
Dengung: Pahami Makna, Jenis, dan Atasi Telinga Berbunyi
Dengung Telinga Mengganggu? Begini Cara Redakannya

Mengenal Dengung Telinga (Tinnitus): Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Dengung seringkali diidentikkan dengan suara bising yang mengganggu. Secara umum, dengung merujuk pada bunyi gema atau denging terus-menerus. Fenomena ini bisa berasal dari objek di lingkungan seperti pesawat dan mesin, aktivitas serangga seperti lebah, atau bahkan kondisi medis tertentu yang memengaruhi indra pendengaran. Artikel ini akan membahas lebih mendalam tentang dengung, khususnya dalam konteks kesehatan telinga, yang dikenal sebagai tinnitus. Pemahaman komprehensif diperlukan untuk mengidentifikasi penyebab dan mencari penanganan yang tepat.
Apa Itu Dengung?
Dengung adalah suara bising, rendah, dan bergetar yang dapat dihasilkan oleh berbagai sumber. Istilah ini memiliki beberapa interpretasi tergantung konteksnya.
- **Telinga Berdengung (Tinnitus)**: Ini adalah kondisi medis di mana seseorang mendengar suara dengingan, siulan, bising mesin, berdengung, atau gemuruh tanpa adanya sumber suara eksternal. Sensasi suara ini bisa bervariasi intensitasnya dan dapat terjadi di satu atau kedua telinga.
- **Dalam Ilmu Tajwid (Ghunnah)**: Dalam konteks membaca Al-Qur’an, dengung dikenal sebagai Ghunnah. Ini adalah suara yang keluar dari pangkal hidung (sengau) ketika membaca huruf Nun (ن) dan Mim (م) yang bertasydid, serta pada hukum bacaan tertentu seperti Idgham Bighunnah dan Ikhfa. Suara ini ditahan selama dua harakat.
- **Bunyi Alam atau Mesin**: Dengung juga bisa merujuk pada tiruan bunyi yang dihasilkan oleh alam atau mesin, seperti dengung lebah, baling-baling pesawat, atau sirene.
Untuk kebutuhan kesehatan, fokus utama artikel ini adalah dengung dalam konteks medis, yaitu tinnitus.
Gejala Telinga Berdengung (Tinnitus)
Gejala utama tinnitus adalah persepsi suara di telinga yang tidak berasal dari sumber eksternal. Suara ini bisa bermacam-macam dan berbeda pada setiap individu.
- **Deringan atau Denging**: Suara yang paling sering dilaporkan, menyerupai dering telepon atau bel.
- **Siulan atau Desisan**: Mirip suara angin atau desisan uap.
- **Berdengung atau Berdesir**: Suara rendah yang konsisten, seperti suara mesin.
- **Klik atau Berdenyut**: Suara singkat, berulang, atau mengikuti irama detak jantung (tinnitus pulsatile).
Intensitas suara dapat bervariasi dari yang samar hingga sangat mengganggu. Tinnitus bisa bersifat sementara atau menetap, memengaruhi kualitas tidur, konsentrasi, dan suasana hati.
Penyebab Telinga Berdengung
Telinga berdengung atau tinnitus bukanlah penyakit itu sendiri, melainkan gejala dari kondisi lain. Beberapa penyebab umum meliputi:
- **Paparan Suara Keras**: Salah satu penyebab paling umum. Paparan jangka panjang terhadap suara bising di tempat kerja atau rekreasi (konser musik, headphone volume tinggi) dapat merusak sel-sel rambut kecil di koklea telinga bagian dalam yang bertugas mengirimkan suara ke otak.
- **Kotoran Telinga Berlebihan**: Penumpukan kotoran telinga (serumen) yang menghalangi saluran telinga dapat menyebabkan tekanan dan memicu dengungan.
- **Gangguan Pendengaran Terkait Usia (Presbikusis)**: Seiring bertambahnya usia, pendengaran alami dapat menurun, seringkali dimulai sekitar usia 60 tahun. Ini dapat disertai dengan tinnitus.
- **Perubahan Tulang Telinga**: Otosklerosis, pengerasan tulang di telinga tengah, dapat memengaruhi pendengaran dan menyebabkan tinnitus.
- **Penyakit Meniere**: Gangguan telinga bagian dalam yang memengaruhi pendengaran dan keseimbangan. Gejalanya meliputi tinnitus, vertigo, dan kehilangan pendengaran.
- **Gangguan Sendi Temporomandibular (TMJ)**: Masalah pada sendi yang menghubungkan rahang bawah ke tengkorak dapat memicu tinnitus.
- **Cedera Kepala atau Leher**: Trauma pada kepala atau leher dapat memengaruhi saraf dan pembuluh darah yang berhubungan dengan pendengaran, menyebabkan tinnitus.
- **Gangguan Pembuluh Darah**: Kondisi seperti aterosklerosis (pengerasan arteri), hipertensi (tekanan darah tinggi), atau malformasi pembuluh darah dapat menyebabkan tinnitus pulsatile.
- **Efek Samping Obat-obatan**: Beberapa obat, seperti aspirin dosis tinggi, antibiotik tertentu, obat diuretik, dan antidepresan, dapat bersifat ototoksik (merusak telinga) dan menyebabkan tinnitus sementara atau permanen.
- **Stres dan Kecemasan**: Kondisi psikologis seperti stres kronis dan kecemasan dapat memperburuk atau memicu tinnitus.
- **Infeksi Telinga**: Infeksi pada telinga tengah atau luar dapat menyebabkan peradangan dan memengaruhi fungsi pendengaran.
Diagnosis Dengung (Tinnitus)
Jika mengalami dengung telinga yang menetap atau mengganggu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengidentifikasi penyebabnya.
- **Anamnesis**: Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan pasien, termasuk jenis suara yang didengar, kapan dimulai, dan faktor-faktor yang memperburuknya.
- **Pemeriksaan Fisik**: Pemeriksaan telinga, kepala, dan leher untuk mencari tanda-tanda infeksi, kotoran telinga, atau masalah struktural lainnya.
- **Audiometri**: Tes pendengaran untuk mengevaluasi kemampuan mendengar berbagai frekuensi dan intensitas suara.
- **Tes Pencitraan**: Dalam beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan MRI atau CT scan untuk memeriksa struktur otak dan pembuluh darah, terutama jika dicurigai ada penyebab neurologis atau vaskular.
Penanganan Telinga Berdengung
Penanganan tinnitus sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Tujuan utama adalah mengurangi intensitas dengungan atau membantu pasien mengelola gejalanya.
- **Penanganan Penyebab Utama**: Jika penyebabnya adalah kotoran telinga, infeksi, atau kondisi medis lain seperti hipertensi, penanganan kondisi tersebut seringkali dapat meredakan tinnitus.
- **Terapi Suara**: Penggunaan alat bantu dengar yang dilengkapi dengan generator suara, alat terapi kebisingan putih (white noise generator), atau aplikasi relaksasi dapat membantu menutupi suara dengungan dan mengurangi kesadaran terhadapnya.
- **Terapi Perilaku Kognitif (CBT)**: Terapi ini membantu pasien mengubah cara berpikir dan bereaksi terhadap tinnitus, sehingga mengurangi stres dan kecemasan yang terkait.
- **Perubahan Gaya Hidup**:
- **Hindari Suara Bising**: Batasi paparan terhadap suara keras dan gunakan pelindung telinga jika diperlukan.
- **Kelola Stres**: Latih teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga.
- **Batasi Stimulan**: Kurangi konsumsi kafein, nikotin, dan alkohol yang dapat memperburuk tinnitus.
- **Hindari Mengorek Telinga**: Kebiasaan ini dapat mendorong kotoran telinga lebih dalam atau melukai saluran telinga.
- **Obat-obatan**: Tidak ada obat khusus untuk tinnitus, tetapi beberapa obat seperti antidepresan trisiklik atau alprazolam dapat digunakan untuk mengatasi gejala parah atau kondisi terkait seperti depresi dan kecemasan. Penggunaan obat harus sesuai resep dan pengawasan dokter.
- **Konsultasi Dokter THT**: Apabila dengung telinga terjadi terus-menerus, memburuk, atau disertai gejala lain seperti kehilangan pendengaran, pusing, atau nyeri, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis THT.
Pencegahan Dengung Telinga
Meskipun tidak semua kasus tinnitus dapat dicegah, beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko atau keparahannya.
- **Lindungi Pendengaran**: Gunakan penutup telinga atau earplug saat berada di lingkungan yang bising.
- **Jaga Volume Suara**: Hindari mendengarkan musik atau menonton televisi dengan volume terlalu tinggi, terutama melalui headphone.
- **Periksa Kesehatan Telinga Secara Teratur**: Lakukan pemeriksaan pendengaran rutin, terutama jika memiliki riwayat paparan suara keras atau usia sudah lanjut.
- **Kelola Kondisi Kesehatan**: Kendalikan tekanan darah tinggi, diabetes, dan kondisi medis lain yang dapat memengaruhi pendengaran.
- **Gaya Hidup Sehat**: Konsumsi makanan bergizi, olahraga teratur, dan cukup istirahat untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Pertanyaan Umum tentang Dengung Telinga
Apakah dengung telinga berbahaya?
Dengung telinga atau tinnitus jarang mengindikasikan kondisi yang mengancam jiwa. Namun, kondisi ini bisa menjadi gejala dari masalah kesehatan yang mendasarinya dan dapat memengaruhi kualitas hidup secara signifikan jika tidak ditangani.
Kapan harus ke dokter untuk dengung telinga?
Disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika dengung telinga:
- Terjadi tiba-tiba atau tanpa penyebab jelas.
- Hanya terjadi di satu telinga.
- Disertai dengan kehilangan pendengaran, pusing, nyeri, atau vertigo.
- Memburuk atau tidak hilang setelah beberapa hari.
- Sangat mengganggu tidur atau aktivitas sehari-hari.
Rekomendasi Medis Praktis
Dengung telinga, terutama tinnitus, memerlukan perhatian medis profesional. Memahami penyebab dan penanganannya dapat membantu mengelola kondisi ini secara efektif. Jika mengalami dengung telinga yang menetap atau mengganggu, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis THT. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah menemukan dokter spesialis THT terpercaya, menjadwalkan konsultasi, dan mendapatkan rekomendasi penanganan yang sesuai. Selain itu, dapat membeli obat atau suplemen yang diresepkan atau direkomendasikan oleh dokter melalui fitur farmasi di Halodoc, menjamin ketersediaan dan keaslian produk.


