Ad Placeholder Image

Demam Boleh Dipijat? Jangan Dulu!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Mei 2026

Demam Boleh Pijat? Jangan Dulu, Ini Alasannya!

Demam Boleh Dipijat? Jangan Dulu!Demam Boleh Dipijat? Jangan Dulu!

Apakah Demam Boleh Pijat? Panduan Lengkap Halodoc

Demam adalah respons alami tubuh terhadap infeksi atau peradangan. Ketika suhu tubuh meningkat di atas normal, banyak orang mencari cara untuk meredakannya. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah demam boleh pijat. Artikel ini akan membahas secara rinci mengenai rekomendasi medis terkait pijat saat demam, risiko yang mungkin timbul, serta penanganan demam yang tepat.

Definisi Demam dan Respons Tubuh

Demam didefinisikan sebagai peningkatan suhu tubuh di atas 37,5°C atau 38°C, tergantung pada metode pengukuran. Kondisi ini bukan penyakit, melainkan gejala yang menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh sedang aktif melawan patogen seperti virus atau bakteri. Selama demam, tubuh memproduksi zat kimia yang memicu hipotalamus, bagian otak yang mengatur suhu, untuk menaikkan titik setel suhu tubuh. Ini membantu tubuh menciptakan lingkungan yang kurang ramah bagi mikroorganisme penyebab infeksi.

Mengapa Demam Tidak Dianjurkan untuk Dipijat?

Ketika tubuh sedang demam, fokus utama adalah memulihkan diri dari infeksi. Proses penyembuhan ini membutuhkan energi dan istirahat yang cukup. Pijat, meskipun sering dikaitkan dengan relaksasi, justru tidak disarankan saat demam karena beberapa alasan medis yang penting. Sebaiknya hindari pijat ketika demam karena tubuh sedang berjuang melawan infeksi, dan tubuh membutuhkan istirahat maksimal untuk pemulihan.

Risiko Pijat Saat Demam

Memijat seseorang yang sedang demam dapat menimbulkan beberapa risiko dan memperburuk kondisi kesehatan. Berikut adalah beberapa risiko yang perlu diperhatikan:

  • Meningkatkan Suhu Tubuh: Pijat dapat meningkatkan sirkulasi darah dan aktivitas metabolisme, yang pada gilirannya bisa meningkatkan suhu tubuh lebih lanjut. Ini berpotensi memperparah demam dan membuat pasien merasa lebih tidak nyaman.
  • Menyebarkan Infeksi: Peningkatan sirkulasi darah akibat pijat juga berisiko menyebarkan infeksi lebih cepat ke seluruh tubuh. Jika demam disebabkan oleh infeksi lokal, pijat dapat membantu patogen menyebar melalui aliran darah ke organ lain.
  • Menambah Beban Kerja Tubuh: Saat demam, organ-organ tubuh sudah bekerja keras untuk melawan infeksi. Pijat dapat menambah beban kerja pada sistem kardiovaskular dan muskuloskeletal, menguras energi yang seharusnya digunakan untuk penyembuhan.
  • Kelelahan Ekstrem: Tubuh yang sedang melawan infeksi sudah rentan terhadap kelelahan. Pijat dapat membuat pasien semakin lelah dan lesu, terutama bagi anak-anak dan bayi yang sistem kekebalannya masih berkembang atau lebih sensitif.
  • Memicu Dehidrasi: Dengan peningkatan suhu dan metabolisme, risiko dehidrasi dapat meningkat. Pijat tidak membantu dalam mengatasi dehidrasi dan bahkan dapat memperburuknya jika tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup.

Penanganan Demam yang Tepat

Daripada memijat, ada beberapa langkah penanganan demam yang lebih efektif dan aman untuk membantu pemulihan tubuh:

  • Istirahat Cukup: Memberi tubuh waktu untuk beristirahat adalah kunci utama. Hindari aktivitas fisik berat dan pastikan pasien mendapatkan tidur yang berkualitas.
  • Hidrasi Optimal: Pastikan asupan cairan cukup untuk mencegah dehidrasi. Minum air putih, jus buah, sup, atau cairan elektrolit.
  • Nutrisi Seimbang: Konsumsi makanan bergizi yang mudah dicerna untuk mendukung sistem kekebalan tubuh. Hindari makanan pedas, berlemak, atau terlalu manis.
  • Kompres Hangat: Gunakan kompres hangat di dahi atau ketiak untuk membantu menurunkan suhu tubuh.
  • Pakaian Tipis: Kenakan pakaian tipis dan jaga suhu ruangan tetap nyaman agar panas tubuh bisa dilepaskan.
  • Obat Penurun Panas: Jika demam tinggi dan menimbulkan ketidaknyamanan, konsumsi obat penurun panas seperti parasetamol atau ibuprofen sesuai dosis yang direkomendasikan.

Kapan Harus Konsultasi dengan Dokter?

Penting untuk mengenali tanda-tanda kapan demam memerlukan perhatian medis profesional. Segera konsultasikan dengan dokter jika:

  • Demam mencapai suhu sangat tinggi (misalnya di atas 39°C pada orang dewasa atau 38,5°C pada bayi dan anak-anak).
  • Demam tidak membaik atau cenderung memburuk setelah beberapa hari.
  • Disertai gejala lain yang mengkhawatirkan seperti sesak napas, nyeri dada, kejang, leher kaku, ruam parah, atau penurunan kesadaran.
  • Pada bayi di bawah 3 bulan, demam selalu memerlukan pemeriksaan dokter.
  • Pasien memiliki kondisi medis kronis atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Kesimpulan: Rekomendasi Halodoc

Berdasarkan analisis medis, tidak disarankan untuk memijat saat demam. Tindakan ini berpotensi memperburuk kondisi, meningkatkan suhu tubuh, menyebarkan infeksi, dan menambah beban kerja tubuh. Fokus utama saat demam adalah istirahat, hidrasi yang cukup, dan nutrisi seimbang untuk mendukung proses penyembuhan alami tubuh. Jika demam tinggi, tidak kunjung membaik, atau disertai gejala serius, segera konsultasikan dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.