Ad Placeholder Image

Detak Jantung Cepat Anak Saat Tidur: Normal atau Bahaya?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   04 Mei 2026

Detak Jantung Cepat pada Anak Saat Tidur: Perlukah Khawatir?

Detak Jantung Cepat Anak Saat Tidur: Normal atau Bahaya?Detak Jantung Cepat Anak Saat Tidur: Normal atau Bahaya?

Detak jantung cepat pada anak saat tidur seringkali menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua. Fenomena ini bisa menjadi respons normal tubuh terhadap berbagai faktor atau, dalam beberapa kasus, menjadi indikasi adanya kondisi medis yang memerlukan perhatian. Memahami perbedaan antara kondisi yang tidak berbahaya dan yang memerlukan evaluasi medis adalah langkah penting bagi setiap orang tua.

Apa Itu Detak Jantung Cepat pada Anak Saat Tidur?

Detak jantung cepat, atau takikardia, pada anak saat tidur merujuk pada kondisi di mana jantung anak berdetak lebih cepat dari laju normal yang diharapkan saat istirahat. Laju detak jantung normal bervariasi berdasarkan usia anak. Pada bayi dan anak kecil, detak jantung istirahat memang lebih cepat dibandingkan orang dewasa. Namun, jika laju ini terasa tidak biasa cepat atau disertai gejala lain, kewaspadaan diperlukan.

Penyebab Umum Detak Jantung Cepat pada Anak Saat Tidur

Sebagian besar kasus detak jantung cepat pada anak saat tidur tidak berbahaya dan merupakan respons alami tubuh. Beberapa penyebab umumnya meliputi:

  • Sisa Aktivitas Fisik. Anak yang aktif bermain atau berolahraga berat sebelum tidur mungkin masih memiliki detak jantung yang sedikit lebih cepat karena tubuh masih dalam fase pendinginan.
  • Emosi yang Kuat. Stres, kecemasan, mimpi buruk, atau kegembiraan berlebihan sebelum tidur dapat memicu peningkatan detak jantung.
  • Demam. Saat anak demam, tubuh bekerja lebih keras untuk melawan infeksi, yang menyebabkan detak jantung meningkat.
  • Dehidrasi Ringan. Kekurangan cairan dapat membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah, sehingga detak jantung meningkat.
  • Stres atau Kelelahan. Kondisi psikologis dan fisik ini dapat memengaruhi sistem saraf otonom yang mengatur detak jantung.

Kapan Detak Jantung Cepat Saat Tidur Perlu Diwaspadai?

Meskipun seringkali tidak berbahaya, detak jantung cepat pada anak saat tidur juga bisa menjadi tanda kondisi medis serius, terutama jika disertai gejala lain. Kondisi ini bisa mengindikasikan aritmia, yaitu gangguan irama jantung.

Salah satu jenis aritmia yang sering terjadi pada anak adalah Supraventricular Tachycardia (SVT). SVT adalah kondisi di mana jantung berdetak sangat cepat secara tiba-tiba karena adanya sirkuit listrik abnormal di bagian atas jantung. Penting untuk segera mencari pertolongan medis jika detak jantung cepat disertai dengan gejala berikut:

  • Sesak Napas. Anak tampak kesulitan bernapas atau napasnya cepat dan dangkal.
  • Pusing atau Pingsan. Anak mengeluh pusing, terlihat limbung, atau kehilangan kesadaran.
  • Pucat. Kulit anak terlihat sangat pucat atau kebiruan, terutama di sekitar bibir.
  • Rewel Berlebihan. Bayi atau anak kecil menangis tanpa henti atau menunjukkan ketidaknyamanan yang ekstrem.
  • Nyeri Dada. Anak mengeluh nyeri atau rasa tidak nyaman di dada.
  • Kelelahan yang Tidak Biasa. Anak terlihat sangat lelah atau lesu meskipun sudah cukup tidur.
  • Terjadi Berulang. Episode detak jantung cepat yang disertai gejala di atas terjadi berkali-kali.

Penyebab Lain yang Membutuhkan Evaluasi Medis

Selain aritmia, beberapa kondisi medis lain juga dapat menyebabkan detak jantung cepat dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut:

  • Anemia. Kekurangan sel darah merah dapat membuat jantung bekerja lebih keras untuk mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh.
  • Gangguan Tiroid. Kondisi hipertiroidisme (produksi hormon tiroid berlebih) dapat meningkatkan laju metabolisme dan detak jantung.
  • Penyakit Jantung Bawaan. Beberapa kelainan struktur jantung yang ada sejak lahir dapat memengaruhi irama dan fungsi jantung.
  • Infeksi Serius. Infeksi bakteri atau virus yang parah dapat membebani jantung.
  • Efek Samping Obat-obatan. Beberapa jenis obat-obatan dapat memengaruhi detak jantung.

Diagnosis dan Penanganan

Apabila orang tua mencurigai adanya masalah, evaluasi medis oleh dokter anak atau kardiolog anak sangat penting. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, menanyakan riwayat kesehatan anak, dan mungkin merekomendasikan beberapa tes seperti:

  • Elektrokardiogram (EKG). Untuk merekam aktivitas listrik jantung.
  • Ekokardiogram. Untuk melihat struktur dan fungsi jantung.
  • Holter Monitor. Alat perekam EKG portabel yang dipakai anak selama 24 jam atau lebih untuk memantau detak jantung secara berkelanjutan.
  • Tes Darah. Untuk memeriksa anemia, fungsi tiroid, atau tanda infeksi.

Penanganan akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasari. Jika detak jantung cepat normal, tidak diperlukan penanganan khusus. Namun, jika ada kondisi medis, dokter akan meresepkan obat, merekomendasikan perubahan gaya hidup, atau dalam kasus yang jarang, tindakan medis lain.

Pencegahan dan Rekomendasi

Meskipun tidak semua penyebab detak jantung cepat dapat dicegah, beberapa langkah dapat membantu menjaga kesehatan jantung anak secara keseluruhan:

  • Pastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup.
  • Dorong anak untuk minum air yang cukup untuk mencegah dehidrasi.
  • Ciptakan lingkungan tidur yang tenang dan nyaman.
  • Batasi aktivitas berat sesaat sebelum tidur.
  • Jaga pola makan seimbang dan bergizi.
  • Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin sesuai usia anak.

Jika orang tua memiliki kekhawatiran mengenai detak jantung cepat pada anak saat tidur, terutama jika disertai gejala yang disebutkan di atas, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional medis. Evaluasi dini dapat membantu memastikan penyebabnya jinak atau memerlukan penanganan khusus demi kesehatan dan kesejahteraan anak.