• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Diabetes Melitus Picu Terjadinya Gangguan Sistem Endokrin

Diabetes Melitus Picu Terjadinya Gangguan Sistem Endokrin

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Sistem endokrin terdiri dari sejumlah kelenjar berbeda yang mengeluarkan hormon untuk mengatur kerja sel dan organ-organ di dalam tubuh. Hormon yang diproduksi oleh sistem endokrin membantu tubuh untuk mengatur pertumbuhan, fungsi seksual, suasana hati, dan metabolisme.

Sistem endokrin bertanggung jawab untuk mengatur banyak proses tubuh. Salah satu contoh, pada pankreas, endokrin bekerja untuk mengatur kadar glukosa darah. Selain pankreas, kelenjar adrenal juga berfungsi meningkatkan kadar glukosa darah dan mempercepat detak jantung. Ketika penyakit diabetes muncul, tentunya fungsi tubuh yang satu ini dapat terganggu. 

Baca juga: Waspada, Ini 8 Gejala Diabetes Melitus

Bagaimana Diabetes Melitus Picu Gangguan Sistem Endokrin?

Diabetes memengaruhi cara tubuh dalam mengatur kadar glukosa darah. Insulin membantu mengurangi kadar glukosa darah sedangkan peran glukagon adalah meningkatkan kadar glukosa darah. Pada orang yang tidak mengidap diabetes, insulin dan glukagon bekerja sama untuk menjaga kadar glukosa darah seimbang.

Namun, pada pengidap diabetes, penyakit ini membuat pankreas tidak menghasilkan insulin yang cukup atau tidak merespons insulin dengan baik. Akibatnya, terjadi ketidakseimbangan antara efek insulin dan glukagon,ketika tubuh tidak dapat merespon secara efektif terhadap insulin. Karena efek ini, kadar glukosa dalam darah menjadi lebih tinggi dari normal. 

Pemberian obat diabetes melitus bertujuan untuk membantu meningkatkan sensitivitas insulin dengan  merangsang pankreas untuk melepaskan lebih banyak insulin. Obat lain juga perlu diberikan untuk menghambat pelepasan glukagon.

Mengelola Kondisi Diabetes Melitus

Selain minum obat-obatan, pengidap diabetes juga perlu mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Pengidap diabetes wajib mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang setiap hari serta berolahraga secara teratur. Pengidap juga mungkin perlu menguji kadar glukosa darah setiap hari.

Baca juga: 12 Faktor Ini Tingkatkan Risiko Diabetes Melitus

Pengidap juga harus memastikan untuk meminum obat sesuai petunjuk. Hindari mengubah dosis  atau seberapa sering minum obat kecuali telah dianjurkan oleh dokter. Hati-hati jangan sampai melewatkan dosis insulin atau obat lain.

Lakukan tes darah untuk mengecek glukosa seperti yang direkomendasikan dokter. Beberapa orang hanya melakukan tes sekali sehari. Sedangkan individu yang menggunakan insulin atau lebih dari satu obat mungkin perlu menguji empat kali atau lebih sehari. Bicaralah dengan dokter tentang seberapa sering kamu perlu menguji glukosa darah.

Kalau kamu butuh menanyakan hal ini, kamu bisa langsung bertanya kepada dokter lewat aplikasi Halodoc. Melalui Halodoc, kamu dapat menghubungi dokter kapan pun di mana saja melalui Chat, dan Voice/Video Call.

Kamu juga perlu menemui dokter untuk tes hemoglobin A1C setiap tiga hingga enam bulan. Tes darah ini memberi dokter gambaran kadar glukosa darah selama tiga bulan terakhir. Kamu harus memiliki hasil normal jika sebagian besar kadar glukosa darah  mendekati 100 mg / dL.

Baca juga: Lebih Bahaya Mana, Diabetes Melitus atau Diabetes Insipidus?

Kalau kamu berencana mengunjungi rumah sakit, kamu juga bisa membuat janji dengan dokter terlebih dahulu lewat aplikasi Halodoc. Kamu bisa tahu estimasi waktu bertemu dokter, sehingga tidak perlu mengantre lama-lama. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi.

Referensi:
The Global Diabetes Community. Diakses pada 2020. The Endocrine System.
Hormone Health Network. Diakses pada 2020. Type 2 Diabetes.