Ad Placeholder Image

Disebut Turun Berok, Ini 9 Penyebab Hernia yang Dapat Terjadi

7 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Hernia bisa disebabkan karena kondisi bawaan, yang terjadi selama perkembangan di dalam rahim.

Disebut Turun Berok, Ini 9 Penyebab Hernia yang Dapat TerjadiDisebut Turun Berok, Ini 9 Penyebab Hernia yang Dapat Terjadi

DAFTAR ISI


Apa Itu Tedun?

Banyak masyarakat Indonesia yang mungkin masih merasa asing dengan istilah medis hernia, namun sudah sangat familiar dengan sebutan ‘turun berok’. Secara medis, tedun adalah kondisi di mana organ dalam tubuh menekan dan mencuat keluar melalui titik lemah pada otot atau jaringan ikat di sekitarnya. Kondisi ini paling sering terjadi di area perut bagian bawah (abdomen) atau selangkangan.

Kondisi ini tidak boleh disepelekan. Otot manusia seharusnya cukup kuat untuk menahan organ-organ di dalam tubuh agar tetap berada di tempat asalnya. Namun, seiring bertambahnya usia, beban fisik yang berat, atau kondisi medis tertentu, titik lemah pada otot bisa robek. Jika usus atau jaringan lemak mencuat melalui robekan tersebut, timbullah benjolan yang kita kenal sebagai tedun.

Penting untuk dipahami bahwa tedun merupakan masalah struktural pada tubuh. Berbeda dengan demam atau batuk yang bisa diredakan dengan minum obat, kelainan struktur otot ini tidak dapat disembuhkan hanya dengan mengonsumsi obat-obatan, vitamin, atau suplemen. Penanganan medis yang tepat, yang biasanya melibatkan prosedur bedah, adalah satu-satunya cara untuk memperbaiki robekan otot tersebut.

Penyebab dan Faktor Risiko Tedun

Kondisi tedun dapat terjadi akibat kombinasi antara kelemahan otot dan peregangan (tekanan) yang berlebihan pada area tersebut. Kelemahan otot ini bisa jadi merupakan bawaan sejak lahir (kongenital) atau berkembang seiring berjalannya waktu (didapat).

Beberapa kondisi dan aktivitas yang memicu peningkatan tekanan dalam rongga perut sehingga menyebabkan organ mencuat keluar meliputi:

1. Sering Mengangkat Beban Berat

Pekerjaan atau aktivitas olahraga yang mengharuskan kamu mengangkat benda berat, terutama jika teknik mengangkatnya salah, memberikan tekanan ekstrem pada dinding perut.

2. Batuk Kronis

Kondisi medis seperti asma berat, bronkitis kronis, atau kebiasaan merokok dapat menyebabkan batuk parah yang berkepanjangan. Hentakan batuk yang terus-menerus ini lama-kelamaan akan merusak dan melemahkan dinding otot perut.

3. Mengejan Saat Buang Air Besar (Sembelit Kronis)

Pola makan rendah serat yang menyebabkan sembelit memaksa seseorang untuk mengejan lebih keras saat buang air besar. Tekanan konstan ini adalah salah satu penyumbang utama terjadinya tedun pada orang dewasa.

4. Faktor Usia dan Kehamilan

Seiring bertambahnya usia, otot-otot secara alami akan kehilangan elastisitas dan kekuatannya. Selain itu, pada wanita hamil, pertumbuhan janin memberikan tekanan tambahan pada dinding perut, meningkatkan risiko hernia umbilikalis (pusar).

Tips Pencegahan Tedun (Turun Berok)
  1. Terapkan postur tubuh yang benar saat mengangkat benda berat, yaitu bertumpu pada lutut, bukan pada punggung atau perut.
  2. Konsumsi makanan tinggi serat (sayur dan buah) serta perbanyak minum air putih untuk mencegah sembelit.
  3. Jaga berat badan ideal agar dinding perut tidak menahan beban yang berlebihan.
  4. Hindari kebiasaan merokok untuk mencegah batuk kronis yang dapat memicu tekanan pada perut.

Gejala Tedun yang Harus Diwaspadai

Gejala tedun bisa bervariasi dari yang tidak menimbulkan rasa sakit hingga sangat menyakitkan, tergantung pada tingkat keparahannya. Beberapa tanda umum yang perlu kamu perhatikan antara lain:

  • Munculnya benjolan: Terdapat benjolan di area selangkangan, skrotum (kantong pelir), atau sekitar pusar. Benjolan ini biasanya lebih terlihat saat kamu berdiri, batuk, atau mengejan, dan bisa masuk kembali saat kamu berbaring.
  • Rasa berat dan tidak nyaman: Muncul sensasi berat, tertarik, atau perih di area sekitar benjolan, terutama setelah beraktivitas fisik yang melelahkan.
  • Rasa nyeri yang memburuk: Nyeri akan terasa semakin tajam saat kamu mengangkat benda, batuk, atau membungkuk.

Perlu kehati-hatian ekstra jika benjolan tidak bisa didorong kembali masuk, berubah warna menjadi merah, ungu, atau gelap, serta disertai rasa sakit yang tak tertahankan, mual, muntah, dan ketidakmampuan untuk buang gas (kentut). Ini adalah tanda “hernia inkarserata” (usus terjepit) yang merupakan kondisi kegawatdaruratan medis.

Cara Penanganan dan Pengobatan

1. Pemantauan Medis (Watchful Waiting)

Jika benjolan tedun masih berukuran sangat kecil dan tidak menimbulkan rasa sakit atau gangguan, dokter mungkin hanya akan menyarankan observasi berkala. Kamu akan diminta untuk menghindari aktivitas berat untuk mencegah benjolan membesar.

2. Penggunaan Penyangga (Alat Kesehatan)

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin menyarankan penggunaan penyangga perut atau korset hernia (hernia truss) untuk menahan benjolan agar tidak mencuat, serta memberikan obat pereda nyeri ringan untuk mengatasi ketidaknyamanan sementara sebelum jadwal operasi. Jika kamu mendapat anjuran ini, kamu dapat dengan mudah beli alat kesehatan dan obat online di Halodoc, produk dijamin asli dan diantar langsung ke rumah.

3. Tindakan Operasi

Satu-satunya penanganan definitif (menyembuhkan secara total) untuk kondisi tedun adalah melalui pembedahan. Ada dua jenis operasi yang umum dilakukan:

  • Operasi Terbuka (Open Hernia Repair): Dokter bedah akan membuat sayatan di area yang mengalami tedun, mengembalikan organ yang mencuat ke tempat semula, dan memperkuat kelemahan otot menggunakan jahitan atau jaring sintetis (mesh).
  • Operasi Laparoskopi: Merupakan metode invasif minimal di mana dokter membuat sayatan kecil dan memasukkan alat berkamera serta alat bedah untuk memperbaiki robekan otot. Pemulihan pada metode ini biasanya lebih cepat.

Studi Terkait Tedun (Hernia)

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan studi komprehensif mengenai perbaikan hernia yang menjelaskan bahwa penggunaan jaring sintetis (mesh) dalam operasi hernia inguinal terbukti menurunkan tingkat kekambuhan secara drastis dibandingkan dengan metode jahitan konvensional.

Studi tersebut menegaskan bahwa penanganan bedah merupakan satu-satunya cara emas (gold standard) untuk mengatasi kelainan struktural pada otot perut. Penundaan operasi pada hernia yang bergejala justru meningkatkan risiko komplikasi yang mengancam nyawa, seperti nekrosis (kematian jaringan) usus akibat aliran darah yang terjepit.

Jika kamu merasakan adanya benjolan tidak wajar di area selangkangan atau perut bawah, sebaiknya jangan mencoba mengobatinya sendiri dengan metode pijat tradisional. Pemijatan pada area hernia sangat berbahaya karena dapat merusak usus yang terperangkap. Segera bicarakan kondisi medis kamu dengan dokter ahlinya.

Konsultasi dengan Dokter Umum via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Umum terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Inguinal hernia – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Hernia: Causes, Symptoms, Treatment & Recovery.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. General Surgery Guidelines.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Waspadai Turun Berok (Hernia) Pada Laki-Laki dan Perempuan.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Inguinal Hernia Repair.

FAQ

1. Apakah penyakit tedun adalah kondisi yang bisa sembuh sendiri tanpa operasi?

Tidak, tedun tidak bisa sembuh dengan sendirinya. Tedun merupakan kerusakan anatomis (robeknya otot), sehingga satu-satunya cara untuk menyembuhkannya secara permanen adalah melalui penanganan bedah (operasi).

2. Siapa yang paling berisiko mengalami tedun?

Kondisi ini lebih sering dialami oleh pria dewasa dibandingkan wanita, terutama mereka yang sering melakukan pekerjaan fisik berat. Namun, bayi yang lahir prematur dan ibu hamil juga memiliki risiko mengalami jenis hernia tertentu.

3. Apakah berbahaya jika tedun dibiarkan?

Sangat berbahaya jika tedun mulai membesar dan menyebabkan usus terjepit (strangulasi). Kondisi ini akan menghentikan aliran darah ke usus, yang dapat menyebabkan kematian jaringan dan infeksi parah yang mengancam nyawa jika tidak segera dioperasi.

4. Apakah penggunaan celana khusus atau korset tedun efektif?

Korset atau penyangga (hernia truss) hanya membantu meringankan gejala sementara dan mencegah benjolan keluar saat beraktivitas. Alat ini tidak menyembuhkan robekan otot dan biasanya digunakan atas rekomendasi dokter sambil menunggu jadwal operasi.