal siklus menstruasi yang normal. Siklus menstruasi pertama pasca melahirkan dapat bervariasi pada setiap wanita.
  • **Nifas Belum Selesai Sepenuhnya:** Terkadang, darah nifas memang bisa berhenti sebentar lalu muncul lagi dalam jumlah sedikit dan dengan warna yang lebih pudar. Ini menunjukkan bahwa proses pembersihan rahim belum benar-benar selesai.

Penyebab Darah Nifas Berhenti dan Keluar Lagi yang Memerlukan Perhatian Medis

Meskipun sebagian besar kasus normal, ada beberapa penyebab yang memerlukan evaluasi medis segera:

  • **Infeksi (Endometritis):** Infeksi pada lapisan rahim (endometritis) dapat menyebabkan pendarahan berulang. Gejala lain yang menyertai bisa berupa demam, nyeri perut hebat, dan keputihan berbau tidak sedap.
  • **Retensio Plasenta (Sisa Jaringan Plasenta):** Jika ada sisa jaringan plasenta yang tertinggal di dalam rahim setelah melahirkan, rahim tidak dapat berkontraksi dengan baik dan menyebabkan pendarahan berulang atau berat.
  • **Robekan Jalan Lahir yang Belum Sembuh:** Luka atau robekan pada jalan lahir yang belum sepenuhnya pulih, terutama setelah melakukan hubungan seksual, dapat kembali berdarah.
  • **Gangguan Hormonal:** Ketidakseimbangan hormon pasca-melahirkan dapat memengaruhi pola pendarahan, menyebabkan darah nifas kembali keluar.
  • **Kondisi Lain:** Kondisi medis lain seperti mioma uteri, polip rahim, atau gangguan pembekuan darah yang sudah ada sebelumnya juga bisa menjadi penyebab pendarahan abnormal pasca melahirkan.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Penting bagi setiap wanita untuk memantau kondisi pendarahan pasca melahirkan. Segera cari pertolongan medis jika mengalami salah satu dari kondisi berikut:

  • Darah yang keluar sangat banyak, hingga memenuhi pembalut dalam waktu singkat (kurang dari satu jam).
  • Muncul demam, menggigil, nyeri perut hebat, atau keputihan dengan bau yang tidak biasa atau abnormal.
  • Keluarnya gumpalan darah yang sangat besar (seukuran bola golf atau lebih).
  • Pendarahan tidak kunjung berhenti hingga lebih dari 2 minggu, atau kembali menjadi banyak setelah sempat reda.
  • Merasa sangat pusing, lemas, atau bahkan pingsan.

Langkah yang Dapat Dilakukan Saat Darah Nifas Keluar Lagi

Jika darah nifas keluar lagi dan tidak disertai gejala-gejala berbahaya, beberapa langkah berikut dapat dilakukan:

  • **Perbanyak Istirahat:** Hindari aktivitas fisik yang melelahkan atau berat. Berikan tubuh waktu untuk pulih sepenuhnya.
  • **Jaga Kebersihan Area Kewanitaan:** Ganti pembalut secara rutin dan sering. Bersihkan area perineum dengan air bersih dan keringkan dengan handuk lembut untuk mencegah infeksi.
  • **Pantau Jumlah dan Warna Darah:** Perhatikan apakah darah yang keluar banyak, berwarna merah segar terus-menerus, atau berbau tidak sedap. Pencatatan ini dapat membantu dokter dalam diagnosis.
  • **Hindari Aktivitas Berat dan Seksual:** Setidaknya sampai pendarahan benar-benar berhenti dan dinyatakan aman oleh dokter.
  • **Konsumsi Gizi Seimbang:** Perkaya asupan makanan dengan zat besi dan vitamin untuk membantu pemulihan dan mencegah anemia.

Kesimpulan

Keluarnya darah nifas yang sempat berhenti lalu keluar lagi bisa menjadi variasi normal dalam proses pemulihan pasca melahirkan. Namun, mengenali tanda-tanda bahaya sangat krusial. Perhatikan jumlah, warna, dan bau darah, serta gejala penyerta lainnya. Jika timbul kekhawatiran atau gejala abnormal, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau bidan. Mendapatkan diagnosis dan penanganan dini adalah kunci untuk mencegah komplikasi serius. Konsultasikan dengan dokter ahli melalui platform terpercaya untuk mendapatkan informasi dan penanganan yang tepat.