Ad Placeholder Image

Demam Panas Naik Turun? Yuk, Cari Tahu Penyebabnya.

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   27 April 2026

Demam Panas Naik Turun: Pahami Gejala & Kapan Dokter?

Demam Panas Naik Turun? Yuk, Cari Tahu Penyebabnya.Demam Panas Naik Turun? Yuk, Cari Tahu Penyebabnya.

Demam panas naik turun, atau dikenal sebagai demam intermiten, adalah kondisi suhu tubuh yang tidak stabil. Suhu tubuh dapat naik tinggi, lalu turun kembali ke normal atau bahkan rendah, kemudian naik lagi dalam pola yang berulang. Kondisi ini berbeda dari demam biasa dan seringkali menjadi indikasi bahwa tubuh sedang melawan infeksi serius atau kondisi medis lain yang memerlukan perhatian segera. Penanganan yang tepat penting untuk mencegah komplikasi.

Definisi Demam Panas Naik Turun

Demam panas naik turun adalah pola demam di mana suhu tubuh berfluktuasi secara signifikan. Fluktuasi ini dapat terjadi dalam siklus tertentu, misalnya suhu tinggi pada malam hari dan turun pada pagi hari, atau pola lain yang tidak menentu. Kondisi ini mencerminkan respons kekebalan tubuh terhadap keberadaan agen asing atau gangguan internal. Penting untuk memahami bahwa demam jenis ini bisa menjadi gejala penyakit yang lebih kompleks.

Gejala Penyerta Demam Panas Naik Turun

Selain fluktuasi suhu tubuh, demam panas naik turun seringkali disertai dengan gejala lain yang bervariasi tergantung pada penyebabnya. Mengenali gejala-gejala ini sangat krusial untuk diagnosis yang akurat. Beberapa gejala yang mungkin menyertai demam jenis ini meliputi:

  • Kelelahan atau lemas yang berlebihan
  • Nyeri kepala parah
  • Mual, muntah, atau diare
  • Nyeri otot dan sendi
  • Ruam kulit
  • Menggigil
  • Penurunan nafsu makan
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Keringat dingin

Penyebab Demam Panas Naik Turun

Ada berbagai kondisi yang dapat menyebabkan demam panas naik turun. Penyebabnya bisa berasal dari infeksi maupun kondisi medis non-infeksius. Memahami akar masalahnya adalah langkah pertama dalam penanganan yang efektif.

Infeksi sebagai Penyebab Demam Naik Turun

Banyak infeksi serius menunjukkan pola demam intermiten. Beberapa di antaranya sangat umum di daerah tropis:

  • Demam Berdarah (DBD): Infeksi virus Dengue yang ditularkan nyamuk. Demam tinggi seringkali diikuti penurunan suhu drastis, lalu bisa naik lagi.
  • Malaria: Penyakit parasit yang ditularkan nyamuk. Pola demam berulang setiap beberapa hari dengan menggigil hebat.
  • Tifus (Demam Tifoid): Infeksi bakteri Salmonella typhi. Demam bisa meningkat secara bertahap dan fluktuatif, seringkali lebih tinggi di malam hari.
  • Infeksi Saluran Kemih (ISK) Kronis: Infeksi bakteri pada saluran kemih yang tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan demam berulang.
  • Infeksi Virus dan Bakteri Lainnya: Berbagai infeksi pernapasan, gastrointestinal, atau sistemik lainnya juga dapat menimbulkan pola demam naik turun.

Kondisi Non-Infeksi sebagai Penyebab

Selain infeksi, beberapa kondisi medis lain juga dapat memicu demam panas naik turun:

  • Penyakit Autoimun: Kondisi seperti lupus, rheumatoid arthritis, atau penyakit Still dewasa dapat menyebabkan demam berulang karena respons kekebalan tubuh yang menyerang sel sehat.
  • Kanker: Beberapa jenis kanker, terutama limfoma dan leukemia, dapat menyebabkan demam yang datang dan pergi sebagai respons terhadap sel kanker atau peradangan yang disebabkannya.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Demam panas naik turun bukan kondisi yang boleh diabaikan. Sangat penting untuk segera mencari bantuan medis jika demam disertai gejala-gejala berikut:

  • Suhu tubuh sangat tinggi dan sulit turun
  • Kelemasan ekstrem atau penurunan kesadaran
  • Sakit kepala parah, kaku leher, atau kebingungan
  • Mual dan muntah yang terus-menerus
  • Ruam kulit yang tidak biasa
  • Sesak napas atau nyeri dada
  • Nyeri perut hebat
  • Tidak membaik setelah beberapa hari
  • Munculnya perdarahan (misalnya mimisan, gusi berdarah, bintik merah pada kulit)

Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti dan mendapatkan penanganan yang tepat, serta mencegah komplikasi serius.

Pengobatan Awal Demam di Rumah

Sebelum berkonsultasi dengan dokter, beberapa langkah dapat dilakukan untuk meredakan demam dan meningkatkan kenyamanan:

  • Istirahat yang cukup untuk mendukung pemulihan tubuh.
  • Minum banyak cairan, seperti air putih, jus buah, atau sup, untuk mencegah dehidrasi.
  • Mandi atau kompres dengan air hangat untuk membantu menurunkan suhu tubuh.
  • Kenakan pakaian tipis dan jaga sirkulasi udara di ruangan agar tetap sejuk.
  • Konsumsi obat penurun panas yang dijual bebas seperti parasetamol, sesuai dosis yang dianjurkan.

Langkah-langkah ini bersifat sementara dan tidak menggantikan diagnosis serta penanganan medis profesional.

Pencegahan Demam Panas Naik Turun

Pencegahan demam panas naik turun sangat bergantung pada penyebabnya. Namun, ada beberapa langkah umum yang dapat mengurangi risiko:

  • Menerapkan pola hidup bersih dan sehat secara rutin.
  • Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara teratur.
  • Menghindari kontak dengan orang yang sakit.
  • Mengonsumsi makanan bergizi untuk meningkatkan kekebalan tubuh.
  • Memastikan lingkungan bersih dan bebas dari sarang nyamuk untuk mencegah DBD dan Malaria.
  • Mendapatkan vaksinasi yang relevan sesuai rekomendasi kesehatan.

Kesimpulan

Demam panas naik turun adalah kondisi yang memerlukan perhatian medis serius karena bisa menjadi tanda penyakit berat seperti Demam Berdarah, Malaria, Tifus, hingga kondisi autoimun atau kanker. Mengenali gejala penyerta dan segera mencari pertolongan dokter adalah langkah paling bijak untuk mendapatkan diagnosis akurat dan penanganan yang tepat. Jangan menunda pemeriksaan kesehatan demi mencegah komplikasi yang lebih serius. Apabila mengalami demam dengan pola naik turun, konsultasikan segera dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran dan penanganan medis profesional.