“Gejala utama dari kanker testis adalah muncul benjolan pada testis. Letak benjolan kanker testis biasanya akan muncul pada salah satu bagian testis yang mengalami perkembangan sel kanker. Benjolan jarang muncul di kedua testis. Untuk itu, penting melakukan pemeriksaan mandiri kesehatan testis secara rutin.”

DAFTAR ISI
- Berbagai Penyebab Benjolan di Testis Kiri
- Cara Melakukan Pemeriksaan Testis Mandiri
- Kapan Harus Segera ke Dokter?
- Studi Mengenai Massa Skrotum
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Menemukan adanya sesuatu yang tidak biasa pada area genital, terutama testis, tentu dapat menimbulkan rasa cemas dan panik. Banyak pria langsung mengaitkan temuan tersebut dengan kondisi fatal seperti kanker. Padahal, secara anatomis, skrotum (kantung zakar) berisi berbagai struktur pembuluh darah, saraf, dan saluran sperma yang rentan mengalami pembengkakan atau perubahan anatomi yang bersifat jinak.
Salah satu keluhan yang paling sering dilaporkan oleh pria di klinik urologi adalah munculnya benjolan di testis kiri. Secara medis, testis sebelah kiri memang memiliki kecenderungan anatomis yang sedikit berbeda dengan testis kanan. Testis kiri umumnya menggantung lebih rendah, dan pembuluh darah vena (pleksus pampiniformis) di sebelah kiri memiliki sudut drainase yang lebih tajam saat bermuara ke vena ginjal kiri. Hal ini membuat sisi kiri lebih rentan terhadap penumpukan darah atau cairan.
Sebagai apoteker dan tenaga kesehatan, perlu ditegaskan bahwa tidak ada obat bebas (OTC) yang bisa atau boleh digunakan untuk “menghilangkan” benjolan pada testis tanpa adanya diagnosis pasti dari dokter. Penggunaan salep, obat pereda nyeri, atau antibiotik secara sembarangan sangat berbahaya karena bisa menutupi gejala dari kondisi yang lebih serius, atau memperparah infeksi yang mungkin terjadi. Penanganan yang tepat sangat bergantung pada akar penyebab benjolan tersebut.
Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami apa saja kemungkinan yang sedang terjadi di dalam tubuhmu. Nah, mau tahu apa saja kondisi medis yang bisa menyebabkan benjolan pada testis sebelah kiri dan bagaimana cara membedakannya? Berikut ulasannya!
Berbagai Penyebab Benjolan di Testis Kiri
Benjolan pada testis bisa bervariasi dalam hal ukuran, tekstur (keras atau lunak), dan apakah menimbulkan rasa nyeri atau tidak. Mengidentifikasi karakteristik ini adalah langkah awal yang dilakukan dokter untuk menentukan diagnosis. Berikut adalah beberapa penyebab utamanya:
1. Varikokel
Varikokel adalah pembengkakan pada pembuluh darah vena di dalam skrotum, mirip dengan varises yang sering terjadi pada kaki. Sekitar 15 persen pria mengalami kondisi ini, dan hampir 90 persen kasus varikokel terjadi pada testis sebelah kiri. Hal ini disebabkan oleh anatomi vena sisi kiri yang harus memompa darah ke atas melawan gravitasi untuk mencapai vena ginjal (vena renalis) dengan sudut tegak lurus.
Gejala khas dari varikokel adalah benjolan yang terasa seperti “sekantung cacing” (bag of worms) saat diraba. Biasanya, benjolan ini tidak terasa sakit, namun bisa menimbulkan rasa berat atau pegal pada skrotum setelah berdiri terlalu lama atau berolahraga berat. Rasa tidak nyaman ini sering kali mereda ketika kamu berbaring. Meski umumnya jinak, varikokel yang parah dapat memengaruhi kualitas dan produksi sperma, sehingga sering dikaitkan dengan masalah kesuburan (infertilitas) pada pria.
2. Spermatokel (Kista Epididimis)
Spermatokel adalah kista atau kantung berisi cairan bening dan sperma mati yang berkembang di epididimis, yaitu tabung melingkar di bagian belakang atas testis yang berfungsi menyimpan dan membawa sperma. Spermatokel sangat umum terjadi dan bersifat non-kanker (jinak).
Ciri utama dari spermatokel adalah benjolan ini biasanya teraba halus, padat, bisa digerakkan, dan terpisah dari testis itu sendiri (biasanya terletak di bagian atas testis). Kondisi ini hampir tidak pernah menimbulkan rasa sakit dan pertumbuhannya sangat lambat. Dokter biasanya memastikan spermatokel dengan tes transiluminasi (menyorotkan cahaya ke skrotum); karena berisi cairan bening, kista ini akan meneruskan cahaya.
Mitos dan Fakta Seputar Testis
- Mitos: Semua benjolan di testis adalah kanker. Fakta: Sebagian besar benjolan skrotum adalah kondisi jinak seperti kista atau varikokel.
- Mitos: Ukuran testis kiri dan kanan harus sama persis. Fakta: Normal jika satu testis sedikit lebih besar atau menggantung lebih rendah dari yang lain (biasanya testis kiri lebih rendah).
- Mitos: Cedera ringan pada testis bisa menyebabkan kanker. Fakta: Tidak ada bukti ilmiah yang mengaitkan trauma atau cedera fisik pada testis dengan peningkatan risiko kanker testis.
3. Hidrokel
Hidrokel terjadi ketika cairan menumpuk di kantung pelindung yang mengelilingi testis (tunika vaginalis). Kondisi ini paling sering ditemukan pada bayi baru lahir dan biasanya hilang dengan sendirinya di tahun pertama kehidupan. Namun, pria dewasa juga bisa mengalaminya, sering kali akibat cedera skrotum, peradangan, atau infeksi.
Benjolan akibat hidrokel biasanya terasa lunak, tidak nyeri, dan bisa menyebabkan skrotum membengkak cukup besar, membuatnya terasa berat atau penuh. Sama seperti spermatokel, hidrokel juga akan memendarkan cahaya jika disorot dengan senter medis. Hidrokel dewasa umumnya tidak berbahaya, tetapi jika ukurannya terlalu besar dan mengganggu aktivitas, dokter mungkin merekomendasikan prosedur operasi kecil (hidrokelektomi) untuk mengeluarkan cairan tersebut.
4. Epididimitis dan Orchitis
Jika benjolan di testis kiri disertai dengan rasa sakit yang hebat, kemerahan, bengkak, dan terasa panas, penyebabnya kemungkinan besar adalah epididimitis (peradangan pada epididimis) atau orchitis (peradangan pada jaringan testis itu sendiri).
Kondisi ini paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri, termasuk bakteri penyebab Infeksi Menular Seksual (IMS) seperti klamidia dan gonore. Pada beberapa kasus, infeksi virus seperti penyakit gondongan (mumps) juga bisa menyebabkan orchitis. Selain benjolan yang nyeri, penderita mungkin mengalami demam, nyeri saat buang air kecil (disuria), atau keluarnya cairan abnormal dari penis. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera dan peresepan antibiotik atau obat antivirus dari dokter.
5. Kanker Testis
Meskipun lebih jarang terjadi dibandingkan kondisi jinak di atas, kemungkinan kanker testis tidak boleh diabaikan. Kanker testis adalah kanker padat yang paling umum terjadi pada pria muda berusia antara 15 hingga 35 tahun.
Ciri khas benjolan kanker testis adalah keras seperti batu, menempel pada testis (tidak bisa digeser secara terpisah), dan sering kali tidak menimbulkan rasa sakit (painless lump). Beberapa pria mungkin merasakan perubahan tekstur testis menjadi lebih keras, rasa berat di bagian bawah perut atau selangkangan, atau nyeri tumpul di skrotum. Jika ditemukan pada stadium awal, kanker testis memiliki tingkat kesembuhan yang sangat tinggi (lebih dari 95 persen).
Cara Melakukan Pemeriksaan Testis Mandiri (SADARI Testis)
Sama seperti anjuran pemeriksaan payudara mandiri pada wanita, pria juga sangat dianjurkan untuk melakukan Pemeriksaan Testis Mandiri (Testicular Self-Examination/TSE) sebulan sekali. Rutinitas ini bertujuan agar kamu mengenali bentuk, ukuran, dan tekstur normal testismu, sehingga lebih mudah mendeteksi jika ada perubahan.
1. Lakukan Saat atau Setelah Mandi Air Hangat
Air hangat akan membuat otot kremaster (otot yang menyangga testis) rileks dan kulit skrotum menjadi kendur. Kondisi ini sangat memudahkan kamu untuk meraba struktur di dalam kantung zakar secara detail.
2. Periksa Setiap Testis Satu per Satu
Pegang testis menggunakan kedua tangan. Letakkan jari telunjuk dan jari tengah di bagian bawah testis, sedangkan ibu jari di bagian atas. Gulirkan testis secara perlahan di antara ibu jari dan jari-jari lainnya. Jangan panik jika kamu menemukan struktur seperti tali lembut di bagian belakang testis; itu adalah epididimis yang normal.
3. Cari Perubahan Abnormal
Perhatikan apakah ada benjolan keras seukuran kacang polong, perubahan ukuran testis yang signifikan, area yang terasa nyeri saat ditekan, atau testis yang mendadak terasa lebih keras dari biasanya. Jika kamu menemukan salah satu dari tanda tersebut, segera catat posisinya.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Kamu wajib segera menjadwalkan konsultasi dengan dokter umum atau dokter spesialis urologi jika benjolan di testis disertai dengan kondisi berikut:
- Rasa nyeri yang muncul tiba-tiba dan sangat hebat (ini bisa menjadi tanda torsio testis, suatu kondisi darurat medis di mana aliran darah ke testis terputus).
- Benjolan terasa keras, kaku, dan menyatu dengan testis.
- Disertai demam tinggi, mual, atau muntah.
- Skrotum membengkak parah, kemerahan, dan terasa panas.
- Ada darah dalam urine (hematuria) atau darah dalam air mani.
Studi Mengenai Massa Skrotum
National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan tinjauan klinis yang menjelaskan bahwa sebagian besar massa skrotum atau benjolan pada testis adalah lesi jinak. Studi tersebut menegaskan bahwa pemeriksaan Ultrasonografi (USG) skrotum adalah standar emas yang paling akurat untuk membedakan antara massa kistik (jinak, berisi cairan) dan massa solid (berpotensi ganas).
Penelitian ini juga menyoroti bahwa keterlambatan pasien dalam mencari bantuan medis sering kali disebabkan oleh rasa malu atau ketakutan akan diagnosis kanker. Padahal, diagnosis dini melalui USG sangat penting. Apabila ditemukan infeksi seperti epididimitis, pemberian antibiotik yang tepat waktu dapat mencegah komplikasi serius seperti abses skrotum atau kerusakan permanen pada fungsi reproduksi pria.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Jika setelah diagnosis dokter kamu mendapatkan resep untuk kondisi penyertanya (misalnya antibiotik untuk infeksi atau obat pereda nyeri), kamu bisa tebus resep atau beli obat dengan mudah dan produk akan langsung diantar ke rumahmu.
Selalu prioritaskan keamanan dengan memeriksakan diri secara langsung. Jangan pernah memencet, menusuk, atau mencoba mengobati sendiri benjolan pada area kelamin.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Scrotal masses.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Testicular Lump (Scrotal Mass): Causes & Treatment.
Urology Care Foundation. Diakses pada 2024. What are Testicular Lumps?
National Center for Biotechnology Information (StatPearls). Diakses pada 2024. Scrotal Mass.
American Cancer Society. Diakses pada 2024. Testicular Cancer Signs and Symptoms.
FAQ
1. Apakah benjolan di testis kiri selalu berarti kanker?
Tidak. Faktanya, sebagian besar benjolan di area testis bersifat jinak. Penyebab paling umum adalah varikokel, spermatokel, atau kista. Kanker testis memiliki persentase yang jauh lebih kecil, namun tetap memerlukan pemeriksaan dokter untuk memastikannya melalui USG testis.
2. Apakah varikokel di testis kiri bisa menyebabkan kemandulan?
Ya, varikokel berpotensi memengaruhi kesuburan. Pembengkakan vena menyebabkan suhu di dalam skrotum meningkat dan mengganggu sirkulasi darah, yang pada akhirnya dapat menurunkan kualitas dan jumlah produksi sperma. Namun, tidak semua pria dengan varikokel mengalami masalah kemandulan, dan kondisi ini bisa diatasi dengan tindakan operasi medis.
3. Bagaimana cara membedakan benjolan kista dengan tumor testis secara mandiri?
Secara umum, kista (seperti spermatokel) terasa lunak atau kenyal, terpisah dari bagian utama testis (biasanya di atas atau di belakang), dan tidak sakit. Sebaliknya, benjolan tumor atau kanker biasanya terasa sekeras batu, menyatu dengan testis sehingga tidak bisa digeser, dan sering kali tidak menimbulkan rasa sakit. Meski begitu, pemeriksaan mandiri tidak menggantikan diagnosis USG oleh dokter.
4. Bisakah benjolan karena infeksi (epididimitis) sembuh sendiri?
Tidak disarankan menunggu epididimitis sembuh dengan sendirinya. Karena infeksi ini biasanya disebabkan oleh bakteri (termasuk bakteri menular seksual), kondisi ini membutuhkan intervensi antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Mengabaikan infeksi dapat berujung pada komplikasi penyebaran infeksi ke testis (orchitis), abses, atau kerusakan saluran reproduksi.



