Ad Placeholder Image

Diare Boleh Makan Apa? Menu Pereda Perut Mulas.

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   28 April 2026

Diare Boleh Makan Apa: Makanan Terbaik Saat Perut Rewel

Diare Boleh Makan Apa? Menu Pereda Perut Mulas.Diare Boleh Makan Apa? Menu Pereda Perut Mulas.

Diare Boleh Makan Apa? Panduan Nutrisi untuk Pemulihan Cepat

Saat mengalami diare, pemilihan makanan menjadi krusial untuk membantu proses pemulihan dan mencegah dehidrasi. Fokus utama adalah mengonsumsi makanan lunak, rendah serat, dan mudah dicerna untuk mengistirahatkan sistem pencernaan. Selain itu, asupan cairan yang cukup sangat penting untuk mengganti elektrolit yang hilang. Panduan ini akan menjelaskan secara detail makanan apa saja yang dianjurkan dan dihindari ketika seseorang mengalami diare.

Apa Itu Diare?

Diare adalah kondisi ketika buang air besar (BAB) lebih sering dari biasanya, dengan konsistensi tinja yang encer atau cair. Kondisi ini dapat berlangsung dalam waktu singkat (akut) atau berkepanjangan (kronis). Diare bukan penyakit, melainkan gejala dari masalah pencernaan yang mendasari.

Gejala Diare yang Umum

Gejala diare bervariasi tergantung penyebabnya, namun beberapa tanda umum meliputi:

  • Sering buang air besar dengan tinja encer.
  • Nyeri atau kram perut.
  • Perut kembung.
  • Mual atau muntah.
  • Demam ringan.
  • Dehidrasi (mulut kering, urine sedikit, lemas).

Penyebab Umum Diare

Diare dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Infeksi virus, seperti rotavirus atau norovirus, adalah penyebab paling umum. Selain itu, infeksi bakteri dari makanan atau air yang terkontaminasi juga sering menjadi pemicu. Beberapa penyebab lain meliputi intoleransi makanan, alergi makanan, efek samping obat-obatan, atau kondisi medis tertentu seperti irritable bowel syndrome (IBS).

Diare Boleh Makan Apa?

Memilih makanan yang tepat saat diare sangat penting untuk membantu pemulihan usus dan mengembalikan energi tubuh. Prioritaskan makanan yang mudah dicerna, rendah serat, dan dapat membantu memadatkan tinja. Berikut adalah jenis makanan yang dianjurkan:

Diet BRAT

Diet BRAT adalah akronim dari Banana (Pisang), Rice (Nasi putih), Applesauce (Apel halus), dan Toast (Roti panggang). Makanan dalam diet ini dikenal lunak, rendah serat, dan membantu memadatkan tinja.

  • Pisang: Sumber kalium yang baik, membantu mengganti elektrolit yang hilang dan mudah dicerna.
  • Nasi putih: Memberikan energi tanpa membebani sistem pencernaan karena rendah serat.
  • Apel (dihaluskan/puree): Mengandung pektin, serat larut yang membantu memadatkan tinja.
  • Roti panggang: Sumber karbohidrat sederhana yang mudah dicerna, sebaiknya tanpa olesan.

Sumber Karbohidrat Lain

Selain nasi putih dan roti panggang, beberapa pilihan karbohidrat lain yang direkomendasikan adalah:

  • Bubur nasi: Lebih lunak dan sangat mudah dicerna.
  • Kentang rebus: Sumber energi yang baik, kaya kalium, dan tidak memberatkan pencernaan.
  • Oatmeal: Pilih oatmeal polos tanpa tambahan rasa atau gula, mengandung serat larut yang menenangkan usus.
  • Biskuit gandum: Jenis biskuit tawar tanpa krim atau isian.

Sumber Protein Ringan

Protein diperlukan untuk membangun kembali kekuatan tubuh. Pilih sumber protein yang dimasak tanpa minyak berlebihan:

  • Ayam rebus tanpa kulit: Pastikan dimasak hingga matang sempurna dan tidak mengandung lemak tinggi.
  • Ikan rebus/kukus: Pilihan ikan putih seperti ikan kakap atau ikan gabus.
  • Telur rebus: Sumber protein yang mudah didapatkan dan dicerna.
  • Tahu: Pilihan protein nabati yang lembut.

Cairan Penting untuk Mencegah Dehidrasi

Pencegahan dehidrasi adalah prioritas utama saat diare. Minumlah cairan secara teratur dalam porsi kecil:

  • Air putih: Sangat penting untuk rehidrasi.
  • Oralit: Larutan rehidrasi oral yang mengandung elektrolit esensial untuk mengganti mineral yang hilang.
  • Sup ayam bening: Memberikan cairan, sedikit garam, dan energi.
  • Air kelapa: Sumber elektrolit alami yang baik, membantu menggantikan kalium dan natrium.

Makanan yang Harus Dihindari Saat Diare

Untuk menghindari memperparah kondisi dan mempercepat pemulihan, beberapa jenis makanan sebaiknya dihindari:

  • Makanan pedas atau berlemak tinggi.
  • Susu dan produk olahan susu (terutama jika ada intoleransi laktosa).
  • Makanan tinggi serat (sayuran mentah, buah-buahan dengan kulit, biji-bijian utuh).
  • Minuman berkafein dan beralkohol.
  • Makanan dengan pemanis buatan atau gula tinggi.

Kapan Harus Berobat ke Dokter?

Meskipun diare seringkali dapat diobati di rumah, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis. Segera konsultasikan dengan dokter jika diare berlangsung lebih dari dua hari, mengalami demam tinggi, tinja berdarah atau berwarna hitam, nyeri perut parah, atau tanda-tanda dehidrasi berat.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Mengelola pola makan dengan cermat adalah kunci untuk pemulihan yang cepat dari diare. Prioritaskan asupan makanan lunak, rendah serat, dan mudah dicerna, seperti diet BRAT, bubur, kentang rebus, serta sumber protein ringan. Jangan lupa untuk selalu mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih, oralit, atau sup bening untuk mencegah dehidrasi. Apabila gejala tidak membaik atau muncul tanda-tanda bahaya, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Melalui aplikasi Halodoc, dapat berkonsultasi dengan dokter secara online atau membeli kebutuhan obat di Toko Kesehatan.