Demam Imunisasi Berapa Hari? Normalnya 1-2 Hari

DAFTAR ISI
- Penanganan Demam Bayi Setelah Imunisasi
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Melihat Si Kecil mengalami kenaikan suhu tubuh usai mendapatkan imunisasi sering kali membuat banyak orang tua merasa cemas dan khawatir. Padahal, demam setelah pemberian vaksin adalah sebuah reaksi alami yang sangat wajar. Hal ini menandakan bahwa sistem kekebalan tubuh bayi sedang bekerja aktif merespons zat di dalam vaksin untuk membentuk antibodi pelindung.
Meski merupakan kondisi yang normal, sangat penting bagi kamu untuk memahami cara penanganan yang tepat agar bayi tetap merasa nyaman selama pemulihan. Mengetahui batasan waktu dan suhu demam juga dapat membantu kamu membedakan antara respons tubuh yang normal dan gejala penyerta yang membutuhkan perhatian medis segera.
Pertanyaan yang paling sering muncul adalah, berapa lama bayi demam setelah imunisasi berlangsung? Secara umum, demam pasca vaksinasi bersifat ringan hingga sedang dan akan mereda dengan sendirinya dalam waktu yang relatif singkat tanpa membahayakan kesehatan bayi.
Nah, agar kamu bisa lebih tenang dan tidak panik saat mendapati suhu tubuh Si Kecil naik setelah imunisasi, yuk simak penjelasan lengkap mengenai durasi normal demam dan cara mengatasinya berikut ini!
Penanganan Demam Bayi Setelah Imunisasi
Secara umum, demam akibat imunisasi dasar (seperti vaksin DPT, PCV, atau campak) mulai muncul dalam kurun waktu 24 jam setelah suntikan diberikan. Suhu tubuh bayi mungkin meningkat sedikit, biasanya berkisar antara 37,5 hingga 38,5 derajat Celcius. Lalu, berapa lama kondisi ini akan berlangsung? Normalnya, demam pasca imunisasi hanya akan terjadi selama 1 hingga 2 hari (24 hingga 48 jam) dan akan berangsur turun dengan sendirinya.
Meski tidak membutuhkan pengobatan medis yang berat jika bayi masih tampak aktif, ada beberapa langkah penanganan pertama yang bisa kamu lakukan di rumah untuk meredakan ketidaknyamanannya:
1. Berikan Cairan Ekstra
Pastikan bayi tetap terhidrasi dengan baik selama fase demam. Jika bayi masih dalam masa menyusui, berikan ASI lebih sering dari biasanya karena ASI mengandung antibodi ekstra yang membantu pemulihan. Untuk bayi yang mengonsumsi susu formula atau sudah masuk usia MPASI, pastikan asupan cairannya tercukupi agar tubuhnya tidak mengalami dehidrasi akibat suhu panas.
2. Gunakan Pakaian yang Nyaman
Saat bayi demam, hindari memakaikan baju yang terlalu tebal atau menyelimutinya berlapis-lapis. Gunakan pakaian tipis dan berbahan katun yang mudah menyerap keringat. Pakaian yang terlalu tebal justru dapat memerangkap panas tubuh sehingga membuat suhu badannya semakin naik.
3. Kompres dengan Air Hangat
Jika kenaikan suhu membuat Si Kecil rewel, kamu bisa mengusap perlahan tubuhnya (sponge bath) menggunakan air hangat, terutama di bagian lipatan ketiak dan selangkangan. Hindari menggunakan air dingin atau alkohol karena dapat memicu anak menggigil, yang justru meningkatkan suhu inti tubuhnya.
4. Berikan Obat Penurun Panas Sesuai Anjuran
Bila bayi terlihat sangat rewel, kesakitan, atau suhu badannya mencapai angka 38,5 derajat Celcius, kamu bisa mempertimbangkan pemberian paracetamol atau ibuprofen (khusus untuk bayi di atas usia 6 bulan). Namun, pastikan dosisnya tepat dan sesuai dengan anjuran dokter anak. Kamu bisa mendapatkan obat penurun panas dengan mudah di layanan kesehatan online apabila dibutuhkan segera.
Tips Mencegah Bayi Makin Rewel Pasca Imunisasi
- Lakukan kontak skin-to-skin untuk memberikan rasa aman pada bayi.
- Susui bayi sesering mungkin karena isapan dan dekapan dapat memberikan efek menenangkan secara psikologis.
- Jangan memijat, mengurut, atau menekan area bekas suntikan karena dapat memicu rasa sakit tambahan.
Kapan Harus Membawa Bayi ke Dokter?
Walaupun demam pasca imunisasi merupakan respons imunologis yang biasa terjadi, kamu tetap perlu waspada dan terus memantau kondisi bayi secara berkala. Segera konsultasikan ke dokter atau bawa Si Kecil ke fasilitas kesehatan terdekat apabila kamu menemukan tanda-tanda peringatan berikut ini:
- Demam melonjak tinggi hingga melebihi 39 derajat Celcius.
- Demam tidak kunjung turun meskipun sudah berlangsung lebih dari 3 hari (72 jam).
- Bayi terlihat sangat lesu, lemas, tidak merespons panggilan, dan sulit dibangunkan.
- Bayi mengalami kejang demam akibat lonjakan suhu tubuh yang tiba-tiba.
- Bayi menangis terus-menerus tanpa henti dengan nada melengking (high-pitched crying) selama lebih dari 3 jam.
- Menolak menyusu atau makan sama sekali sehingga popoknya tetap kering dalam waktu yang lama.
- Timbul ruam kemerahan yang meluas ke area tubuh lain atau bengkak bernanah di area bekas suntikan.
Studi Mengenai Demam Pasca Imunisasi
Pediatrics Journal menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa kejadian demam ringan setelah imunisasi merupakan indikator klinis utama bahwa sistem imun bayi memberikan respons biologis yang memadai terhadap antigen vaksin.
Selain itu, tinjauan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga menyatakan bahwa demam pasca vaksinasi, khususnya pada jenis vaksin DTaP (Difteri, Tetanus, Pertusis), biasanya akan memuncak secara cepat pada hari ke-1 dan akan hilang seluruhnya memasuki hari ke-3, yang menandakan proses adaptasi antibodi sedang aktif berlangsung secara normal.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Memantau kesehatan bayi pasca imunisasi memang membutuhkan kesabaran dan ketelitian dari orang tua. Jika gejala demam berlanjut atau kamu merasa ragu dengan kondisi bayi, jangan pernah menunda untuk memeriksakannya lebih lanjut.
Kamu bisa mendapatkan berbagai kebutuhan kesehatan anak secara praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc.
Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis anak terkait masalah kesehatan yang sedang dialami Si Kecil secara online melalui Halodoc.
Referensi:
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Diakses pada 2024. Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pada Anak.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2024. Vaccine Side Effects and Adverse Events.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Sick baby? When to seek medical attention.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Q&A on immunization and vaccine safety.
FAQ
1. Berapa lama bayi demam setelah imunisasi DPT?
Vaksin DPT (Difteri, Pertusis, dan Tetanus) memang salah satu jenis vaksin yang paling sering memicu reaksi demam. Umumnya, bayi akan mulai mengalami kenaikan suhu sekitar 24 jam setelah suntikan diberikan. Suhu ini akan memuncak dan kembali berangsur normal dalam kurun waktu 1 hingga 2 hari.
2. Apakah boleh memandikan bayi saat sedang demam setelah divaksin?
Boleh, namun pastikan kamu menggunakan air hangat yang suam-suam kuku. Memandikan bayi dengan air hangat dapat memberikan efek relaksasi dan membantu membuka pori-pori kulit sehingga suhu panas dari dalam tubuh bisa keluar dengan lebih mudah.
3. Apakah normal jika bayi tidur terus setelah mendapatkan imunisasi?
Sangat normal. Tubuh bayi membutuhkan lebih banyak energi untuk memproses vaksin dan membentuk sistem kekebalan tubuh yang baru. Kondisi ini sering kali membuat bayi merasa lebih lelah sehingga mereka tampak mengantuk dan lebih banyak tidur di hari pertama serta kedua pasca vaksinasi.
4. Haruskah langsung memberikan paracetamol sebelum bayi demam untuk langkah pencegahan?
Tidak dianjurkan. Pemberian obat penurun panas sebelum demam muncul (sebagai pencegahan) dikhawatirkan dapat menurunkan respons imun alami bayi terhadap vaksin tersebut. Obat penurun panas sebaiknya hanya diberikan apabila bayi sudah benar-benar demam dan merasa tidak nyaman.



