Kenapa Diastolik Rendah? Cari Tahu Penjelasannya Yuk!

DAFTAR ISI
- Apa Itu Tekanan Darah Diastolik Rendah?
- Gejala dan Tanda yang Perlu Diwaspadai
- Penyebab Tekanan Darah Diastolik Rendah
- Risiko Kesehatan Jangka Panjang
- Cara Alami Mengatasi Diastolik Rendah
- Studi Terkait
- FAQ
Tekanan darah merupakan salah satu indikator utama kesehatan kardiovaskular seseorang. Biasanya, saat melakukan pemeriksaan, kamu akan diberikan dua angka, misalnya 120/80 mmHg. Angka atas disebut sistolik, yang mengukur tekanan saat jantung berdenyut, sedangkan angka bawah adalah diastolik, yang mengukur tekanan saat jantung beristirahat di antara denyutan. Kondisi tekanan darah diastolik rendah, atau yang secara medis dikenal sebagai hipotensi diastolik terisolasi, sering kali luput dari perhatian dibandingkan tekanan darah tinggi.
Padahal, tekanan diastolik yang terlalu rendah bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang mendasari atau bahkan meningkatkan risiko gangguan jantung. Penting bagi kamu untuk memahami bahwa meskipun angka sistolik normal, angka diastolik yang berada di bawah ambang batas (biasanya di bawah 60 mmHg) memerlukan perhatian medis. Menjaga keseimbangan di antara keduanya adalah kunci agar organ-organ tubuh, terutama jantung, mendapatkan suplai oksigen yang cukup saat fase istirahat.
Penanganan kondisi ini sangat bergantung pada penyebabnya. Dalam beberapa kasus, perubahan gaya hidup dan konsumsi suplemen tertentu dapat membantu mengembalikan stabilitas tekanan darah. Untuk memastikan langkah yang diambil tepat, kamu sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc guna mendapatkan diagnosis yang akurat dan rencana perawatan yang sesuai dengan kondisi fisikmu.
Nah, mau tahu apa saja informasi lengkap mengenai penyebab, risiko, hingga solusi untuk mengatasi kondisi ini? Berikut ulasannya!
Apa Itu Tekanan Darah Diastolik Rendah?
Tekanan darah diastolik rendah terjadi ketika angka bawah pada alat tensi menunjukkan angka di bawah 60 mmHg, sementara angka sistolik (angka atas) mungkin tetap berada dalam rentang normal (sekitar 120 mmHg). Kondisi ini disebut juga sebagai Hipotensi Diastolik Terisolasi (IDH). Saat jantung beristirahat di antara detakan, arteri koroner mengalirkan darah yang kaya oksigen ke otot jantung itu sendiri. Jika tekanan pada fase ini terlalu rendah, jantung mungkin tidak menerima nutrisi dan oksigen yang dibutuhkannya secara optimal.
Kondisi ini berbeda dengan hipotensi umum di mana kedua angka (sistolik dan diastolik) rendah. Pada IDH, elastisitas pembuluh darah sering kali menjadi faktor utama. Seiring bertambahnya usia, pembuluh darah cenderung menjadi lebih kaku, yang dapat menyebabkan penurunan tekanan diastolik secara signifikan meskipun tekanan sistolik tetap tinggi atau normal.
Gejala dan Tanda yang Perlu Diwaspadai
Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki tekanan diastolik yang rendah karena gejalanya sering kali samar. Namun, beberapa tanda umum yang sering muncul meliputi:
- Pusing atau sensasi seperti melayang, terutama saat berubah posisi secara tiba-tiba.
- Kelelahan ekstrem yang tidak kunjung hilang meskipun sudah beristirahat.
- Penglihatan kabur atau berkunang-kunang.
- Mual dan terkadang merasa ingin pingsan.
- Sesak napas ringan saat beraktivitas.
Jika kamu merasakan kombinasi gejala di atas, jangan mengabaikannya. Langkah awal yang paling bijak adalah dengan konsultasi ke dokter Halodoc agar bisa dipastikan apakah gejala tersebut berhubungan dengan tekanan darah atau kondisi medis lainnya seperti anemia atau gangguan tiroid.
Penyebab Tekanan Darah Diastolik Rendah
Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan penurunan tekanan diastolik secara spesifik. Memahami penyebabnya adalah langkah pertama untuk menentukan pengobatan yang efektif.
1. Penuaan dan Kekakuan Arteri
Seiring bertambahnya usia, arteri kehilangan fleksibilitasnya. Arteri yang kaku tidak dapat mempertahankan tekanan dengan baik saat jantung beristirahat, sehingga angka diastolik menurun drastis.
2. Dehidrasi Kronis
Kekurangan cairan tubuh mengurangi volume darah secara keseluruhan. Ketika volume darah menurun, tekanan di dalam pembuluh darah juga akan turun, yang sering kali berdampak pada angka diastolik terlebih dahulu.
3. Efek Samping Obat-obatan
Beberapa obat, terutama obat untuk hipertensi (diuretik, beta-blocker), obat penenang, atau antidepresan, dapat menurunkan tekanan darah lebih dari yang diinginkan sebagai efek sampingnya.
4. Kekurangan Nutrisi
Kekurangan vitamin B12 dan asam folat dapat menyebabkan anemia, suatu kondisi di mana tubuh tidak memproduksi cukup sel darah merah, yang pada gilirannya menurunkan tekanan darah.
Tips Pencegahan dan Penanganan Mandiri
- Tingkatkan asupan cairan dengan minum minimal 8-10 gelas air putih sehari.
- Konsumsi makanan yang kaya akan vitamin B12 dan zat besi seperti daging merah, bayam, dan kacang-kacangan.
- Lakukan olahraga ringan secara rutin seperti jalan kaki untuk menjaga kelenturan pembuluh darah.
Risiko Kesehatan Jangka Panjang
Membiarkan tekanan diastolik tetap rendah dalam jangka waktu lama bukanlah hal yang sepele. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tekanan diastolik di bawah 60 mmHg dapat meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular. Hal ini dikarenakan jantung (otot miokardium) menerima suplai darah utamanya saat fase diastolik. Jika tekanannya kurang, otot jantung bisa mengalami kerusakan mikroskopis secara perlahan.
Selain itu, tekanan diastolik yang rendah dikaitkan dengan risiko penyakit jantung koroner dan bahkan stroke pada lansia. Bagi penderita diabetes, menjaga tekanan diastolik agar tidak terlalu rendah sangat penting untuk mencegah kerusakan organ lebih lanjut.
Cara Alami Mengatasi Diastolik Rendah
Untuk membantu menstabilkan tekanan darah, kamu bisa melakukan beberapa perubahan gaya hidup berikut ini:
1. Menambah Asupan Garam Secukupnya
Berbeda dengan penderita darah tinggi, penderita diastolik rendah mungkin memerlukan sedikit tambahan garam dalam diet mereka untuk membantu menarik cairan ke dalam pembuluh darah. Namun, hal ini harus dilakukan dengan pengawasan medis.
2. Menggunakan Stocking Kompresi
Stocking ini membantu mendorong darah dari kaki kembali ke jantung, meningkatkan volume darah sirkulasi dan membantu menstabilkan tekanan darah.
3. Penuhi Kebutuhan Multivitamin
Jika penyebabnya adalah nutrisi, kamu bisa mulai mencari suplemen yang tepat. Untuk memudahkan, kamu bisa beli obat online di Halodoc, di mana tersedia berbagai pilihan vitamin B kompleks dan suplemen penambah darah yang praktis diantar ke rumah.
Studi Mengenai Tekanan Darah Diastolik
Journal of Hypertension menerbitkan studi di tahun 2020 yang menjelaskan bahwa tekanan darah diastolik rendah yang persisten berhubungan dengan peningkatan biomarker kerusakan otot jantung.
Penelitian tersebut menekankan pentingnya dokter untuk tidak hanya fokus pada penurunan tekanan sistolik yang tinggi, tetapi juga memastikan tekanan diastolik pasien tidak turun di bawah level aman (60-70 mmHg), terutama pada pasien lanjut usia dengan risiko jantung tinggi.
Kesehatan kardiovaskular adalah investasi jangka panjang. Jika kamu sering merasa pusing atau lemas tanpa sebab yang jelas, jangan menunda untuk memeriksakan diri. Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter ahli melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran medis yang tepat tanpa harus keluar rumah.
Ingat, penanganan dini dapat mencegah komplikasi serius di masa depan. Kamu juga bisa dengan mudah memenuhi kebutuhan suplemen kesehatan dengan beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan diantar dengan aman.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Low blood pressure (hypotension).
American Heart Association. Diakses pada 2026. Understanding Blood Pressure Readings.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Diastolic Low Blood Pressure: Causes and Risks.
Journal of the American College of Cardiology. Diakses pada 2026. Isolated Diastolic Hypotension and Incident Heart Failure.
FAQ
1. Berapa angka normal untuk tekanan darah diastolik?
Angka normal untuk tekanan darah diastolik adalah berkisar antara 60 hingga 80 mmHg. Jika angka di bawah 60 mmHg secara konsisten, maka dikategorikan rendah.
2. Apakah kopi bisa membantu menaikkan tekanan diastolik?
Kafein dalam kopi dapat memberikan peningkatan tekanan darah sementara dengan merangsang sistem kardiovaskular, namun efeknya tidak permanen dan bukan solusi jangka panjang.
3. Apakah berbahaya jika hanya angka diastolik yang rendah?
Ya, jika terlalu rendah (di bawah 60 mmHg), hal ini dapat mengurangi aliran darah ke otot jantung dan meningkatkan risiko gangguan fungsi jantung dalam jangka panjang.
4. Makanan apa yang baik untuk penderita diastolik rendah?
Makanan yang kaya akan vitamin B12 (telur, daging), folat (sayuran hijau), dan asupan cairan yang cukup sangat disarankan untuk penderita kondisi ini.
—
## Punya Keluhan Tekanan Darah tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan tentang tekanan darah diastolik rendah atau merasa sering pusing, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.



