DID Disorder: Gejala, Penyebab, & Cara Mengatasi

Disosiasi Identitas atau *Dissociative Identity Disorder* (DID) adalah kondisi kesehatan mental kompleks di mana seseorang memiliki dua atau lebih identitas atau kepribadian yang berbeda. Kondisi ini sebelumnya dikenal dengan istilah gangguan kepribadian ganda. DID seringkali disebabkan oleh trauma masa kanak-kanak yang parah dan berulang.
Apa Itu DID Disorder?
DID merupakan mekanisme pertahanan diri terhadap pengalaman traumatis di masa kecil. Seseorang dengan DID mengembangkan identitas yang berbeda (disebut alter) untuk menghindari atau mengatasi ingatan dan emosi yang menyakitkan. Alter ini dapat berbeda dalam usia, jenis kelamin, kepribadian, dan bahkan riwayat pribadi.
Gejala DID Disorder yang Perlu Diketahui
Gejala DID bervariasi, tetapi beberapa gejala umum meliputi:
- Amnesia atau kehilangan ingatan tentang peristiwa sehari-hari, informasi pribadi, atau kejadian traumatis di masa lalu.
- Merasa terasing dari diri sendiri (depersonalisasi) atau merasa dunia di sekitar tidak nyata (derealisasi).
- Adanya identitas atau kepribadian yang berbeda yang mengambil alih kendali perilaku. Perubahan ini dapat terjadi secara tiba-tiba dan tidak terduga.
- Menemukan barang, catatan, atau luka yang tidak diingat bagaimana mendapatkannya.
- Perubahan perilaku, suara, atau preferensi yang mendadak.
- Mendengar suara-suara (alter) di dalam kepala.
Penyebab Utama DID Disorder
Penyebab utama DID adalah trauma masa kanak-kanak yang parah dan berulang, seperti pelecehan fisik, emosional, atau seksual. Trauma ini biasanya terjadi sebelum usia 9 tahun, ketika identitas dan kepribadian anak masih berkembang. DID adalah cara anak tersebut untuk mengatasi trauma dengan memisahkan diri dari pengalaman yang menyakitkan.
Bagaimana DID Disorder Didiagnosis?
Diagnosis DID melibatkan evaluasi psikologis yang komprehensif. Dokter atau psikolog akan mewawancarai pasien tentang riwayat hidup mereka, gejala yang dialami, dan bagaimana gejala tersebut memengaruhi kehidupan sehari-hari. Diagnosis DID bisa menjadi tantangan karena gejalanya seringkali mirip dengan kondisi kesehatan mental lainnya.
Opsi Pengobatan untuk DID Disorder
Pengobatan DID berfokus pada membantu pasien untuk mengintegrasikan identitas yang berbeda dan mengatasi trauma masa lalu. Beberapa opsi pengobatan meliputi:
- Psikoterapi: Terapi bicara, seperti terapi perilaku kognitif (CBT) dan terapi perilaku dialektik (DBT), membantu pasien untuk memahami dan mengatasi trauma, serta mengembangkan keterampilan mengatasi masalah.
- Obat-obatan: Obat-obatan, seperti antidepresan atau anti-kecemasan, dapat membantu mengatasi gejala yang terkait dengan DID, seperti depresi atau kecemasan.
Penting untuk diingat bahwa pengobatan DID adalah proses jangka panjang yang membutuhkan komitmen dan kesabaran dari pasien dan terapis.
Mitos dan Fakta Seputar DID Disorder
Terdapat banyak mitos seputar DID yang perlu diluruskan:
- Mitos: DID sama dengan skizofrenia. Fakta: DID dan skizofrenia adalah dua kondisi yang berbeda. Skizofrenia adalah gangguan psikotik yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir, merasakan, dan berperilaku dengan jernih.
- Mitos: Orang dengan DID berbahaya. Fakta: Orang dengan DID cenderung tidak melakukan kekerasan. Mereka lebih mungkin menjadi korban kekerasan daripada menjadi pelaku.
Apakah DID Disorder Bisa Dicegah?
Meskipun tidak ada cara pasti untuk mencegah DID, menciptakan lingkungan yang aman dan suportif bagi anak-anak dapat membantu mengurangi risiko terjadinya trauma. Jika *Anda* atau seseorang yang dikenal mengalami trauma, penting untuk mencari bantuan profesional sesegera mungkin.
Jika *Anda* mengalami gejala-gejala yang mengarah pada DID, segera konsultasikan dengan psikolog atau psikiater di Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Penanganan sejak dini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup.



