Ad Placeholder Image

Demam Anak Tidak Turun? Lakukan Ini dan Kapan ke Dokter

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   16 Februari 2026

Demam Anak Tidak Turun? Ini Penyebab & Solusinya!

Demam Anak Tidak Turun? Lakukan Ini dan Kapan ke DokterDemam Anak Tidak Turun? Lakukan Ini dan Kapan ke Dokter

Ringkasan Awal: Memahami Demam Anak yang Tak Kunjung Turun

Demam pada anak adalah respons alami tubuh terhadap infeksi atau kondisi lain. Namun, ketika demam anak tidak turun meski sudah diberikan penanganan awal di rumah, hal ini bisa menimbulkan kekhawatiran. Penting untuk memastikan anak mendapatkan cukup cairan, kompres air hangat (bukan air dingin), mengenakan pakaian tipis, dan istirahat yang cukup. Segera cari pertolongan medis jika demam berlanjut lebih dari tiga hari, atau disertai gejala berat seperti kejang, karena bisa menjadi indikasi infeksi serius seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), tifus, atau pneumonia, bukan sekadar flu biasa. Jangan panik, tetapi jangan menunda ke dokter jika demam tetap tinggi dan disertai gejala mengkhawatirkan.

Apa Itu Demam pada Anak?

Demam adalah kondisi peningkatan suhu tubuh di atas normal, umumnya di atas 37.5°C. Ini adalah mekanisme pertahanan tubuh yang menunjukkan bahwa sistem imun anak sedang melawan patogen penyebab penyakit, seperti virus atau bakteri. Meskipun seringkali merupakan gejala penyakit ringan, demam yang tidak turun dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius.

Penyebab Umum Demam Anak Tidak Turun

Ketika demam anak tidak turun, ada beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebabnya. Memahami penyebab ini membantu orang tua mengambil langkah yang tepat dan memutuskan kapan harus mencari bantuan medis.

  • **Infeksi Virus dan Bakteri**

    Penyebab paling umum dari demam adalah infeksi. Infeksi virus seperti flu, batuk pilek, atau COVID-19 seringkali menyebabkan demam. Namun, demam juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri yang lebih serius seperti tifus, Infeksi Saluran Kemih (ISK), pneumonia, atau Demam Berdarah Dengue (DBD). Infeksi ini memerlukan diagnosis dan penanganan medis spesifik.

  • **Dosis Obat Penurun Panas yang Kurang Tepat**

    Pemberian obat penurun panas yang tidak sesuai dosis atau belum terserap sempurna oleh tubuh dapat menyebabkan demam anak tidak turun. Penting untuk selalu mengikuti petunjuk dosis berdasarkan usia dan berat badan anak, serta memberikan obat setelah makan untuk meminimalkan efek samping. Tidak semua obat cocok untuk setiap anak, dan mencampur dua jenis obat penurun panas tanpa anjuran dokter tidak direkomendasikan.

  • **Pakaian Terlalu Tebal**

    Penggunaan pakaian yang terlalu tebal saat anak demam dapat menghambat pelepasan panas dari tubuh. Ini membuat suhu tubuh anak sulit turun. Tubuh perlu melepaskan panas ke lingkungan untuk mendinginkan diri, dan pakaian tebal justru menahan panas tersebut.

  • **Dehidrasi**

    Dehidrasi atau kekurangan cairan dapat memperburuk kondisi demam dan membuatnya lebih sulit untuk turun. Saat demam, tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat. Anak yang kurang minum akan kesulitan untuk memproduksi keringat yang efektif untuk mendinginkan tubuh.

Langkah Awal yang Bisa Dilakukan di Rumah Saat Demam Anak Tidak Turun

Berikut adalah beberapa tindakan yang dapat dilakukan di rumah untuk membantu menurunkan demam anak dan memberikan kenyamanan, sambil memantau kondisinya.

  • **Pastikan Asupan Cairan Cukup**

    Berikan anak banyak cairan. Ini bisa berupa Air Susu Ibu (ASI) untuk bayi, air putih, atau cairan elektrolit untuk mencegah dehidrasi. Cairan membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dan mendukung proses pendinginan alami tubuh melalui keringat.

  • **Kompres Air Hangat, Bukan Dingin**

    Gunakan kompres air hangat pada dahi, ketiak, atau selangkangan anak. Air hangat membantu melebarkan pembuluh darah di permukaan kulit, yang kemudian memfasilitasi pelepasan panas tubuh. Hindari penggunaan kompres air dingin atau alkohol karena dapat menyebabkan syok atau peningkatan suhu tubuh secara drastis setelahnya.

  • **Pakaikan Pakaian Tipis dan Nyaman**

    Pilihkan pakaian yang tipis, longgar, dan nyaman untuk anak. Hal ini memungkinkan panas tubuh keluar dengan lebih mudah, membantu suhu tubuh anak kembali normal. Hindari menyelimuti anak dengan selimut tebal.

  • **Berikan Waktu Istirahat yang Cukup**

    Dorong anak untuk beristirahat dan tidur yang cukup. Istirahat membantu tubuh menghemat energi yang diperlukan untuk melawan infeksi dan mempercepat proses pemulihan.

  • **Pemberian Obat Penurun Panas Sesuai Dosis**

    Berikan obat penurun panas seperti paracetamol atau ibuprofen sesuai dengan dosis yang direkomendasikan dokter atau pada kemasan. Pastikan obat diberikan setelah makan untuk mengurangi risiko iritasi lambung. Penting untuk tidak mencampur kedua jenis obat ini kecuali atas anjuran dan pengawasan dokter.

Kapan Demam Anak Tidak Turun Menjadi Kondisi Darurat Medis?

Meskipun banyak kasus demam dapat ditangani di rumah, ada beberapa tanda bahaya yang menunjukkan bahwa demam anak tidak turun membutuhkan perhatian medis segera.

  • **Durasi Demam Lebih dari Tiga Hari**

    Jika demam pada anak berlangsung lebih dari tiga hari tanpa menunjukkan penurunan signifikan, ini bisa menjadi tanda infeksi yang lebih serius atau kondisi lain yang memerlukan evaluasi medis.

  • **Suhu Tubuh Sangat Tinggi**

    Demam yang mencapai 39°C atau lebih, terutama jika disertai ketidaknyamanan yang parah, adalah alasan untuk segera mencari bantuan medis.

  • **Gejala Penyerta yang Mengkhawatirkan**

    Segera bawa anak ke dokter jika demam disertai salah satu atau beberapa gejala berikut:

    • Kejang
    • Sangat lemas atau lesu
    • Muncul ruam pada kulit
    • Sesak napas
    • Muntah terus-menerus atau dehidrasi berat
    • Nyeri kepala hebat atau leher kaku
    • Menolak minum atau makan
    • Perubahan perilaku atau kesadaran

Pentingnya Pemeriksaan Medis Lanjut

Jangan menunda untuk membawa anak ke dokter jika demam terus tinggi atau disertai gejala-gejala berat yang disebutkan di atas. Demam anak tidak turun bisa menjadi indikasi penyakit serius yang memerlukan penanganan medis segera. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap dan menyarankan tes darah atau pemeriksaan penunjang lainnya untuk mendiagnosis penyebab pasti demam dan memberikan penanganan yang sesuai. Penanganan yang cepat dan tepat dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Demam anak tidak turun memerlukan perhatian serius namun tanpa panik. Dengan memahami penyebab dan langkah awal penanganan di rumah, orang tua dapat memberikan perawatan terbaik. Namun, kesadaran akan tanda-tanda bahaya sangat krusial untuk menentukan kapan harus segera mencari bantuan profesional.

Untuk informasi kesehatan yang lebih rinci dan konsultasi dengan dokter anak terpercaya, kunjungi Halodoc. Di Halodoc, terdapat berbagai artikel kesehatan yang akurat dan berbasis riset, serta layanan konsultasi daring dengan dokter spesialis untuk mendapatkan diagnosis dan rekomendasi penanganan yang tepat bagi kesehatan anak.